9 Desember 2016

[KEEP] 29 Incredible Nature Documentaries For Kids

That's so cuteeeyy! There is a bunch that I haven't seen before and of course, I want to complete it, can't wait to have some new ones to check out! :'D
Actually I have some of the collection on the list: 
Bears: Scout and Amber with their superhero mom Sky, David Attenborough on the fascinating way to explain how could be the Elephant eat salts every night, and some cuteness overload of baby cub African Cats, and the others incredible Disney Nature Documentary! 


My kids love animals and enjoy watching nature documentaries– especially when they feature animals! I started making a list of favorites, and gathering suggested titles of nature documentaries from my friends. Although these titles have all been recommended for kids, remember that with nature documentaries, it’s real life: children (or their parents) may be disturbed by some images of predators hunting, catching, and eating their prey, the occasional mating scene, or birth scene. It’s best for parents to view with their children (or preview beforehand) so we can either fast forward through the scary scenes or be available to answer their questions. Here are 29 nature documentaries for kids that are educational and inspiring, and will teach you about life on Earth with phenomenal cinematography and fascinating . This post contains affiliate links. Thank you for your support!

1. PLANET EARTH

Planet Earth is our #1, absolute favorite of the nature documentaries perhaps because it came out in 2007 when my daughter was 2 and I was pregnant. I had to rest a lot and we would snuggle and watch the box set (we had the David Attenborough version). We were overjoyed when the polar bear mama and her cubs emerged from their icy bed, imitated the baboons crossing the water without getting their paws wet and the silly birds of paradise dancing, closed our eyes when the wolves chased the baby caribou or the great white shark caught its dinner, cried when the polar bear couldn’t get its food… but my daughter’s favorite moment, that had her in belly laughs every time, was the ducks jumping from their nests onto the forest floor:
DOCUMENTARIES ABOUT ANIMALS / CRITTERS

2. AFRICAN CATS

This is a Disneynature documentary that is narrated by Samuel L Jackson. What makes the Disney nature documentaries different is that they tell a story about the animals- in this case a family of lions and a family of cheetahs. Kids are enraptured by the incredible footage, and literally can’t look away from the screen. You can buy it on amazon, or watch it instantly.

3. ANIMALS ARE BEAUTIFUL PEOPLE

We picked up this oldie-but-goodie at our library, but you can also watch it instantly on amazon,or get the DVD. This 1974 classic hilariously talks about creatures of the Namib Desert, and your kids will want to watch it over and over.

4. ANTS: NATURE’S SECRET POWER

After watching this in-depth report on ants, you will never look at these tiny insects the same! You can watch instantly on amazon or– we were lucky to find the full film on youtube

5. BEARS 

Another of the Disneynature documentaries, this time all about brown bears! We love the baby cubs “Amber” and “Scout” and the fast-paced and exciting story in the Alaskan wilderness. The films from Disneynature are great introductions to nature documentaries if you have kids who aren’t used to the genre. There’s a DVD, and you can stream it on-line. If your kids really like bears, and are at least elementary aged, PBS Nature: Fortress of the Bears was streaming on netflix when I last check, and they also have a DVD available.
Hasil gambar untuk bears disneynature

5 Desember 2016

Jangan Berhenti dan Jangan Menyerah. Sekalipun.

Aku baru saja kepo blog teman yang selalu aku kagumi dan aku ingin sekali suatu hari berkata padanya sesuai impiannya: Thank you, because of you i fight and i win. 
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
[PART I]
Tersebutlah anak gadis berumur 20 tahun hidup dengan nyaman dan aman. Suatu ketika anak gadis itu terpikirkan oleh suatu ide, ide yang menurutnya brilian dan it can make a big impact she said. And then she made this idea for her favorite dream list, beautiful dream. And she thought that this is my passion and I want to do it too much!

Actually then she tought: but I think that the world difficult to understand what I want to do. Hmm.. :( how can I reach my dream or make the world understand on what I want. It is not normally people do.

But she wont give up! 

She searched anything which related to her dream she was wonder is there any place or any people who thinking like her and have done the project. And she found it! She learned from the website and she  was really inspired with the action project which closely like her dream. Dan kemudian dia merancang, thinking too much  dengan apa yang ingin dia lakukan untuk mengawali project itu. Yang sebelumnya dia juga pernah tetapi temannya tidak begitu sepassion sepertinya. So she decided to take the action project alone at first. Beruntung, saat itu dia dipertemukan dengan seorang ibu pembimbing yang baik,yang sangat ramah, sangat peduli,dan sefrekuensi dengannya, dia menceritakan apapun tentang mimpinya itu: mengapa mau melakukan itu, bagaimana melakukannya, dan sebagainya.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
[PART II]
Finding Your Element

Sewaktu itu seorang gadis merenungkan apa yang terjadi dalam hidupnya:
'Begitu berat' katanya

Setelah kejadian-kejadian yang menimpanya, tidak, bukan fisik. Tetapi keyakinan, persakitan keyakinan yang gadis itu hadapi begitu besar akhir-akhir ini. Gadis itu sedang menghadapi masa yang orang modern bilang: “Quarter Life-Crisis”. Dia yakin terhadap jalan hidup yang akan dia tempuh, jalan yang sudah dia rancang menuju mimpi indah yang dia teguhkan. Tetapi sekali lagi, berkali lagi lingkungan sekitarnya meremehkan.

'Buat apa?' kata mereka
'Memangnya kamu bisa?'
'Sudah jalani arus yang ada, ikuti saja arus itu jadikan diri lebih cepat mengikuti arus itu' kata mereka

Tetapi hatinya berkata lain. Kamu bilang nafsu? Idealis? Atau ah ada udang di balik batu pasti?
'Hmm..sudahlah, aku sudah lelah dan kebal,' katanya meyakinkan diri.

Gadis itu begitu yakin sampai dia tidak lagi mau mendengarkan mereka, dia sendiri sekarang, menuju, membuktikan, dan melakukan mimpi indahnya itu. Begitu keras, sunyi, tetapi berjalan tanpa menyerah. Baiklah jika memang mereka tidak paham, tidak masalah aku akan tetap berjalan, aku raja disini, katanya kepada hati.


Dan saat itulah gadis itu berjanji pada dirinya sendiri: 'Aku tidak akan berhenti dan menyerah, sekalipun.' 

Hanum's Favorite Video

kangen, pengen ke Bromo lagi, plis mau voluntourism lagi qaqa :'




mau ketemu Mama Mia! Kak Ferra ajak ke Kopernik :'



WaterRoam: innovation of water filter to help an access Clean Water 



More than a toilet. Unilever Project.


You are not alone dear :)


4 Desember 2016

Si Connector dan Kepala Dusun


Bahagia hari ini disponsori oleh foto ini.
Semua berawal dari: 'Pak Bau kalau mau belajar kopi atau beli alat-alat buat ngolah kopi, maen ke yogya aja pak, kebetulan saya punya temen dia punya cafe gitu dan sering ngadain kelas belajar kopi, di cafenya juga djual alat olahan kopi.' (read Pak Bau: Pak Dusun)

Selang beberapa bulan selesai KKN, Pak Bau tiba-tiba telfon: 'Mbak nanti sore saya sampe yogya, saya mau belajar kopi di cafe temen sampeyan, rika selak penting mbak pokoke aku kudu belajar kopi secepatnya.'
Waktu itu lagi hectic di kampus tiba-tiba dapat kabar, bingung mau jemput gimana, nginep dimana dan sebagainya, tapi yaudah lah gapapa yg penting niatnya jalan.
Kemudian akhirnya sampai yogya, malam hujan deres langsung ke @dongengkopi udah janjian dengan Mas Renggo buat belajar seluk beluk mengolah kopi dan di sanalah kami yang awam kopi ini diajari berbagai teknik pengolahan kopi, penyeduhan, pengemasan, dan semuanya. Beruntung sekali waktu itu dongeng lagi sepi sehingga banyak waktu untuk Pak Bau yang mau belajar begitu kata Mas Renggo dan Barista dongeng.

Mas Renggo: 'Bapak asli mana to?'
Pak Bau: 'Rika asli pekalongan mas, di sipetung,'
M R: 'Ohwalah bapak dari Petung to, wah bapak harus ketemu Mas Pujo! Dia yg ngenalin kopi petung sama saya, yg ngajarin saya kopi juga.'
M R: 'Mbak tak kasih alamatnya Mas Pujo, mbak nanti anter Pak Dusun ke Mas Pujo ya mbak, harus, pokoknya harus, diselakke(disempetin) mbak'
Awalnya bingung, emang kenapa sih harus banget ketemu Pak Pujo, yaudah coba dihubungi, lewat email karena katanya bapaknya sukanya lewat email. Waktu itu tanya juga keasistennya katanya Pak Pujo sedang keluar kota. Yaudah mungkin emang belum kesempatannya.

Kemudian pagi harinya jam 6 jemput Pak Bau dirumah Fiko temen kkn, siap mengantar untuk membeli alat-alat seduh kopi dan bahan2 buat packagingnya. Waktu pas mau jalan tiba-tiba ada email masuk dari Pak Pujo balesan dari email dgn subjek: 'Mahasiswi KKN UGM dan Kepala Dusun Sipetung ingin berkunjung'

Pak Pujo: 'nggih mbak...walah sorry nembe mbukak email sekarang...saya baru pulang dari semarang...iya Pak Bau diajak kerumah kene tak enteni.'
Bahagia, Allah Maha Baik, skenario yg sangat baik. Terus akhirnya kita langsung meluncur ke rumah Pak Pujo. Sampai sana kita dibuat kaget ternyata Pak Pujo itu dlu pernah KKN di Sipetung juga pas jamannya Kakek/Simbah-nya Pak Bau.

Pak Pujo: 'Walah sampeyan iseh kelingan aku ra, aku mbiyen kkn neng petung pas kowe disunat haha sampeyan cucune Mbah Bau to.' (Kamu masih inget aku ga, aku dulu kkn di petung saat kamu disunat haha, kamu cucunya Mbah Bau kan)
Hehehe, jadi dulu Pak Pujo pernah mengadakan riset di Petungkriyono dan belajar mengolah kopi Petung yang akhirnya telah membuat dia berhasil dan sukses dengan riset tersebut. Terus yang bikin herannya lagi Pak Pujo ini trnyata mantan dekan FIB UGM dan mantan wamendikmud kabinet indo bersatu II pengganti Bu Wiendu, padahal nyentrik banget bapaknya hehe. Dan disana kita dibuatin kopi robusta, dan itu adalah kopi terenak yang pernah aku minum, sumpah! Disana Pak Bau belajar banyak hal, diajarin fundamentalnya mengolah kopi itu bagaimana, jangan hanya melihat dari nilai jualnya saja tetapi mindset pengolahan kopi yang baik dan benar bagaimna.

Pak Pujo: 'Gini aja sampeyan sesuk sinau neng kene bab kopi, 3 dina cukup, aku seneng sampeyan asli wong petung gelem sinau bab kopi sing bener pie, aku pengen balas budi aku sukses mergo risetku ning petung aku oleh ilmu seko petung saiki tak balekke lewat kowe.'
(Gini aja kamu besok belajar di sini bab kopi, 3 hari cukup, aku senang kamu asli orang petung mau belajar bab kopi yang bener gimana, jadi aku ingin balas budi aku sukses karena risetku di petung aku oleh ilmu seko Petung sekarang aku kembalikan lagi lewat kamu.)

Terus langsung mrinding, gila ya :' Allah Maha Baik dengan skenarionya yg baik. Kemudian setelah ngobrol asik dan nyentrik dengan Pak Pujo tentang seluk beluk kopi jam set 9 pagi kita pulang karena harus segera mengantar Pak Bau beli alat-alat seduh dan travel berangkat jam 10 pagi. Waktu itu hectic dengan aku, @zhriftikar yang menemaniku, krna ngejar jam dan gatau pasti ada atau ga alat-alatnya akhirnya nemu tokonya dan kebetulan pas banget deket travel, pun bapak travelnya malah mau jemput Pak Bau. Terus akhirnya Pak Bau pulang ke dusun dengan membawa ilmu kopi dan alat-alat seduh.

'Terimakasih ya mbak aku malah ngrepoti sampeyan terus. Tapi seneng aku mbak iso ketemu Mas Pujo, ra nyono tenan yo mbak.'
(Terimakasih ya mbak aku malah ngrepoti kamu terus. Tapi seneng aku mbak bisa ketemu Mas Pujo, ga nyangka banget ya mbak)

Kemudian kemaren Kamis, Pak Bau kasih kabar:
'Mbak aku OTW yogya mau ke Pak Pujo'

Waktu itu aku lagi KP dan gapaham ini gmna ya, oh ternyata Pak Bau naik motor jadi bisa langsung ke Pak Pujo. Dan akhirnya foto ini yang bikin aku seneng hari ini, Pak Bau sudah belajar kopi dengan Pak Pujo dan siap untuk mengajari warga dusunnya mengolah kopi yang baik dan benar bagaimana di Lembaga Pelatihan Khusus yang dibuat Pak Bau baru-baru ini.


Saya merasa sangat beruntung apa yang telah saya lakukan sangat kecil dan sedikit dibanding dengan apa yang saya dapatkan: kebahagian, ketulusan, semangat ingin belajar, dan semuanya. Rasa terimakasih tulus itu lebih dari cukup buat saya.
Next time mungkin Pak Bau akan belajar lagi di yogya untuk mengolah pupuk kompos dengan Pak Kismiyadi salah satu Kepala Dusun di Sleman yang berhasil mendirikan UKM pupuk komposnya sendiri.

;)

See you


3 Desember 2016

Introduction: A Brief History of Hanum's Reading Habit and Book Collections

Hai semuanya! :) Bonsoir!

Ingat tidak dengan Antiwacana yang saya ceritakan dengan detail di pos sebelumnya? wkwkw maaf ya akhirnya berakhir dengan wacana juga, ga wacana sih cuman agak telat. Saya perlu memberi penjelasan ga kenapa bisa molor? Liburan ke Bandung nengok keponakan baru! Iya, saya punya keponakan baru yang kelima :' yang katanya mirip banget sama tantenya pas waktu kecil: pipinya gembul.Oke baik, di pos ini saya akan menjelaskan awal pertama tentang Hanum's Reading Habit dan beberapa koleksi bukunya Hanum. 

The History of Hanum's Reading Habit and Book Collection
Awal dari saya suka membaca adalah saat SD kelas 5, dulu waktu SD saya pernah diajak ibu saya datang ke kajian yang di depan tempat kajian ada beberapa orang menjual buku-buku islami. Terus ngeliat-liat dan menemukan buku yang langsung saya pengen beli. Tetapi aneh emang kenapa tiba-tiba pengen beli buku itu padahal sama sekali tidak ada unsur kata anak-anak-nya dalam judul buku tersebut. Buku yang saya merasa beruntung memiliki judulnya 'Ketika Cinta Berbuah Surga' karya Habibburahman El Shirazy. Yakan dari judulnya aja gitu, kayak roman-roman islami dewasa. Tetapi entah kenapa saya ngotot pengen beli dan alhamdulillah-nya dibeliin. Kemudian pas baca bagus banget, jadi buku itu berisi kumpulan cerpen pada jaman Rasulullah yang sarat makna disajikan dengan baik dan mudah dipahami. Dibaca dari awal sampai akhir, semua kisah dalam buku ini penuh ajaran tentang akhlak, kearifan, kebijaksanaan hidup yang semuanya diceritakan dengan indah, mengalir dan komunikatif. Saya pernah meresensi buku ini sebagai salah satu tugas masuk organisasi Ketika Cinta Berbuah Surga dan saya pernah membahas salah satu cerpennya di Kalimat Pengusir Malaikat. Buku ini sering saya baca karena menyejukkan hati dan pikiran makanya sampai lecek banget bukunya wkwk. 

Ada salah satu cerpen yang saya suka baca berulang-ulang, judulnya 'Malu Kepada Allah' dalam cerpen tersebut dikisahkan seorang ayah bernama Abu Muslim, dia mempunyai keluarga kecil dengan anak yang masih kecil. Dia seorang yang miskin tetapi taat beribadah. Pada suatu hari istrinya mengeluh bahwa di rumah tidak ada makanan dan bahan-bahan apapun yang bisa dimasak. Kemudian istrinya memintanya untuk meminta bantuan kepada khalifah berupa makanan, kayu bakar dan kebutuhan rumah tangga lain karena Abu Muslim orang yang paling dekat dan dihormati khalifah. Abu Muslim menolak permintaan istrinya tersebut, dia menjawab bahwa dia sangat malu kepada Allah kalau sampai meminta bantuan kepada makhluk ciptaan Allah padahal Allah Maha Pemurah dan dia tidak mungkin meminta bantuan kepada selain Allah. Nah terus Abu Muslim ke masjid dan sholat dua rakaat, seusai sholat dalam doanya dia berdoa memohon pertolongan kepada Allah. Nah ternyata saat dia berdoa ada orang yang ga sengaja mendengarnya dan ternyata salah satu pengawal istana khalifah. Kemudian orang tersebut segera menceritakannya kepada khalifah dan khalifah segera mengirim bantuan sesuai dengan doa Abu Muslim ke rumahnya. The End. Sebenarnya ceritanya lebih bagus dan indah daripada yang aku paparkan diatas wkwk. Setelah beberapa tahun berselang saya jarang menemukan buku bagus ini di toko-toko buku, tetapi akhir-akhir ini saya melihatnya lagi dicetak lagi dengan cover yang baru. Sejauh saya membaca beberapa karya Habibburahman El Shirazy, menurut saya yang paling bagus tetap yang Ketika Cinta Berbuah Surga, gatau saya merasa ceritanya mengalir indah tidak berlebihan dan ceritanya pun rasional tidak seperti romannya yang lain hehe. 


Nah itulah awal pertama saya suka baca buku, kemudian waktu SMP saya baca semua bukunya Raditya Dika. Bayangkan saya punya semua bukunya bahkan dalam setiap buku yang saya punya ada tandatangan asli Raditya Dika wkwkwk, gimana dapetnya? udah jangan tanya sampai ke seminar dan meet and greetnya dijabanin wkwk, maaf itu emang jaman freak. Selain itu, waktu SMP saya juga mengoleksi novel Andrea Hirata, baru setelah itu saya tidak minat lagi bukunya Raditya Dika wkwk.