16 November 2017

22 kurang 2 bulan

16 November 2017

Dear Hanum,

Hey, apakabar? sudah menuju 22 kurang 2 bulan lagi. yeay. selamat sudah sampai sini.
jadi apa yang sudah kamu dapatkan? yang sudah kamu pelajari?

Aku tau kamu sedang di masa-masa campur aduk, banyak pandangan ternyata gabagus juga kan, banyak kemauan dalam satu waktu apalagi.

Aku ingin mengatakan sesuatu padamu. Ingat, kamu tidak harus menjadi seperti apa yang orang lain inginkan darimu, kamu tidak harus menjadi kesukaan semua orang lain.

Jangan biarkan nyala api dalam diri itu meredup hanya karena kamu takut akan pandangan dan prespektif sekitar yang itu tidak membuat dirimu menjadi lebih baik. Setialah dalam perjalananmu dengan mimpi-mimpimu.

Kamu tidak harus menjadi siapapun, dengan selera-selera apapun.
Kamu unik, kamu hanya satu, bukan mereka, seperti mereka atau harus menjadi yang mereka inginkan. Jadilah dirimu sendiri, versi terbaikmu, prinsip terbaikmu, karakter terbaikmu, jaga itu karena hal tersebut yang akan membawamu ke jalan-jalan berikutnya. bersihkan selalu hati, rawat agar tidak mengering, jaga lisan dan tindakan, selalu. Penuhi pikiranmu dengan prasangka-prasangka yang baik, positifkan diri.

have a courage and be kind, you're worth than you think.
tidak sabar menunggu 22 tahun mu :)

10 November 2017

Si Asing dan Pencerita

10 November 2017

Entah kenapa akhir-akhir ini sedang suka mendengarkan lagunya Payung Teduh-Untuk Perempuan Yang Sedang di Pelukan, sedang berusaha membuat diri tenang dan kalem. Entah kenapa juga sedang mencari ketenangan hati dan jiwa. Apa yang sedang dicari sebenarnya?

Mungkin lelah pikiran, memendamnya sendiri, berusaha terlihat kuat, nyatanya dari dalam sedang memerangi prasangka buruk yang dibuat oleh diri. Terkadang hanya ingin tenang tanpa beban tanpa pikiran tanpa stereotype tanpa apapun, hanya menikmatimu, senjaku, bersama kopi mungkin(?). 

Betapa menenangkan hidup tak terburu oleh dunia dan waktu. Bertemu denganmu yang asing, yang tanpa perkenalan pun menghasilkan makna dalam nan asik untuk diramu bersama diiringi celotehan nan lucu menertawakan pikiran dan makna kehidupan.

Berlanjut sepanjang malam penuh dialektika tanpa jeda, memadukan frasa menggalakkan cerita, saling bersahutan menentang paham, yang melebur di akhirnya malam, bersama menciptakan impresi penuh arti, mengimaji untuk hidup yang lebih berarti.

Berjalan bersama menuju ufuk pagi yang terang, menangkap serpihan-serpihan nyala ibukota malam. Menjajaki jalan-jalan setapak, menjamah sudut-sudut pemukiman urban, mengabadikan momen di balik ruangan, menarasikan lakon-lakon sandiwara kehidupan.

Sampai akhir, pada ujung perjalanan, titik pergantian malam dan fajar, mengemas kesimpulan dan cerminan masa depan, mensyukuri titik-titik parsial kehidupan.


(bersambung)

8 November 2017

Satu Jam Perjalanan

Sudah terhitung lebih dari setengah tahun aku tidak melihatmu seperti dulu. Sudah lebih dari setengah tahun aku tidak melihatmu bahagia penuh antusias mengabdikan dirimu untuk suatu keikhlasan dan ketulusan. Sepertinya ada sesuatu yang hilang dari dirimu?

Dalam pulangmu setiap malam satu jam perjalanan jauhnya, kamu tidak lagi berbicara padaku tentang kontempelasi kehidupan. Pikiranmu yang dalam dan bermakna dari hari-hari yang kamu jalani. Yang dulu kamu sering lakukan yang sampai rumah kemudian kamu menuliskannya dan mencari cara untuk membantu menyelesaikannya. Yang kamu tuliskan di buku kesukaanmu itu, aku suka nama bukunya: 
Buku Ide/Kontribusi 

Dalam pulangmu setiap malam, aku juga tidak mendengar lagi hatimu sedih saat melihat orang-orang malam itu mengayuh becaknya tanpa ada penumpang di depannya, mendengarmu menggerutu di sepanjang jalan bagaimana cara membantunya, atau keinginanmu agar bisa menjadi penumpang terakhir mereka setidaknya. 

Aku tidak melihat lagi tangan kananmu bersembunyi memberi di antara malam pulangmu kepada mereka orang-orang berpeluh dengan keranjang di depan yang masih penuh, dengan pakaian yang lusuh. Di antara hujan deras kamu dulu sering melihatnya masih dengan bunga-bunga yang belum satupun terjual. Atau melihat yang lain, di tepi jalan dia duduk menekuri keranjang-keranjangnya tidak ada satupun yang berminat, dan saat kamu mendekat terlihat mata yang sangat kelelahan. Aku tidak melihat lagi matamu basah akan kejadian-kejadian itu walaupun dulu malah justru kamu sering mencarinya. 

Aku tidak melihat lagi antusiasme atau sekedar sapaan ramah saat kamu pergi ke pasar, kamu dipanggil sama ibu-ibunya tetapi kamu menjawab sekenanya. Aku tidak melihat lagi tertawa bahagiamu bersama mereka simbah-simbah atau bapak ibu saat kamu mengantar ayahmu kontrol rutin di rumah sakit, karena kamu tidak ikut pergi kesana sekarang. Bahkan, untuk hal yang paling kecil saja aku tidak melihat lagi kamu menonton video favoritmu, kamu bahkan sudah tidak berminat untuk pergi ke Larantuka bertemu Mama Mia, ibu inspirasi Kopernik. 

Ada apa denganmu? 

Aku juga tidak mendengar lagi syukur yang sering kamu sematkan dalam perjalanan satu jammu itu. Syukur akan hidupmu yang ternyata begitu nyaman, yang kamu menyadari bahwa saat ternyaman menjalani semua aktivitasmu masih ada yang berjuang keras hanya untuk makan layak. Dan aku selalu suka kesimpulan dari akhir perjalanan, saat kamu sering berjanji untuk menjalani hari-harimu kedepan sebaik mungkin atas wujud kebersyukuran itu. 

Aku tidak mendengar lagi ajakanmu ke tempat yang sering kamu kunjungi saat penat. Desa yang telah menjadi abdianmu dulu selama setengah tahun. Yang saat kesana di sepanjang jalan tak henti-hentinya kamu bahagia karena merasakan curam naik turunnya jalan tersebut. Tapi aku tau bahagiamu tidak sekedar itu, bahagiamu menemukan tempatmu kembali, menghilang dari rutinitas sejenak, sapaan ramah masyarakat, kelucuan anak-anak.

Apakabar mereka? 
Apakabar kamu?
Kamu kemana selama ini? 

Aku sedih melihatmu akhir-akhir ini, kamu sering takut, terburu-buru, cuek sekali dengan sekitar, pikiranmu penat, kegiatanmu banyak, keinginanmu banyak, egois sekali kamu akhir-akhir ini dengan dirimu sendiri. Kamu mengatur diri terlalu keras, satu jam perjalananmu lebih cepat sekarang karena kamu ingin segera pulang dan menyelesaikan semua. Satu jam perjalananmu hanya diam, atau malah marah, kesal dengan hari yang baru saja kamu jalani. Aku tidak tau ini memang sudah waktunya atau hanya sekedar fase yang harus dijalani sebentar. Tetapi aku rindu, aku rindu sekali dengan salah satu bagianmu yang dulu. 

Hatimu kering.....inginku melunakkannya.

31 Oktober 2017

Being a Woman Engineer

Last night I worked on essays about Women Engineer. Actually, I applied a forum called Women Engineer Unilever Leadership Forum for Indonesian organized by Unilever x WomEng.org  I found this information from Line Group and I feel that I capable to be one of the candidates and why not to try? It doesn't matter if I am not selected, I just like the questions they're given in the application form and I want to repost my application form here. So you can read my opinion about being Woman Engineer as well. Okay thank you, happy reading! :)

Why did you choose to study an engineering-related degree ?


I love math and science especially physics when I was in high school. So that, I was looking for a study that provides me into the practical field and also feeds my curiosity to understand how things work in scientific ways. I am an avid reader and a dreamer, but at the same time I love the security and clarity of science. My parents wanted me to take medicine at the beginning, but I knew that I was not into it. So I decided to choose taking an engineering degree.

Engineering is the field that solves the most impactful of our problems in the world and has the direct impact to the communities, like creating clean energy, detecting cancer, building bridges and so on. I enjoy seeing the first-hand what the engineers are doing, seeing the particular part is going to be used in a space, that one is going to be used to bring clean water to people in the density of desert areas. They are constantly changing the world with inventions and solutions that affect everyone’s lives. Engineers are like the wizards of our society, everyone wants them to fix their problems, and no one is quite sure how they came up with the solution.

I thought that being an engineer is fun because I get to use magic to create things every day. Civil engineering is the best choice for me and it gave me many satisfactions. I realize that this field builds something for people to use for years to come. And when you’re really engrossed in something which you know will make a huge difference to hundreds of thousands of people’s lives for many years to come, I think going off to study can never be anything less than exciting. 


Please describe your future career aspirations and your ideal employer.

I really passionate to do volunteering, almost in my whole-life-college is filled by voluntary activities. And in my way to do that, I've seen many problems in basic human needs that I believe I can provide the solutions which concern towards the problems of clean water and sanitation. Problems ranging from the processing of water resources to the problems of the household wastewater disposal. According to the United Nations, 63 million Indonesian people do not have an access to toilet so they still doing open defecation (BAB) in rivers, lake, and even sea. 

I think this is an important issue that needs to be resolved because it relates to the basic needs and healthy living. One of the personal reasons is I want to learn that the goodwill and having concern is not enough, I need to develop my self further in terms of science, intellectual power, and mastery of technology so that I can implement in an optimal contribution. I want to be a part of solutions in the field of clean water and sanitation problems in my country. I hope that one day I can see Indonesia public health increasing and no more children who are sick with pneumonia or diarrhea just because of the difficulty of access to clean water and sanitation.

My ideal employer is the one who values women engineers in the workplace, it’s mean that they also have a voice and want to feel heard and respected. Bringing women into the workforce is not just about plugging the skills gap. It’s about bringing a more diverse workforce where people can be confident expressing their ideas. It’s about how a more diverse workforce equals a more productive one. 

And also there is an emphasis on work-life-balance, women engineers tend to work hard and willing to put in the hours necessary to achieve the company goals but they do have a family too. I think that they are happier in a work environment where they can work hard, be rewarded and also have the flexible hours to have a life outside of the office. It is my belief that when woman work in an environment that allows them to feel valued, work hard yet have balance and offers opportunities to advance, they can represent the significant competitive advantage.  


Why would you like to participate in the WomEng-Unilever Leadership Program ?

I want to be a part of a movement toward equality and opportunity for women in engineering. A leadership program that provides the resources I need whether I am beginning, resuming, or building my future career. I want to broaden my network, meet as many people as I can who have similar passion in the field of engineering and technology. So that we can share our visions and our missions to make a difference in society. Facing the global issues with the kind of new board-minded, diversity of perspective, and creative solutions also collaborate and make the better world in terms of technology.

And also I want to see by myself that by having more woman an engineering and technology industry will have the stronger community, make more varied, innovative, and gender inclusive products and better serve our world as a hope.


What would you like to learn the most during the WomEng-Unilever Leadership Program?

I want to learn more about practical problems in real life as women engineer with the mentors. Because I know that my university prepares more for the technical challenge than it does the realities of performing at real work I guess.

I want to learn with the mentors about the necessary life and business skills to succeed in the industries, and also how to think through the technical challenge in the field of engineering in real projects. With the diverse background of the field of engineering, I want to know about the facing problems, solutions, and innovations in another field engineering.

okay, soo... are you a woman/female/girl engineer? please share your opinion too :)
These are some TEDxTalks video about the story become a female engineer, really cool! 

Andrea Gonzales, a girl who has a background in computer science build community called Girls Who Codes, and in 17 years old she created a game called Tampon Run, Through Tampon Run and women in the game industry, this girl wants to help us understand that women are ignored as users and creators of technology, and why.




Morgan DiCarlo is an undergraduate Civil Engineering student with a Business Management minor in the Women in Science and Engineering (WISE) Program at Stony Brook University. It is her dream to apply science and math principles to solve global water problems.




Iowa State University Computer Science major Cassidy Williams was often the only girl in the room. She shares her story of pursuing her passion as a model for encouraging women in STEM.




Debbie Sterling is an engineer and founder of GoldieBlox, a toy company out to inspire the next generation of female engineers. She has made it her mission in life to tackle the gender gap in science, technology, engineering and math. She create an engineering toy for girls called GoldieBox



and the one who have a background as woman mechanical engineer pursue her passion in racing and engineering and become a technical engineer at FORMULA SEA team and allowing her to become only the second female Team Lead in the team's 25 year history.. so coool!



15 Oktober 2017

oh this is life

jangan pernah menjadikan dirimu atau merasakan dirimu berada dalam bayang-bayang siapapun, status apapun, instansi apapun. jangan pernah membuat atau merasa dirimu seperti itu. jangan pernah. baik itu di ranah besar maupun kecil sekecil apapun. karena apa? kamu harus berjalan di atas badanmu sendiri, kamu adalah karakter, integritas, value, dan sifat yang kamu bangun, yang kamu ciptakan, yang kamu lakukan sehari-harinya, habit yang selalu kamu jaga. bukan apa yang melekat pada diri kamu. that's not define yourself.


Mari menghidupkan mimpi-mimpi itu lagi :)

25 September 2017

Quarter Life(3)

Beberapa akhir ini memilih untuk diam sejenak tidak terlalu banyak berkomentar tentang hal apapun dan tidak peduli pada apapun, bisa dibilang kehidupan orang lain. Menuju ke fase selanjutnya yang kata orang kehidupan sebenarnya. Tidak sabar menanti. Tetapi juga skripsi manis manja ini tidak mau melepasku cepat-cepat. Namun aku juga yakin tangan-tangan Tuhan sedang memberiku banyak pelajaran di masa ini. Sehingga yasudah ku nikmati saja alur perasaan naik turun ini.

Di sela-sela pengerjaan, aku sadar banyak kekurangan diri. Yang masih perlu diperbaiki. Hati yang masih perlu dibersihkan. Emosi yang masih perlu dikontrol. Tindakan dan ucapan yang perlu dijaga. Nafsu sementara yang sering membutakan. Kemalasan dan ketidakmauan yang menjerumuskan.

Quarter life crisis katanya, semakin banyak hal yang perlu ditoleransikan, diperjuangkan, dikalkulasikan, diintegritaskan, di-yaudah gapapa-kan, diprofessionalkan, dibelajarkan, disalahkan, dijerumuskan, dipilihkan, dan di-masih banyak yang lain.

Beruntung bagiku mengenal banyak orang dari berbagai golongan. Pernah berada pada fase termakan opini yang: 'ah IP gapenting, yang penting organisasi, pengalaman dll, akademik mah ga penting' yang akhirnya beneran organisasi bagus, social skill oke, di-kpft sering denger: 'Hai mbak Hanum!', ya ga sesering ketua BEM. Dulu setuju sama pendapat 'wah IP cuma masuk administrasi dll sebagainya'. Kemudian tiba-tiba semester 5 bertobat, tetapi organisasi/event tetap jalan, dan pada saat itulah baru tau perjuangan mendapat IP bagus itu tidak semudah yang dibayangkan. Dan aku berfikir: 'Gila ya jadi Raka susah juga ternyata' (Raka Bagus Panuntun, temenku lulus 3,5 tahun IPK 3,97) kemudian aku jadi sangat tidak suka dengan opini yang dulu aku percaya, aku ingin sekali bilang dan mendukung orang-orang seperti Raka saat ada yang menyebar opini seperti itu: 'Hei! kamu tidak tau ya perjuangan Raka, atau yang lainnya. Kamu sih belum pernah ngerasain dan coba sendiri!' see aku jadi hormat sama orang-orang seperti Raka karena aku udah tau perjuangan kerasnya.

Pernah juga pada fase anak BEM, yang disebut-sebut anak politik, birokrasi, banyak mikir, banyak omong, tapi cuma omong doang katanya. Dengan anak jurusan misalnya. See, apakah sesempit itu pikiran, kalau saat UKT kalian tidak ada yang memperjuangkan? Itu dulu.

Pernah juga pada fase menjadi anak volunteer, yang disebut: 'ah ga fancy, capek, kamu ngapain nglakuin hal-hal kayak gitu.' ga bersertifikat dan ga berpamor. Tetapi lagi, disaat itulah aku menemukan orang-orang luar biasa yang membuatku berpikir segala status itu tidak penting: status anak ugm, anak teknik, anak rantau, anak biasa, anak founder, anak jabatan dll. Semua hilang oleh pengalaman yang aku rasakan menjadi volunteer di cakupan fakultas, provinsi, nasional. Bertemu dengan orang-orang super kreatif dan tulusnya luar biasa. Boleh jadi salah satu turning point hidupku adalah fase ini.

Pernah juga pada fase anak hunter youth forum, baru aja masih hangat. Awalnya aku yang skeptis sendiri pada mereka-mereka yang sudah berhasil: 'Hmm perasaan mereka pengalamannya ga lebih dari aku tapi kok bisa ya harusnya aku juga bisa.' emang sombong benar padahal belum nyoba. Dan saat nyoba, mulai dari awal bekerja keras hampir 5 bulan lebih untuk mempersiapkan segala requirements. Ternyata kembali lagi, statement itu hilang, baru ngerasain sesulit dan sebekerja keras itu, dalam memenuhi requirement terutama. Percayalah dibalik 1-2 email kata 'Congratulation!' terdapat belasan kali email 'We regret to inform you that..' 'We have selected another qualified applicants..' Lumayan hardcore sih perjuangannya, dari tanggal 2 Januari sehari setelah hari yang biasanya digunakan untuk merenungkan resolusi awal tahun. sampai pada bulan awal Juni pertama kali mendapat email 'Congratulation!', sudah terhitung 15 kali lebih apply youth forum. Belum belajar bahasa inggrisnya, dalam 3 bulan hampir 1 kali dalam 2 minggu ikut TOEFL Simulation, sebulan sekali pasti ikut IELTS simulation Cilacs UII. Tiap bulan ngelist dalam satu folder isinya application form dengan nama file deadline dan eventnya:
'16 May___UNLEASH 2017' '4 April___MaD Forum 2017' dan laiinnya.

Hasilnya?
3 kali lolos sampai tahap akhir, tapi akhirnya 2 yang berangkat ke Denmark dan Hongkong, yang satu lagi harusnya Oktober ini ke Russia tapi bapak ibu mas mbak tidak menyetujui karena harus memprioritaskan skripsi. Sedih ya, tapi gapapa aku ikhlas dan bersyukur.
2 kali interview langsung dan via skype.
1 kali waiting list (update: dapet di Belize, deket pulau Karibia besok November, tapi travelflight bayar sendiri dan mahal)
Gagal? berkali-kali...
Yang niat awalnya: 'aku mau nyoba, aku juga pasti bisa' menjadi 'ya Allah aku bahagia bekerja keras seperti ini, aku belum pernah membuat diriku perlahan keluar dari zona nyaman berusaha menjadi Hanum yang lebih baik dari sebelumnya, alhamdulillah, apapun keputusanMu aku senang telah memilih jalan ini.'

kalaupun kamu gagal atau Allah meridhokan hal lain, setidaknya:


“At times Allah tests us, it is not to reveal our weaknesses, but for us to discover our strengths…” 

"Every struggle in your past has shaped you into the person you are today. Take God's hand and step into your future without fear."

Kemudian sekarang sedang pada masa menjadi mahasiswa yang tidak bisa post di instagram layaknya mahasiswa freshgrad dengan statement: 'Senangnya bisa lulus 4tahun, lulus tepat waktu' '4th yang lalu aku berdiri di sini menerima kuliah pertama kali' dan sebagainya. Padahal masih ada yang lain yang belum mengambil TA bahkan, atau misal John temenku anak Papua yang masih harus memenuhi sks berupa-rupa. Tapi aku juga turut senang melihat mereka yang lulus tepat waktu dan segera untuk menuju ke fase hidup selanjutnya.

Selain itu, sekarang juga tambah kenal dan berteman dengan mas mbak temen-temen yang kalau liat linked-in nya so wow. Atau liat profilenya di google, yaampun mas kok bisa kenal aku dan kemaren ngobrol-ngobrol santai sama aku yang apalah ini. Pada saat itulah aku berpikir pepatah jawa: 'Aja gumunan, aja getunan, aja kagetan, aja aleman'. bukan berarti cuek loh tetapi lebih ke perlakukan semua orang sama, sama baiknya, sama meghargainya, sama berprasangka positifnya, sama mau membantunya, sama mau mendengarkannya dan sama-sama lainnya.

Ada teman bilang:

'Num, kok kamu bisa kenal orang kayak Putri, Mas Nabil, tapi kamu juga punya temen kayak kita yang gini keadaannya ya'

'Iya Hanum tu juga alpha-female, tapi dia beda dengan temen-temenku yg alpha-female lain. Dia masih punya rasa giving, sharing, caring ke yang lain.'

Terus kemudian aku berpikir, iya juga ya, kenapa ya, terus aku sadar, aku dari dulu punya prinsip bahwa jangan meremehkan atau merendahkan orang lain. karena aku dulu atau kapan pernah di posisi tersebut dan it goes nothing. Aku yakin setiap orang itu punya kemampuan, potensi dan kelebihannya masing-masing. Makanya aku selalu mengatakan ke diri sendiri: kamu tidak tau apapun tentang orang lain, dont easy to judge, just keep silent, give smile, and understand what they are talking.'


Hasil gambar untuk iceberg illusion


Seperti iceberg illusion, setiap orang punya apa yang tidak dilihat. Sukses digambar itu menurutku bermacam-macam, bukan hanya soal status sekali lagi, tetapi juga pencapaian/keberhasilan yang lain. Bukan sukses standar sosial biasanya, tetepi lebih ke 'coba kita pahami konteks'. Semisal, aku selalu merasa mbak Mar itu orang yang sukses dalam menghadapi hidupnya. Bekerja menjadi asisten rumah tangga pagi-siang-sore, malemnya kuliah, 5 hari dalam seminggu. Tidak punya orang tua, ayahnya meninggal, ibunya maaf 'gila'. Satu-satunya keluarga hanya adiknya. Hanya untuk dapat smartphone yang bisa buat WA aja nabung berbulan-bulan. Sudah semester 5 sekarang tetapi belum punya laptop, masih nabung. Walaupun dia juga sering ngeluh, tapi sekalipun tidak pernah berhenti bangun paling pagi dan tidur paling malam di keluarga Masku yang mempekerjakannya. Mimpinya Mbak Mar bekerja menjadi pegawai bank dan mendapat gaji tetap, sederhana kan menurutmu? tetapi dibalik itu perjuangan untuk meraihnya lebih keras. Banyak kan yang seperti itu, menurutku setiap orang berhasil/sukses dalam konteksnya masing-masing. Mungkin aku sukses karena fasilitas yang aku punya lebih jumlahnya untuk mengerjakannya, meraihnya, hanya tinggal diri ini mau apa enggak. Sehingga ya banyak faktornya, dan semakin banyak faktor atau fasilitas yang dimiliki seharusnya saat itulah aku merasa bersyukur, dan memanfaatkan hal itu dengan sebaik-baiknya.

8 September 2017

Quarter Life(2)

Hay semua :) 
Aku ingin mencatatkan sebuah pelajaran ini di blog yang sebenernya ini note to myself. Kenapa aku tetep catet diblog soalnya biar aku baca ulang lagi suatu saat kalau lupa hehe. Karena yang sering mengunjungi blogku sendiri pun aku sendiri :)) #sedihya 

Di masa-masa quarter life ini, pasti hati sering banget terbolak-balikkan, selain hati pandangan hidup juga, bener emang antara idealis dan realistis. terkadang kita pada puncak tertinggi idealisme sampai menggebu-nggebu, sampai ambisius banget. Bagus kalau memang kita yakin dengan apa yang kita lakukan. Tapi semua itu sirna saat kamu mulai membandingkannya dengan orang lain, kamu mulai menganggap diri kamu hebat, manusia merdeka, dan bebas lebih dari yang lain yang kamu anggap hanya mengikuti arus dan sebagainya. Dengan kata lain secara tersirat atau bahkan secara lisan kamu mengatakannya: 'ngapain gue jadi pns, gag lah gaji kecil, ngapain aku daftar pns.' semisal. Disaat di sebelahmu ternyata ada yang barusan sebelum kamu masuk bilang mimpinya kerja di Kementrian PUPR dan jadi PNS. kamu po num? enggak bukan aku lulus aja belum kan butuh scan ijazah wkwk ada lah orang lain. Gapapa emang bener kok faktanya, tetapi..jawabnya coba agak lebih selo.. Ada lagi beberapa kejadian serupa saking ambisiusnya bahwa 'aku akan berada pada jalan itu' tetapi dibarengi dengan melawan/merendahkan/menganggap remeh pekerjaan/kegiatan yang lain. See? Respect ga yang mau ngasih rejeki? 

Boleh kok suka banget, bahagia banget atau merasa oh itu jalan hidupku! tetapi pas perjalanan: 
'hey lihat jalan hidupku lebih menarik daripada punyamu, pilihanku lebih nyaman, ah apa itu punyamu.' 
No. di masa-masa quarter life crisis ini aku merasa kata-kata yang keluar dari lisan kita itu adalah doa-doa yang mengiringi usaha. beneran. aku udah liat beberapa kejadian yang dulunya ngomong apa dan bilangnya gimana ternyata berbulan-bulan kemudian semua berubah. Ya bener sih rejeki emang udah ada yang mengatur tetapi pasti juga perlu ditempuh dengan cara yang baik juga kan. Jadi kayak apa ya sekarang itu lebih ke: udaaah selow diem aja, banyak-banyak bersyukur, jaga lisan, pikiran, tindakan, dan hati hanum, you know nothing ttg apapun dan kehidupannya siapapun, yang penting kamu berpegang sama prinsip dan hidupmu :)

Karena bagiku sama sekali tidak ada pekerjaan yang rendah selama pekerjaan itu dilakukan dengan cara dan niat yang baik. Tidak ada. Bagus, pekerjaan apapun yang kamu lakukan. 

Kontraktor, aku kagum sama temen-temenku yang berani masuk sana dan berani untuk ditempatkan di tempat-tempat terpencil. Untuk membantu pemerintah, masyarakat, dan perekonomian Indonesia menjadi lebih maju lagi. Mungkin di Jakarta digembar-gemborkan akan dibangun 16 bendungan mulai tahun 2018 sebagai wujud pelaksanaan NawaCita Jokowi lalalalala tetapi coba 16 itu dikerjakan oleh mereka, orang-orang yang mau melaksanakannya di lapangan. Yang selama ini aku baca di Rencana Jangka Panjang/Pendek Jokowi yang tersemat dalam pdf atau kertas dan temen-temenku adalah orang-orang yang secara nyata mewujudkannya :')

PNS, kemarin aku barusan debat sama mas dan mbakku ngomongin tentang First Travel, siapa yang salah, kenapa bisa kejadian seperti itu, yang berujung pada komentarku: Gila Anisa Hasibuan cerdas dong berarti. Karena jadi sebenernya dia ngejalanin First Travel itu juga dengan strategi ekonomi juga namanya apa gitu kemaren lupa dan ada teorinya cuma emang banyak referensi juga yang mengatakan bahwa strategi investasi seperti itu tidak akan bertahan lama ditambah lagi Anisa Hasibuan yang tamak beli barang-barang mewah, jadilah semua terkuak dan kolaps. Terus pasti kita bakal nyalahin Anisa Hasibuan kan, tetapi masku bilang: ya gabisa serta merta nyalahin dia juga. Coba kita lihat lebih awal lagi. Kenapa First Travel yang kenyataannya cash flownya ga normal itu bisa terus jalan. neraca keuangan yang ga balance itu bisa terus beroperasi. kenapa dia bisa dapet ijin bahkan sampai katanya kalau di perjalanan travelnya dia nyewa pesawat sendiri untuk memberangkatkan umroh. Ada suatu keganjilan kan? Jadi kayak kenapa kita baru aware saat ada banyaak sekali korban-korban terkuak dan kita baru sadar selama ini emang kita kemana? kok ga mencegah? Berarti bisa aja dong regulasinya. Regulatornya selama ini gimana nih, kenapa ada kejadian seperti ini, yang bahkan sampai travel-travel haji lainnya sempet pada lapor dan protes karena first travel matok harga murah banget bahkan dari travel yang murah-murah. mematikan pasar travel yang lain. Nah pada saat itulah: oiya ya regulatornya yaa. Siapa orang-orang pemegang regulasinya? orang PNS. pegawai pemerintahan. Apalagi regulasi-regulasi yang lain birokrasi-birokrasi yang lain, mereka yang megang. Bagus kan pekerjaan yang impactnya buat banyak orang. bahkan langsung ke masyarakat. dan itu regulasi bayangkan peraturan hidup. Keren dan itu adalah pekerjaan dasar yang efektif untuk mewujudkan kesejahteraan, ketertiban umum. 

Peneliti, ini barusan diceritain afra sih tentang dosbingnya yang superr galak tapi juga supeeer pinter ibunya masuk lima ilmuwan wanita indonesia yang mendunia kalau di searching google semua artikel bilang gitu wkwkw. Keren menurutku ibunya, dia penemu bahan gusi palsu dengan harga lebih murah tetapi juga aman, nah dia ahli biomaterial katanya coba searching aja namanya Prof Widowati Siswomihardjo. Aku percaya bahwa salah satu kekuatan dari majunya negara salah satunya adalah inovasi teknologinya. dan orang-orang yang berada dalam ranah itu kereen. kereen banget. jadi kita gaharus ngimpor gusipalsu lagi. 

Kepala Dusun, waah ini pekerjaan keren juga menurutku, banget malah, dedikasinya besar daaaaan dia adalah leader tingkatan terakhir yang langsung nyentuh masyarakat, ya walaupun masih ada ketua RT,RW juga tapi mereka juga keren. Udah banyak nemuin Kepala Dusun berdedikasi tinggi, bersemangat, dan ikhlaas banget hidupnya untuk melayani masyarakatnya, mewujudkan kehidupan yang lebih baik. Bahkan aku pernah baca profil dosenku, guru besar ugm, dosen tertua di sipil, udah dapet satya lencana kesekian, dapet gelar dari paku alam atau keraton atas ilmu dan penemuan-penemuannya. Namanya Prof Sunjoto, kamu tauga umurnya skrg 70th kelahiran 1947 bayangin udah sepuh kan tapi masih semangat ngajar dan aku suka. Di buku yang beliau tulis yang pernah dikasih ke aku itu ada profilnya, beliau bilang kalau selama ini beliau menjadi dosen, peneliti, guru besar dan pekerjaan-pekerjaan yang pernah beliau lakukan diantara itu yang paling beliau sukai adalah menjadi ketua RW hehe. Lucu kaan :' mau se wow apa ternyata beliau sangat menikmati dan suka menjadi ketua RW suka dengan budaya gotong royongnya, musyawarah dll. 

Apalagi yaa, masih banyak kok. menurutku semua pekerjaan yang diniatkan dan dilakukan dengan baik itu ya Baik. Jadi intinya adalah pada masa-masa quarterlife ini emang kita banyak pandangan, hati mudah terbolak-balik, ego naik turun, tetapi jangan sampai membutakan semua ingat quarter life adalah masa-masa perjuangan. semua masih sama-sama belajar, berdoa, berusaha, jadi saling respect aja. Jaga hati, lisan dan tindakan, fokus dan pegang prinsip hidup. 



5 September 2017

Quarter Life

Hay semuanya! Assalamualaykum wr. wb. :)

Aku ingin menumpahkan sedikit pemikiran yang beberapa akhir ini menghantui. Aku berada dalam posisi sebentar lagi umur 22 tahun besok Januari tanggal 16. Di umur dan di keadaan yang ngebut skripsi-pendadaran-graduation kemudian memasuki tahap hidup yang berikutnya yang kata banyak orang welcome to the real world! Mulai banyak orang-orang dewasa terutama kakakku yang ngasih wejangan, atau aku yang nanya-nanya atau aku kepo-kepo dari kakak tingkat dan sebagainya. Tentu hal tersebut membuat diri ini penuh dengan pandangan-pandangan, rujukan, saran, dan ancaman juga ada. Kalau ancaman lebih banyak dari Mas Hendra sih, selama ini aku merasa diancam, always ditanyain next step hidup kayak aku gaboleh hura-hura dikit wkwk :'(

Ada beberapa hal yang baru aku sadari atau baru aku alami, udah tahu sih hal ini bakal terjadi tapi emang secepat ini ya yaitu teman yang semakin sedikit, bahkan enggak ada. Sekarang sedang pada tahap semua berjalan sendiri-sendiri. Benar-benar sendiri. Jujur aku masih ga nyangka sekarang BETUL-BETUL SENDIRI. coba bayangin misal mau makan udah sendiri, belanja sendiri, jalan sendiri, ngapa-ngapain sendiri. wkwkw alay ya, enggak juga sih aku sedih kok temen-temen udah pergi, sedih banget. Sendiri juga dalam artian bahkan untuk jalur track yang mau aku tempuh pun sudah tidak ada teman. misal mau S2 atau magang dulu atau ngapain dulu. Semua orang udah punya tracknya masing-masing.Yaiyalah! Kalau kata mas Chris: ya emang udah waktunya kalau ngikutin arus terus ga maju-maju nanti. Iyasih kalau gerombol terus ga maju-maju, ga mandiri-mandiri.

Kemudian diingetin next step berikutnya yang namanya membangun karir dan keluarga....dapet wejangan banyak dari mas mbak bahkan contoh dari mereka....tapi kadang merasa itu ancaman juga wkwk. beneran, masku pernah bilang: kalau bisa loe tahun depan(2018) S2 kalau bisa di UK atau Jerman, kalau bisa loe abis itu ada pegangan kerja. terus kalau mbakku: kalau bisa kamu nikah sebelum 25 tahun, kalau bisa membangun keluarga dari dini berjuang bersama, intinya kamu selesai dulu sama faktor terbesar quarter life: berkeluarga. Aku setuju sih tentang membangun keluarga sejak dini itu penting apalagi buat perempuan.

Kalau orang tua: udah jadi dosen aja di yogya nungguin orangtua tinggal di yogya. wkwkwk hidup kayak didrive banyak orang heran, apalagi masku itu dia sering mengancam: sehari setelah kamu dapat skl kamu udah bisa cari uang sendiri, mandiri, dan berarti udah ga tergantung sama orang tua lagi apalagi kita(mas mbak)
hmmmmm bener sih..bener banget..makanya kayak sekarang itu mencoba hidup super hemat dan prihatin. dan mikir-mikir keuangan abis dapet skl darimanaaa.
Alhamdulillah beberapa bulan kemarin diberi kesempatan buat menjelajahi 2 negara dalam satu bulan, tentu banyak pandangan, banyak kesempatan juga. Bahkan untuk setelah graduation ada tawaran magang di salah satu perusahaan multinasional konsultan yang pas ditawari ga ngerti itu perusahaan apa dari namanya ga pernah denger tapi pas googling.....speechless. Sama perasaannya mulas kayak pas dapet email congratulation Unleash Denmark, Alhamdulillah. Allah itu Maha Baik banget. emang ada rencana magang di salah satu perusahaan konsultan atau organisasi internasional yang aku kagumi. Tetapi emang mungkin Allah pengen aku magang di tempat lain yang bahkan aku ga tau itu nama perusahaannya awalnya.

Nah terus selain itu aku beberapa akhir ini kepikiran tentang: ternyata bukan masalah speed hidup seseorang tracknya cepat atau lambat. paham ga? maksutku kayak emang hidup ini bukan sprint, bukan tentang cepet-cepetan kayak ngeswipe ig story, bukan tentang udah dapet apa aja sebanyak apa, apalagi membangun karir..tidak serta merta selancar apa yang dipikirin, kalau kata mbakku: Udahlah nanti kamu juga sadar sendiri hidup ga seindah yang kamu bayangin. Terus kemudian berhenti bermimpi? No bukan itu maksutku tapi lebih ke mending kamu sekarang itu posisinya kerjakan apa yang ada, paham ga? yang ada di depan dikerjakan. membangun karir itu ga segampang yang kamu bayangin long term goal. coba dilihat lagi general goalnya. posisikan diri ini sedang belajar, kamu itu masih kecil masih bodoh masih perlu banyak belajar perlu ditempa. bekerjalah dengan ikhlas, kompeten, profesional, dan menjunjung tinggi integritas. seperti yang dibilang Prof Quraish nih
'Para perempuan boleh bekerja dalam berbagai bidang, di dalam ataupun di luar rumahnya, sendiri atau bersama orang lain, dengan lembaga pemerintah maupun swasta. Yang perlu digarisbawahi adalah selama pekerjaan tersebut dilakukannya dalam suasana terhormat, sopan, serta selama mereka dapat memelihara agamanya, serta dapat pula menghindari dampak-dampak negatif dari pekerjaan tersebut terhadap diri dan lingkungannya.'

Kemudian tentang jodoh? udah berdoa, tawakal sama Allah suatu saat akan dipertemukan pada waktu dan orang yang tepat. Percaya aja skenario Allah itu Maha Baik. Paham kok sama apa yang kamu khawatirin di quarter life crisis ini, jodoh, S2, kerja, ya semua orang juga mengalami.
Diantara semua nasehat itu yang paling pasti adalah:
Jangan pernah luntur imannya, kalau bisa tambah deket terus sama Allah, bersyukur, bersedekah, belajar agama terus. Berdoa di setiap jalan, keputusan, keraguan yang kamu alami agar mendapat ridhoNya atau ketetapanNya. Jangan takut, jangan ngeluh, skenario Allah itu dari jalan mana aja, kalau kata mas: Allah itu ga kekurangan skenario untuk ngebales suatu kebaikan dan ketulusan. Baiklah dalam menjalani hidup. Banyak-banyak senyum, santai, dan bahagia dong mbak Hanum, Allah sayang sama Mbak Hanum :)

'Jangan sedih, jangan mengecilkan cita-cita, jangan rendah diri. Berdoa, jangan mudah terbolak-balik hatinya, teguh pendirian dan jangan lupa action'

31 Agustus 2017

"
pada akhirnya passion adalah gairah, perasaan penuh, utuh, dan bersyukur yang kita dapatkan ketika kita melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi banyak orang, sesuatu yang kita cintai.
passion kita dapatkan bukan dari sebuah pencarian, melainkan dari sebuah penemuan. artinya, passion bisa menjadi apa saja, di mana saja, dan kapan saja–yang kita temukan karena kita berada di sana dan dekat dengannya.
passion adalah yang menjadikan diri kita bermanfaat–karena kita sangat andal pada bidang tersebut, atau karena kita berada di dalamnya. artinya, passion tak melulu sesuatu yang menjadi ketertarikan kita, passion adalah hadiah dari ketekunan dan keuletan kita.
passion adalah sesuatu yang begitu kita cintai, bukan karena kita berpikir bahwa kita menyukainya, melainkan karena sesuatu itu kita lakukan dengan mengharap ridho Allah semata.
benarlah apa yang orang bijak bilang: tidak usahlah kamu mengikuti passion-mu. biarkanlah passion yang mengikutimu. lakukanlah kebaikan dengan penuh kecintaan, niscaya passion tumbuh sebagaimana kebahagiaan yang hadir karena hati yang bersyukur dan sabar.
" Source: http://prawitamutia.tumblr.com/

Aku sangat setuju, sesungguhnya jalan-jalan Allah itu sungguhlah yang terbaik dan apa yang perlu kita yakini adalah menjalani hari demi hari penuh dengan kesabaran, kebaikan, dan kebersyukuran. Lakukan yang terbaik karena kita bersyukur, bersyukur akan ilmu yang didapat, kesehatan dan kebugaran jasmani, kemapanan finansial, bukan memaksakan diri yang terbaik karena kita menuntut. Aku sangat percaya Allah itu Maha Mengetahui mimpi-mimpi kecil, gumaman-gumaman kecil, niat-niat kecil, keinginan-keinginan kecil yang walaupun itu hanya aku sampaikan dalam hati. Percaya banget bahkan saat itulah dimana aku menyadari bahwa memang Allah sebaik-baik tempat berpeluh, berdoa, bercerita, dan berpasrah. :)

4 Agustus 2017

hiuhiu


Akan ada suatu masa dimana temen-temen ngapain, ngomongin, ngerjain dan berkutat pada hal apa. Sementara kamu ngapain sendiri, berbeda sendiri. Memang sudah masanya setiap orang punya own path nya masing-masing, setialah dalam perjalanan, jangan hentikan rasa percaya itu mengalir di setiap hari-hari yang kamu jalani.


Percayalah di suatu tempat ada yang sedang berusaha keras menggapai mimpinya
merajut rencana-rencana besar dalam hidupnya
mengambil langkah-langkah kecil konsisten setiap harinya 
menuai kegagalan demi kegagalan sebagai proses pembelajaran
menggumamkan doa dalam setiap sujudnya
kemudian menemukannya di akhir perjalanan
kita tidak tau seberapa besar nafsu jika tidak dikontrol 
tetapi percayalah di sudut kota pada malam hari ada yang sedang melawannya
mendisiplinkan dirinya, menumbuhkan karakternya, mengevaluasi dirinya, 
dengan sedikit hiburan tentunya hehe

Apapun yang kamu lakukan sekarang, niatkanlah dengan baik, kerjakan dengan baik, pikirkan dengan kata-kata baik, lihat dari sisi-sisi yang baik, dan sampaikanlah dengan lisan yang baik.




Alhamdulillah :)
Hanum, H-7 berangkat 12:45 AM Indonesia 4/8/2017


11 Juli 2017

Aku, Kamu, Sipetung, dan Pilihanku.

Tulisan ini akan menjadi tulisan sejenis random curhat, didukung oleh lagunya Tulus dan beberapa lagu melow. Tulisan juga disponsori oleh umur yang sedang berada pada jajakan quarter-life crisis. Saya ingin cerita tentang beberapa hari ke belakang yang telah saya alami beserta insight yang saya dapatkan selama perjalanan. 

Kemarin tanggal 5 Juli saya dan teman-teman KKN pergi ke dusun kami dulu KKN yaitu dusun Tlogopakis, Sipetung, Rowo, dan Kambangan yang letaknya di tengah hutan Petungkriyono. Kalau di google maps cuma ada nama hutannya saja, tidak ada nama kelurahan atau kecamatannya jadi orang akan mengira disitu tidak ada kehidupan padahal nyatanya ada. Perjalanan ini bertujuan untuk sowan ke Pak Bau/Pak Dusun kami mumpung masih Hari Lebaran sekalian temu kangen sama keindahan alam dan kehidupan dusun terpencil tengah hutan tersebut. Awalnya saya tidak konfirmasi untuk ikut tetapi hari sebelumnya saya mendapatkan email undangan untuk mengisi di sebuah Room bernama Ripple Forum yang tersedia besok di Make a Difference Festival 2017 yang akan saya ikuti tanggal 21-23 Juli di Kwai Tsing Theatre, Hongkong. Sangat terharu saat membaca email undangan tersebut karena email tersebut ditulis secara personal oleh panitia yang menyatakan bahwa sangat tertarik dengan cerita saya tentang Project Social di Dusun Sipetung. Untuk tau lebih lanjut tentang project socialnya silahkan klik disini Story of Sipetung Village.



Jadi ceritanya waktu apply Make a Difference program dalam essay personal statement saya menulis tentang salah satu kegiatan yang sedang saya lakukan yaitu project social membantu Pak Bau Sipetung mengolah kopi dengan cara yang lebih modern. Saya menceritakan kondisi dusun Sipetung yang penuh dengan natural resources tetapi sayangnya tidak diolah dengan cara yang modern atau dengan teknologi yang lebih baik sehingga nilai jualnya rendah sekali. Setidaknya sampai level tengkulak masih sangat rendah. Dalam email tersebut panitia ingin mengetahui seberapa besar impact dari bantuan yang telah saya lakukan, berapa orang yang telah berubah hidupnya, berapa pemuda yang mengikuti pelatihan dan sebagainya. Jadi penjelasan yang lebih spesifik tentang dampaknya, dilihat dari measurementnya. Nah akhirnya saya memutuskan untuk ikut sowan buat ngasih tau ke Pak Bau juga tentang kabar baik ini sehingga nanti bisa expand networking, dan produk kopi Sipetung bisa Go International YEAH!. 

Perjalanan saya lakukan dengan Afin(Psikologi), Dafi(Teknik Elektro), Thundra(Elektronika dan Instrumentasi), Dini(Biologi), dan Faisol(Sejarah) naik mobil dengan bapak supir tangguh kami Thundra, Makasih ya Thundra. Oiya menarik kan komposisi asal jurusannya dalam satu mobil itu? Iya menarik sampai sepanjang perjalanan gabosen-bosen ngobrol, debat, sampai bikin marah hahaha. Perjalanan selama hampir kurang lebih 5 jam dari Yogyakarta sampai Pekalongan tepatnya Pasar Doro Pekalongan yaitu pasar sebelum kita memasuki hutan Petungkriyono. Perjalanan melewati hutan Petungkriyono sendiri menghabiskan waktu 2-3jam. Menyenangkan bisa journey lagi lewat hutan perawan yang tampakannya lebih serem dari Taman Safari ini. Jadi Hutan Petungkriyono merupakan salah satu hutan yang masih perawan di Indonesia, maksutnya perawan yaitu hutannya belum pernah terjajah sebelumnya jadi belum pernah ada eksploitasi besar-besaran dan kemudian di reboisasi gitu enggak, jadi benar-benar belum terjamah. Makanya tampakan masuk Hutan Petungkriyono sepanjang perjalanan akan disuguhi pemandangan lebatnya tumbuhan dan pohon-pohon tinggi dengan cabang-cabangnya yang menjuntai. Pokoknya kalau memasuki jalan lewat hutan ini siap aja kendaraan dalam keadaan fit karena kalau tiba-tiba macet di jalan, udah deh wassalam karena sepanjang jalan tidak ada bengkel tidak ada kehidupan. Jarak antara dusun jauuh jauuuh banget. 

Walaupun ga naik Doplak yaitu kendaraan khas Petungkriyono berupa pick up terbuka dengan besi-besi pegangan untuk naik di dalam bak pick up tersebut yang kalau lewat hutan Petungkriyono itu sensasinya sangat menyenangkan seperti naik roller coaster atau seperti sedang rafting jika pas hujan tetapi saya harus tetap menikmati perjalanan menyenangkan ini. Sudah hampir setahun yang lalu saya lewat jalan tersebut. Masih sama suasananya seperti memasuki Taman Safari dengan suara-suara Owa atau Monyet Jawa bahkan sering juga muncul di kanan maupun kiri pandangan mata, atau burung elang yang terbang dengan rendahnya dekat sekali sehingga tampak jelas. Menyenangkan!  

Berkat KKN di Petung saya baru sadar bahwa Indonesia itu kaya sekali, kaya banget malahan. Di Hutan Petungkriyono itu buanyak banget natural resources yang bisa dimanfaatkan dan bisa diolah menjadi suatu komoditas atau produk tertentu. Banyak banget nget. Selain itu kehidupan di desa itu menarik, banyak kegiatan-kegiatan tradisional yang saya penasaran pengen ikutan dan beneran tahun lalu dapat melaksanakannya walaupun cuma satu kegiatan diantara banyak kegiatan lainnya. Kegiatan kayak mencari rumput di hutan untuk pakan ternak, panen cengkeh, memetik kopi di hutan, membuat kolang-kaling, membuat gula aren dan lain-lainnya. Kegiatan yang bisa saya lakukan waktu KKN disana yaitu merumput, ya benar merumput untuk pakan ternak. Soon lah launching cerita pas KKN.

Nah kembali ke awal, pas sampai disana temu kangen dengan keluarga Pak Bau kemudian Pak Bau membawa saya ke LKP Rimba Pelangi diperlihatkan tentang progress dari LKP yang Pak Bau buat. Jadi setahun setelah KKN dan beberapa bulan setelah kejadian ini Si Connector dan Kepala Dusun progress yang dilakukan Pak Bau untuk memajukan masyarakatnya sangat signifikan. Waktu di sana saya senang karena Pak Bau sudah mempunyai alat yang cukup memadai dalam hal pengolahan kopi seperti alat roasting berkapasitas 3-5 kg yang didapat dari teman Pak Bau secara gratis dan ada alat grinder juga yang didapat Pak Bau dari bantuan pemerintah. Tetapi Pak Bau cerita kendala satu-satunya yang dihadapi masih tetap pada pemahaman masyarakat untuk diberi tau bahwa memetik biji kopinya jangan yang biji kopi hijau. Karena kata Pak Bau masyarakatnya pada bilang 'Kalau ga segera dipetik nanti dimakan monyet.' sehingga Pak Bau cukup kesulitan untuk mengolah kopi yang baik dan benar dari awal pengerjaan karena bahannya saja salah yaitu ada biji kopi yang masih hijau.

Kemudian ngobrol hal lain, Pak Bau menunjukkan progress dalam mengolah sirup jahe. Waktu itu Pak Bau juga ngobrolin tentang idenya untuk mengolah kolang-kaling menjadi komoditas yang nilainya lebih tinggi kalau dijual jadi tidak hanya mentah berupa kolang-kaling saja tapi dibuat menjadi kayak nata de coco gitu di bungkus dalam gelas-gelas plastik sehingga bisa dipasarkan.

Seneng sebenernya kalau ngobrol dan ngide sama Pak Bau sekeluarga. Seneng juga ngobrol-ngobrol sama penduduk desa, mbah-mbah, ibu bapak sana tentang apa aja random, saya kalau nanya emang suka random-random. Jadi obrolan seperti: kenapa ya ibu harus merumput tiga kali sehari? Kenapa ya warga sini buat gula arennya sendiri-sendiri kenapa ga buat koperasi atau ukm khusus buat gula aren gitu terstruktur dan terorganisir? Kalau petik kopi dimana mau ikutan bu? Sekarang lagi masa panen apa bu? Loh kenapa bisa jahe sekarang jadi murah banget? Kok bisa jadi busuk-busuk jahenya? Kalau penghasilan hanya dari bertani dan beternak aja terus kebutuhan sehari-hari dari apa dong? Kan panen padi setahun cuma berapa kali? Jual sapi 2 tahun sekali? Kenapa ayam disini tidak dikandang kan jadi kotor tempat sekitarnya? Kenapa itu kepala sapinya besar banget badannya juga besar sih? Jenis sapi apa pak? dan pertanyaan-pertanyaan lainnya.

Nah hal-hal kayak gitulah yang membuat kadang pikiran Hanum ini bisa liar. Liar kemana-mana. Connecting the dots. Di dalam otak kalau liat, dengar dan ngrasain hal-hal kayak gitu bisa muncul: Kenapa ga gini? Kenapa ga dibuat ini aja? Wah harusnya ini bisa dimintain tolong sama (entah temen saya, komunitas yang saya tau, platform yang pernah saya dengar, program pemerintah bagus yang saya tau, dan resources-resources lainnya)? Hmm bisa nih dibuat kayak gitu? dan statemen-statemen liar lain yang penuh di otak tiba-tiba. Yang akhirnya ngebuat saya kadang pusing sendiri karena bingung ngimplementasiinnya gimana hehe. Dan itu sering saya obrolkan juga dengan Pak Bau, dengan menggebu-gebu saya cerita pak kenapa ga gini? Pak kebetulan saya punya kenalan atau saya kebetulan tau ini itu dan sebagainya.

Hal itulah yang membuat diri saya melihat lagi ke dalam inner heart saya, hal-hal fundamental yang core problem nya saya ketahui yang akhirnya menimbulkan suatu statement: sebenernya apa yang ingin saya lakukan, capai, dan kontribusikan dalam hidup saya. Apa yang ingin saya lakukan ke depan. Menjadi apa saya di masa depan saya yang akan saya jalani berpuluh tahun lamanya(InsyaAllah). Dalam ranah hidup seperti apa yang ingin saya selami. Pertanyaan masa depan yang penuh dengan pertimbangan dilihat dari kesenangan saya apa, minat terbesar saya apa, apa yang membuat saya semangat, apa yang membuat saya ingin terus belajar-belajar dan belajar, apa kelemahan dan keunggulan diri saya, dan hal lain-lain. Apa yang saya cari? Apakah saya mencari meaning? atau saya mengejar kecukupan finansial?  Apakah saya memperdalam ilmu? Bahkan sampai pada pertanyaan: kemudian dengan siapa atau emang ada yang mau menjalani hidup seperti mimpi, cita, minat dan kesenangan seperti saya? atau mungkin bisa mungkin perlu melebur tapi toh kalau melebur juga pasti ada cross sectionnya kan?

Ya seperti itulah pertanyaan quarter life crisis. Kenapa saya mempertanyakan hal-hal seperti itu karena di umur seginilah saya akan making big decision yang kalau kata mas saya 20-25 itu saat dimana kamu making decisions dengan speed yang cepat jadi tidak ada kata menyesal, takut, pertimbangan oke sih tapi lebih tekankan pada try, take risk. Apakah saya akan menjadi pekerja profesional? pekerja birokrat? pekerja kontraktor? akademisi? freelancer? expertise? atau malah entrepeneur? sociopreneur? penulis? pekerja seni? daaan masih banyak lagi. Antara realistis atau idealis perlu diperhatikan.

Tapi semua itu sekali lagi kalau menurut saya coba deh mulai dari Connecting the dots. Saya percaya bahwa Allah memberikan titik-titik kehidupan setiap orang yang akhirnya akan bermuara pada suatu jawaban 'untuk apa sebenarnya saya dilahirkan' sebagai apa, dan kenapa, semua itu sudah ditakdirkan oleh Allah dengan goresan penaNya. Karena dengan Connecting the dots insyaAllah keunggulanmu akan terasah dan ketidak-unggulanmu bisa tertutupi atau bisa kamu keep, mungkin untuk orang lain, bukan kah perlu ya saat teamwork?

Dan saat sudah making big decision saya hanya ingin mengatakan pada diri sendiri: Jalani dengan sungguh-sungguh day by day langkah sekecil apapun dengan keyakinan yang besar Allah akan membimbing kamu dengan niat tulusmu menjalani hidup yang lebih baik dan lebih bermanfaat. Jangan hilang bayang-bayang baik itu, mimpi baik yang sudah tergambar jelas dalam nuranimu. Jangan takut berbuat salah, malah justru harus salah, harus beresiko, harus gagal biar tough-nya juga semakin kuat. Setiap pilihan ada konsekuensinya, jalani dengan sabar dan ikhlas jangan pernah berhenti berprasangka baik pada yang Maha Kuasa atas segala.

Makasih sudah baca.
Sangat diharapkan comment nya, mungkin kalian bisa sharing jajakan quarter life crisis seperti apa yang sedang kalian hadapi sehingga kita bisa saling belajar dan berbagi pengalaman serta pandangan :)               


14 Juni 2017

Mobilmu dan Jalan Raya Kita

Perjalanan tadi saat berangkat melihat ada mobil mewah melintas didepanku untuk menyeberang. Mobil mewah yang tentu menunjukkan kebermampuan pemilik mobil tersebut. Sesaat aku berpikir: menyenangkan sekali jika aku punya mobil seperti itu? tentu hidupku akan lebih nyaman, kemanapun aku pergi tubuhku terlindungi dari sengatan matahari, ber-AC pula.

Tetapi kemudian di tepi jalan lain aku melihat becak itu sedang ditiduri oleh pemiliknya. Sejenak angan-angan mobil mewah itu kabur remang-remang dan berganti pada pikiran: 'kasian bapaknya masih setia dengan pekerjaannya yang bahkan sudah tergerus oleh jaman yang serba mudah ini.' Kemudian ku jalankan motor lagi, selama perjalanan aku berpikir. Ternyata gap orang kaya dengan orang miskin di Indonesia itu bener-bener jauh, jauh sekali, dan bertambah lebar. Apakah itu suatu permasalahan? Bisa sih dibilang permasalahan tetapi bisa juga tidak karena hal ini menyangkut urusan personal yaitu pendapatan. Dan itu adalah suatu hak yang dimiliki oleh masing-masing personal tersebut. Jadi ngapain dipermasalahin? Tetapi aku tidak ingin menyoroti tentang itu. Gaya hidup bolehlah memilih masing-masing tetapi aku ingin lebih menyoroti kepada fasilitas publik yang digunakan bersama yaitu jalan raya. 

Pola pikir sederhana yang terjadi di Indonesia adalah seperti ini orang berusaha untuk menjadi kaya, mendapatkan uang sebanyak-banyaknya, dan menjadi bahagia dengan apapun yang bisa dibeli atau didapatkan. Sudah selesai. Banyak orang berpikir gaya hidup seperti itu yang nyaman dan menyenangkan. Tetapi kemudian aku berpikir, is it matter? apa itu suatu keharusan? Maksutku cobalah lihat. Saat kamu keluar rumah dengan mobil mewahmu dengan AC yang menyala mendinginkan tubuhmu membuatmu nyaman tanpa keringat. Sesampainya di jalan raya besar kamu menghadapi kemacetan yang panjang. Ingat saat kamu keluar dengan mobilmu dan kemudian menapaki jalan raya saat itulah kamu menggunakan fasilitas publik. Ingat fasilitas publik. Paham kan publik itu artinya apa?

Kenapa ya orang lebih mempermasalahkan oke aku naik mobil ke tempat kerja biar lebih nyaman, aman, mudah, dan gengsi(?) daripada mempermasalahkan kalau aku naik mobil sementara cuma aku doang penumpangnya kenapa aku ga naik angkutan umum saja ya atau motor mungkin agar space di jalan raya yang fasilitas publik itu bisa lebih luas dan digunakan oleh yang lain? atau yaudah aku mau naik angkutan umum saja biar ga nambah macet terus kalau harus jalan kaki pun akan mengurangi polusi membakar kalori? 

Paham ga maksutku kenapa orang itu matter sama aku beli mobil naik mobil mewah nyaman nih? It's okaay It's okaay. tetapi coba berpikir lagi ada yang lebih matter daripada itu..
Disaat penduduk di negara-negara maju sudah sadar dengan pemahaman fasilitas publik dan kepemilikan barang personal, dan negara-negara tersebut sudah menerapkan banyak sekali teknologi angkutan masal, bahkan sekarang mulai digalakan dengan bahan bakar renewable energy sementara di sini masih mendebatkan: aku mau naik mobil aja panas di luar, toh aku beli sendiri mobilnya...sementara saat dia keluar dan mengemudikan mobilnya, dia menggunakan fasilitas publik: jalan raya. 
terus ada yang bilang: lah aku udah bayar pajak loh
semua orang juga bayar pajak kali.

Sedih sih kadang saat pengemudi mobil mewah lebih di-appreciate 'wah'nya ketimbang orang-orang setia pengguna angkutan umum. Sedih saat orang lebih matter pada urusan personal padahal dia sedang menggunakan fasilitas publik. Sedih juga saat mendapati di kampus sendiri mobil bertebaran dimana saja, termasuk dosen-dosenku juga yang hanya satu penumpang per mobil. Padahal kita belajar sampai larut untuk belajar tentang transportasi, angkutan masal dan perhitungannya pula. 

banyak kok di Indonesia yang masalah remeh lebih penting atau matter dibanding masalah-masalah krusial dan vital untuk kepentingan bersama. atau mendebatkan yang lain, yang sangat tidak lebih penting dan seharusnya sangat tidak perlu untuk diungkit-ungkit secara terus menerus. banyak kan? lagi ngetren malah...hmmmmmmm.....yaudah gapapa namanya juga masyarakat berkembang, sedang berproses. optimis aja :)

   

21 Mei 2017

Random eps.2

Aku orangnya kalau youtube-an suka random. Random banget. Tapi random pada satu jenis topik video yang bisa bikin aku terenyuh, atau kayak 'awww so cute' 'full of kindness' 'what kind of meaningful story'. pokoknya video yang bisa bikin aku kalau nonton itu kayak huhu terharu sekali please. terharu yang bahagia gitu sesuatu yang merecharge sisi humanis dan feminisku. Kalau ga video yang sejenis biasanya video goodnews. Nah padahal video-video kayak gitu susah juga dapetnya atau random munculnya. tiba-tiba ada di home facebook, di timeline twitter, kadang muncul sendiri atau kepikiran cari keyword yang pas di youtube apa yaa. Salah satu keyword yang sering aku tulis di youtube in my spare time gegoleran gitu satu sih yang paling sering yaitu: 'Pregnancy Announcement' ya ini benar. benar sekali. Aku sampe bisa ngabisin waktu berjam-jam cuma nonton Pregnancy Announcement Compilation dari #1 sampai #9 wkwk dan gabosen-bosen. Iya beneran. HAHAHA. aku sendiri juga gapercaya kok bisa :'''
Setiap nonton itu emosinya kayak bisa kerasa banget..aku gapaham sih aku yang lebay atau gimana tapi aku ngerasa ikut larut dalam surprise goodnews itu. Coba deh nonton! tapi awas! it's a trap!

 

20 Mei 2017

Day 6: Menikah dan Berumah Tangga

Hai readers maafkan Hanum ya Day 6 dan 7 nya ke skip dua minggu huhu maaf. tetapi rencananya memang launching #7daysQuranChallenge-nya saya publish seminggu sebelum ramadhan :) Sehingga saya berharap hari-hari kemudian bisa lanjut Quran Challengenya selama bulan Ramadhan dan temen-temen bisa mulai ikutan #OneDayOneHadist atau #OneDayOneIslamicStory atau #OneDayOneDua and etc. Yuk temen-temen mari kita sama-sama meningkatkan semangat iman dan taqwa kita di Bulan yang penuh Keberkahan, menjemput pahala-pahala yang bertebaran dan juga menebarkan kebaikan-kebaikan di Bulan Suci ini :)

Di post kali ini saya akan membahas tentang....jeng jeng... Pernikahan... ya benar. Setelah kemarin dua minggu yang lalu teman saya, Zahratul Iftikar melangsungkan pernikahannya dengan Khoirul Fahmi, saya menjadi tertarik untuk membahas tentang pernikahan ini menurut buku yang saya baca lagi dari M.Quraish Shihab berjudul Perempuan. Temen-temen kalau mau diskusi monggo banget karena memang saya ilmunya juga masih sangat sedikit. Yuk saling belajar menjemput fitrahNya! :)

Post ini akan sangat panjang sepertinya selain karena babnya paling panjang juga karena bab ini paling menarik menurut saya hehehe :)



'Segala sesuatu telah Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat (kebesaran Allah)' (QS. adz-Dzariyat:49)

12 Mei 2017

Project Child Indonesia: Be a Volunteer of Drinking Water Program



Jadi semester ini saya menjadi volunteer di sebuah NGO lokal Yogyakarta namanya Project Child Indonesia (http://volunteer.projectchild.ngo) yaitu sebuah NGO yang fokus geraknya dalam hal kesehatan, lingkungan bersih dan hidup sehat bagi anak-anak Indonesia.
The vision of Project Child is for every child in Indonesia to have the opportunity to learn, to have a healthy start, and to feel supported and secure living in a clean environment that is prepared for natural disasters.
Ada beberapa program yang ditawarkan oleh Project Child Indonesia dalam kegiatan volunteernya. Yang saya ikuti namanya Drinking Water Program. DWP adalah sebuah project dimana PCI mem-provide access to healthy drinking water yang baik untuk diminum langsung di beberapa sekolah binaan PCI.

9 Mei 2017

In Between

ini post purely my personal opinion, sharing insight dari apa yang aku alami beberapa tahun belakang ini, terutama dalam kehidupan kampus hehe, enjoy it, and let's discuss, sangat open dengan opini kalian juga :)

Baru kenal istilah ini beberapa hari yang lalu. Jadi secara awam in between itu sebutan golongan orang-orang antara. Antara si agamis dengan si duniawi, antara akademisi dengan si titip absen setiap hari,  antara si sederhana dengan si sosialita, antara yang suka nongki-nongki dengan yang kuliah-pulang-kuliah pulang, antara yang sibuk kemana-mana rapat dengan yang selonya kebangetan, antara yang si aktivis kontributif dengan yang lurus-lurus aja, dan antara-antara yang lainnya. Aku ga ngejudge salah satu golongan mereka adalah golongan baik dan yang satunya golongan buruk atau yang satu golongan bener dan satunya golongan salah. Karena hidup terlalu sempit kalau hanya dilihat dari kacamata kuda seperti itu.

In between itu orang-orang yang dia bisa adaptif di golongan-golongan yang disebutkan diatas, dalam artian, dia bisa ngobrol dan berinteraksi dengan si agamis tapi ada suatu masa dia juga bisa dengan si duniawi, tetapi dengan kadar yang tidak berlebihan atau tidak terpengaruh secara berlebihan. Jadi kayak it’s okay now im in your circle and I respect it but I also have my own principle and integrity. Inget own, karena setiap orang pasti juga punya their own integrity and principle. In between ini ngejelasin dimana golonganku berada, ini seriously baru sadar pas curhatanku ditanggepin Dina. Kalau ibuku tanggepannya bilang itu termasuk golongan ‘moderate’ ya ditengah-tengah, intinya kamu punya experience bertemu macem-macem golongan orang dan jenisnya.

6 Mei 2017

Day 5: Mengaitkan Target dengan Kehendak Allah


Dalam post kali ini saya tidak berbicara perempuan lagi hehe. sebenarnya ada satu post terakhir tentang perempuan yang saya simpan untuk besok karena kebetulan pada momen yang tepat. Oke pos kali ini purely saya tulis ulang disini karena terlalu bermakna dan singkat jika saya resensi. Pos ini bersumber dari buku karya M. Quraish Shihab dengan judul 'Lentera Al-Qur'an: Kisah dan Hikmah Kehidupan' dalam babnya berjudul Mengaitkan Target dengan Kehendak Allah.

Muhammad Al-Ghazali, seorang ulama Mesir kontemporer, meriwayatkan dalam bukunya Rakaiz Al-Iman (Tiang-Tiang Iman), sebuah dialog antara Ja'far Al-Shadiq (702-765 M) dan seseorang santri bernama 'Unwan yang ketika itu berumur 94 tahun.'

'Ayah siapakah engkau?' tanya Ja'far Al-Shadiq
'Ayah Abdullah,' jawab sang santri. 'Apa maksud kedatanganmu?'
'Semoga tuan berkenan mengajarkan sedikit ilmu tuan kepadaku.'
'Ilmu bukanlah sesuatu yang diperoleh melalui proses belajar mengajar. Tetapi, ilmu adalah cahaya yang dicampakkan Tuhan ke dalam jiwa mereka yang dikehendaki-Nya. Jika engkau menghendaki ilmu, wujudkan terlebih dahulu di dalam dirimu hakikat pengabdian kepada Allah.'
'Apakah hakikat pengabdian itu?'
'Ada tiga macam. Salah satunya adalah tidak memastikan keberhasilan target, tetapi selalu mengaitkannya dengan kehendak Allah.'

5 Mei 2017

Day 4: Pembentukan Watak melalui Perempuan



Banyak Pakar kepribadian yang berkata bahwa kepribadian seseorang terbentuk melalui banyak faktor: ibu, bapak, lingkungan, dan bacaan yang merupakan faktor-faktor utama. Peranan ibu dan bapak bermula sejak dalam kandungan dan berlanjut hingga dewasa atau kepribadian anak terbentuk. Ini karena semua mengakui adanya faktor hereditas yang menurun kepada anak melalui ibu dan bapak bukan hanya fisik tetapi juga psikis. Situasi kejiwaan ibu-bapak saat kandungan juga dapat mempengaruhi anak.

Kalau kita ingin membandingkan peranan ibu dan bapak maka sangat jelas perbedaannya. Walaupun demikian perlu digarisbawahi bahwa bapak tetap dituntut untuk terlibat langsung dalam pendidikan dan pembentukan watak anak-anak. Setiap sosok memiliki sifat, kepribadian, pengetahuan, serta pengalaman yang terbatas dan berbeda-beda sehingga tidak bijaksana membiarkan ibu saja yang memengaruhi anaknya secara penuh.

Bapak dalam konteks pembentukan watak dituntut oleh kitab suci Al-Qur'an untuk mendukung ibu sekaligus memerhatikan anak. Dalam konteks peranan ibu dan bapak, kitab suci Al-Qur'an mengibaratkan bapak sebagai petani yang menanam benih, sedangkan ibu diibaratkan lahan.
'Istr-istri kamu adalah ladang buat kamu' (QS al-Baqarah:223). Betapapun baiknya benih, jika lahannya gersang atau dibiarkan ditumbuhi alang-alang dan diserang oleh hama, buah yang tumbuh tidak akan memuaskan. Walaupun buah telah tumbuh, petani masih dituntuk untuk memerhatikannya, membersihkannya, dan mengemasnya dalam kemasan yang baik dan indah sebelum dibawa ke pasar atau dimanfaatkan.