25 September 2017

Quarter Life(3)

Beberapa akhir ini memilih untuk diam sejenak tidak terlalu banyak berkomentar tentang hal apapun dan tidak peduli pada apapun, bisa dibilang kehidupan orang lain. Menuju ke fase selanjutnya yang kata orang kehidupan sebenarnya. Tidak sabar menanti. Tetapi juga skripsi manis manja ini tidak mau melepasku cepat-cepat. Namun aku juga yakin tangan-tangan Tuhan sedang memberiku banyak pelajaran di masa ini. Sehingga yasudah ku nikmati saja alur perasaan naik turun ini.

Di sela-sela pengerjaan, aku sadar banyak kekurangan diri. Yang masih perlu diperbaiki. Hati yang masih perlu dibersihkan. Emosi yang masih perlu dikontrol. Tindakan dan ucapan yang perlu dijaga. Nafsu sementara yang sering membutakan. Kemalasan dan ketidakmauan yang menjerumuskan.
Quarter life crisis katanya. Bagiku lebih ke mengartikan diri bahwa ada banyak hal yang perlu ditoleransikan, diperjuangkan, dikalkulasikan, diintegritaskan, di-yaudah gapapa-kan, diprofessionalkan, dibelajarkan, disalahkan, dijerumuskan, dipilihkan, dan di-masih banyak yang lain.

Beruntung bagiku mengenal banyak orang dari berbagai banyak golongan. Pernah berada pada fase termakan opini yang: 'ah IP gapenting, yang penting organisasi, pengalaman dll, akademik mah ga penting' yang akhirnya beneran organisasi bagus, social skill oke, di-kpft sering denger: 'Hai mbak Hanum!', ya ga sesering ketua BEM. Dulu setuju sama pendapat 'wah IP cuma masuk administrasi dll sebagainya'. Kemudian tiba-tiba semester 5 bertobat, tetapi organisasi/event tetap jalan, dan pada saat itulah baru tau perjuangan mendapat IP bagus itu tidak semudah yang dibayangkan. Dan aku berfikir: 'Gila ya jadi Raka susah juga ternyata' (Raka temenku lulus 3,5 tahun IPK 3,97) kemudian aku jadi sangat tidak suka dengan opini yang dulu aku percaya, aku ingin sekali bilang dan mendukung orang-orang seperti Raka saat ada yang menyebar opini seperti itu: 'Hey kamu tidak tau ya perjuangan Raka, atau yang lainnya. Kamu sih belum pernah ngerasain dan coba sendiri.' see aku jadi hormat sama orang-orang seperti Raka karena aku udah tau perjuangan kerasnya.
Pernah juga pada fase anak BEM, yang disebut-sebut anak politik, birokrasi, banyak mikir, banyak omong, tapi cuma omong doang katanya. Dengan anak jurusan misalnya. See apakah sesempit itu pikiran, kalau saat UKT kalian tidak ada yang memperjuangkan?. Itu dulu.

Pernah juga pada fase anak volunteer, yang disebut: 'ah ga fancy, capek, kamu ngapain nglakuin hal-hal kayak gitu.' ga bersertifikat dan ga berpamor. Tetapi lagi, see disaat itulah aku menemukan orang-orang luar biasa yang membuatku berpikir segala status itu tidak penting: status anak ugm, anak teknik, anak rantau, anak biasa, anak founder, anak jabatan dll. Semua hilang oleh pengalaman yang aku rasakan menjadi volunteer di cakupan fakultas, provinsi, nasional. Bertemu dengan orang-orang super kreatif dan tulusnya luar biasa.

Pernah juga pada fase anak hunter youth forum, baru aja masih hangat. Awalnya aku yang skeptis sendiri pada mereka: 'Hmm perasaan mereka pengalamannya ga lebih dari aku tapi kok bisa ya harusnya aku juga bisa.' emang sombong benar padahal belum nyoba. Dan saat nyoba, mulai dari awal bekerja keras hampir 5 bulan lebih untuk mempersiapkan segala requirements. Ternyata kembali lagi, statement itu hilang, baru ngerasain sesulit dan sebekerja keras itu. Dalam memenuhi requirement terutama. Percayalah dibalik 1-2 email kata 'Congratulation!' terdapat belasan bahkan puluhan kali email 'We regret to inform you that..' 'We have selected another qualified applicants..'.
Dan sekarang sedang pada masa menjadi mahasiswa yang tidak bisa post di instagram layaknya anak jaman sekarang dengan statement: 'Senangnya bisa lulus 4tahun, lulus tepat waktu' '4th yang lalu aku berdiri di sini menerima kuliah pertama kali' dan sebagainya. Padahal masih ada yang lain yang belum ngambil TA bahkan, atau misal John temenku anak Papua yang masih harus memenuhi sks berupa-rupa. Tapi aku juga turut senang melihat mereka yang lulus tepat waktu dan segera untuk menuju ke fase hidup selanjutnya.

Disisi lain sekarang juga kenal dan berteman dengan mas mbak temen-temen yang kalau liat linked-in nya so wow. Atau liat profilenya di google, yaampun mas kok bisa kenal aku dan kemaren ngobrol-ngobrol santai sama aku yang apalah ini. Pada saat itulah aku berpikir pepatah jawa: 'Aja gumunan, aja getunan, aja kagetan, aja aleman'. bukan berarti cuek loh tetapi lebih ke perlakukan semua orang sama, sama baiknya, sama meghargainya, sama berprasangka positifnya, sama mau membantunya, sama mau mendengarkannya dan sama-sama lainnya.

Ada teman bilang:
'kok kamu bisa kenal orang kayak Putri, Mas Nabil, tapi kamu juga punya temen kayak kita yang gini keadaannya'
'Iya Hanum tu juga alpha-female, tapi dia beda dengan temen-temenku yg alpha-female lain. Dia masih punya rasa giving, sharing, caring ke yang lain.'
terus kemudian aku berpikir, iya juga ya, kenapa ya, terus aku sadar, aku dari dulu punya prinsip bahwa jangan meremehkan atau merendahkan orang lain. karena aku dulu atau kapan pernah di posisi tersebut dan it goes nothing. Aku yakin setiap orang itu punya kemampuan, potensi dan kelebihannya masing-masing. Makanya aku selalu mengatakan ke diri sendiri: kamu tidak tau apapun tentang orang lain, dont easy to judge, just keep silent, give smile, and understand what they are talking.'



Hasil gambar untuk iceberg illusion


Seperti iceberg illusion ini, setiap orang punya apa yang tidak dilihat. Sukses digambar itu menurutku bermacam-macam, bukan hanya soal status sekali lagi, tetapi juga pencapaian/keberhasilan yang lain. Bukan sukses standar sosial biasanya, tetepi lebih ke 'coba kita pahami konteks'. Semisal, aku selalu merasa mbak Mar itu orang yang sukses dalam menghadapi hidupnya. Bekerja menjadi asisten rumah tangga pagi-siang-sore, malemnya kuliah, 5 hari dalam seminggu. Tidak punya orang tua, ayahnya meninggal, ibunya maaf 'gila'. Satu-satunya keluarga hanya adiknya. Hanya untuk dapat smartphone yang bisa buat WA aja nabung berbulan-bulan. Sudah semester 5 sekarang tetapi belum punya laptop, masih nabung. Walaupun dia juga sering ngeluh, tapi sekalipun tidak pernah berhenti bangun paling pagi dan tidur paling malam di keluarga Masku yang mempekerjakannya. Mimpinya Mbak Mar bekerja menjadi pegawai bank dan mendapat gaji tetap, sederhana kan menurutmu? tetapi dibalik itu perjuangan untuk meraihnya lebih keras. Banyak kan yang seperti itu, menurutku setiap orang berhasil/sukses dalam konteksnya masing-masing. Mungkin aku sukses karena fasilitas yang aku punya lebih jumlahnya untuk mengerjakannya, meraihnya, hanya tinggal diri ini mau apa enggak. Sehingga ya banyak faktornya, dan semakin banyak faktor atau fasilitas yang dimiliki seharusnya saat itulah aku merasa bersyukur, dan memanfaatkan hal itu dengan sebaik-baiknya.





8 September 2017

Quarter Life(2)

Hay semua :) 
Aku ingin mencatatkan sebuah pelajaran ini di blog yang sebenernya ini note to myself. Kenapa aku tetep catet diblog soalnya biar aku baca ulang lagi suatu saat kalau lupa hehe. Karena yang sering mengunjungi blogku sendiri pun aku sendiri :)) #sedihya 

Di masa-masa quarter life ini, pasti hati sering banget terbolak-balikkan, selain hati pandangan hidup juga, bener emang antara idealis dan realistis. terkadang kita pada puncak tertinggi idealisme sampai menggebu-nggebu, sampai ambisius banget. Bagus kalau memang kita yakin dengan apa yang kita lakukan. Tapi semua itu sirna saat kamu mulai membandingkannya dengan orang lain, kamu mulai menganggap diri kamu hebat, manusia merdeka, dan bebas lebih dari yang lain yang kamu anggap hanya mengikuti arus dan sebagainya. Dengan kata lain secara tersirat atau bahkan secara lisan kamu mengatakannya: 'ngapain gue jadi pns, gag lah gaji kecil, ngapain aku daftar pns.' semisal. Disaat di sebelahmu ternyata ada yang barusan sebelum kamu masuk bilang mimpinya kerja di Kementrian PUPR dan jadi PNS. kamu po num? enggak bukan aku lulus aja belum kan butuh scan ijazah wkwk ada lah orang lain. Gapapa emang bener kok faktanya, tetapi..jawabnya coba agak lebih selo.. Ada lagi beberapa kejadian serupa saking ambisiusnya bahwa 'aku akan berada pada jalan itu' tetapi dibarengi dengan melawan/merendahkan/menganggap remeh pekerjaan/kegiatan yang lain. See? Respect ga yang mau ngasih rejeki? 

Boleh kok suka banget, bahagia banget atau merasa oh itu jalan hidupku! tetapi pas perjalanan: 
'hey lihat jalan hidupku lebih menarik daripada punyamu, pilihanku lebih nyaman, ah apa itu punyamu.' 
No. di masa-masa quarter life crisis ini aku merasa kata-kata yang keluar dari lisan kita itu adalah doa-doa yang mengiringi usaha. beneran. aku udah liat beberapa kejadian yang dulunya ngomong apa dan bilangnya gimana ternyata berbulan-bulan kemudian semua berubah. Ya bener sih rejeki emang udah ada yang mengatur tetapi pasti juga perlu ditempuh dengan cara yang baik juga kan. Jadi kayak apa ya sekarang itu lebih ke: udaaah selow diem aja, banyak-banyak bersyukur, jaga lisan, pikiran, tindakan, dan hati hanum, you know nothing ttg apapun dan kehidupannya siapapun, yang penting kamu berpegang sama prinsip dan hidupmu :)

Karena bagiku sama sekali tidak ada pekerjaan yang rendah selama pekerjaan itu dilakukan dengan cara dan niat yang baik. Tidak ada. Bagus, pekerjaan apapun yang kamu lakukan. 

Kontraktor, aku kagum sama temen-temenku yang berani masuk sana dan berani untuk ditempatkan di tempat-tempat terpencil. Untuk membantu pemerintah, masyarakat, dan perekonomian Indonesia menjadi lebih maju lagi. Mungkin di Jakarta digembar-gemborkan akan dibangun 16 bendungan mulai tahun 2018 sebagai wujud pelaksanaan NawaCita Jokowi lalalalala tetapi coba 16 itu dikerjakan oleh mereka, orang-orang yang mau melaksanakannya di lapangan. Yang selama ini aku baca di Rencana Jangka Panjang/Pendek Jokowi yang tersemat dalam pdf atau kertas dan temen-temenku adalah orang-orang yang secara nyata mewujudkannya :')

PNS, kemarin aku barusan debat sama mas dan mbakku ngomongin tentang First Travel, siapa yang salah, kenapa bisa kejadian seperti itu, yang berujung pada komentarku: Gila Anisa Hasibuan cerdas dong berarti. Karena jadi sebenernya dia ngejalanin First Travel itu juga dengan strategi ekonomi juga namanya apa gitu kemaren lupa dan ada teorinya cuma emang banyak referensi juga yang mengatakan bahwa strategi investasi seperti itu tidak akan bertahan lama ditambah lagi Anisa Hasibuan yang tamak beli barang-barang mewah, jadilah semua terkuak dan kolaps. Terus pasti kita bakal nyalahin Anisa Hasibuan kan, tetapi masku bilang: ya gabisa serta merta nyalahin dia juga. Coba kita lihat lebih awal lagi. Kenapa First Travel yang kenyataannya cash flownya ga normal itu bisa terus jalan. neraca keuangan yang ga balance itu bisa terus beroperasi. kenapa dia bisa dapet ijin bahkan sampai katanya kalau di perjalanan travelnya dia nyewa pesawat sendiri untuk memberangkatkan umroh. Ada suatu keganjilan kan? Jadi kayak kenapa kita baru aware saat ada banyaak sekali korban-korban terkuak dan kita baru sadar selama ini emang kita kemana? kok ga mencegah? Berarti bisa aja dong regulasinya. Regulatornya selama ini gimana nih, kenapa ada kejadian seperti ini, yang bahkan sampai travel-travel haji lainnya sempet pada lapor dan protes karena first travel matok harga murah banget bahkan dari travel yang murah-murah. mematikan pasar travel yang lain. Nah pada saat itulah: oiya ya regulatornya yaa. Siapa orang-orang pemegang regulasinya? orang PNS. pegawai pemerintahan. Apalagi regulasi-regulasi yang lain birokrasi-birokrasi yang lain, mereka yang megang. Bagus kan pekerjaan yang impactnya buat banyak orang. bahkan langsung ke masyarakat. dan itu regulasi bayangkan peraturan hidup. Keren dan itu adalah pekerjaan dasar yang efektif untuk mewujudkan kesejahteraan, ketertiban umum. 

Peneliti, ini barusan diceritain afra sih tentang dosbingnya yang superr galak tapi juga supeeer pinter ibunya masuk lima ilmuwan wanita indonesia yang mendunia kalau di searching google semua artikel bilang gitu wkwkw. Keren menurutku ibunya, dia penemu bahan gusi palsu dengan harga lebih murah tetapi juga aman, nah dia ahli biomaterial katanya coba searching aja namanya Prof Widowati Siswomihardjo. Aku percaya bahwa salah satu kekuatan dari majunya negara salah satunya adalah inovasi teknologinya. dan orang-orang yang berada dalam ranah itu kereen. kereen banget. jadi kita gaharus ngimpor gusipalsu lagi. 

Kepala Dusun, waah ini pekerjaan keren juga menurutku, banget malah, dedikasinya besar daaaaan dia adalah leader tingkatan terakhir yang langsung nyentuh masyarakat, ya walaupun masih ada ketua RT,RW juga tapi mereka juga keren. Udah banyak nemuin Kepala Dusun berdedikasi tinggi, bersemangat, dan ikhlaas banget hidupnya untuk melayani masyarakatnya, mewujudkan kehidupan yang lebih baik. Bahkan aku pernah baca profil dosenku, guru besar ugm, dosen tertua di sipil, udah dapet satya lencana kesekian, dapet gelar dari paku alam atau keraton atas ilmu dan penemuan-penemuannya. Namanya Prof Sunjoto, kamu tauga umurnya skrg 70th kelahiran 1947 bayangin udah sepuh kan tapi masih semangat ngajar dan aku suka. Di buku yang beliau tulis yang pernah dikasih ke aku itu ada profilnya, beliau bilang kalau selama ini beliau menjadi dosen, peneliti, guru besar dan pekerjaan-pekerjaan yang pernah beliau lakukan diantara itu yang paling beliau sukai adalah menjadi ketua RW hehe. Lucu kaan :' mau se wow apa ternyata beliau sangat menikmati dan suka menjadi ketua RW suka dengan budaya gotong royongnya, musyawarah dll. 

Apalagi yaa, masih banyak kok. menurutku semua pekerjaan yang diniatkan dan dilakukan dengan baik itu ya Baik. Jadi intinya adalah pada masa-masa quarterlife ini emang kita banyak pandangan, hati mudah terbolak-balik, ego naik turun, tetapi jangan sampai membutakan semua ingat quarter life adalah masa-masa perjuangan. semua masih sama-sama belajar, berdoa, berusaha, jadi saling respect aja. Jaga hati, lisan dan tindakan, fokus dan pegang prinsip hidup. 



5 September 2017

Quarter Life

Hay semuanya! Assalamualaykum wr. wb. :)

Aku ingin menumpahkan sedikit pemikiran yang beberapa akhir ini menghantui. Aku berada dalam posisi sebentar lagi umur 22 tahun besok Januari tanggal 16. Di umur dan di keadaan yang ngebut skripsi-pendadaran-graduation kemudian memasuki tahap hidup yang berikutnya yang kata banyak orang welcome to the real world! Mulai banyak orang-orang dewasa terutama kakakku yang ngasih wejangan, atau aku yang nanya-nanya atau aku kepo-kepo dari kakak tingkat dan sebagainya. Tentu hal tersebut membuat diri ini penuh dengan pandangan-pandangan, rujukan, saran, dan ancaman juga ada. Kalau ancaman lebih banyak dari Mas Hendra sih, selama ini aku merasa diancam, always ditanyain next step hidup kayak aku gaboleh hura-hura dikit wkwk :'(

Ada beberapa hal yang baru aku sadari atau baru aku alami, udah tahu sih hal ini bakal terjadi tapi emang secepat ini ya yaitu teman yang semakin sedikit, bahkan enggak ada. Sekarang sedang pada tahap semua berjalan sendiri-sendiri. Benar-benar sendiri. Jujur aku masih ga nyangka sekarang BETUL-BETUL SENDIRI. coba bayangin misal mau makan udah sendiri, belanja sendiri, jalan sendiri, ngapa-ngapain sendiri. wkwkw alay ya, enggak juga sih aku sedih kok temen-temen udah pergi, sedih banget. Sendiri juga dalam artian bahkan untuk jalur track yang mau aku tempuh pun sudah tidak ada teman. misal mau S2 atau magang dulu atau ngapain dulu. Semua orang udah punya tracknya masing-masing.Yaiyalah! Kalau kata mas Chris: ya emang udah waktunya kalau ngikutin arus terus ga maju-maju nanti. Iyasih kalau gerombol terus ga maju-maju, ga mandiri-mandiri.

Kemudian diingetin next step berikutnya yang namanya membangun karir dan keluarga....dapet wejangan banyak dari mas mbak bahkan contoh dari mereka....tapi kadang merasa itu ancaman juga wkwk. beneran, masku pernah bilang: kalau bisa loe tahun depan(2018) S2 kalau bisa di UK atau Jerman, kalau bisa loe abis itu ada pegangan kerja. terus kalau mbakku: kalau bisa kamu nikah sebelum 25 tahun, kalau bisa membangun keluarga dari dini berjuang bersama, intinya kamu selesai dulu sama faktor terbesar quarter life: berkeluarga. Aku setuju sih tentang membangun keluarga sejak dini itu penting apalagi buat perempuan.

Kalau orang tua: udah jadi dosen aja di yogya nungguin orangtua tinggal di yogya. wkwkwk hidup kayak didrive banyak orang heran, apalagi masku itu dia sering mengancam: sehari setelah kamu dapat skl kamu udah bisa cari uang sendiri, mandiri, dan berarti udah ga tergantung sama orang tua lagi apalagi kita(mas mbak)
hmmmmm bener sih..bener banget..makanya kayak sekarang itu mencoba hidup super hemat dan prihatin. dan mikir-mikir keuangan abis dapet skl darimanaaa.
Alhamdulillah beberapa bulan kemarin diberi kesempatan buat menjelajahi 2 negara dalam satu bulan, tentu banyak pandangan, banyak kesempatan juga. Bahkan untuk setelah graduation ada tawaran magang di salah satu perusahaan multinasional konsultan yang pas ditawari ga ngerti itu perusahaan apa dari namanya ga pernah denger tapi pas googling.....speechless. Sama perasaannya mulas kayak pas dapet email congratulation Unleash Denmark, Alhamdulillah. Allah itu Maha Baik banget. emang ada rencana magang di salah satu perusahaan konsultan atau organisasi internasional yang aku kagumi. Tetapi emang mungkin Allah pengen aku magang di tempat lain yang bahkan aku ga tau itu nama perusahaannya awalnya.

Nah terus selain itu aku beberapa akhir ini kepikiran tentang: ternyata bukan masalah speed hidup seseorang tracknya cepat atau lambat. paham ga? maksutku kayak emang hidup ini bukan sprint, bukan tentang cepet-cepetan kayak ngeswipe ig story, bukan tentang udah dapet apa aja sebanyak apa, apalagi membangun karir..tidak serta merta selancar apa yang dipikirin, kalau kata mbakku: Udahlah nanti kamu juga sadar sendiri hidup ga seindah yang kamu bayangin. Terus kemudian berhenti bermimpi? No bukan itu maksutku tapi lebih ke mending kamu sekarang itu posisinya kerjakan apa yang ada, paham ga? yang ada di depan dikerjakan. membangun karir itu ga segampang yang kamu bayangin long term goal. coba dilihat lagi general goalnya. posisikan diri ini sedang belajar, kamu itu masih kecil masih bodoh masih perlu banyak belajar perlu ditempa. bekerjalah dengan ikhlas, kompeten, profesional, dan menjunjung tinggi integritas. seperti yang dibilang Prof Quraish nih
'Para perempuan boleh bekerja dalam berbagai bidang, di dalam ataupun di luar rumahnya, sendiri atau bersama orang lain, dengan lembaga pemerintah maupun swasta. Yang perlu digarisbawahi adalah selama pekerjaan tersebut dilakukannya dalam suasana terhormat, sopan, serta selama mereka dapat memelihara agamanya, serta dapat pula menghindari dampak-dampak negatif dari pekerjaan tersebut terhadap diri dan lingkungannya.'

Kemudian tentang jodoh? udah berdoa, tawakal sama Allah suatu saat akan dipertemukan pada waktu dan orang yang tepat. Percaya aja skenario Allah itu Maha Baik. Paham kok sama apa yang kamu khawatirin di quarter life crisis ini, jodoh, S2, kerja, ya semua orang juga mengalami.
Diantara semua nasehat itu yang paling pasti adalah:
Jangan pernah luntur imannya, kalau bisa tambah deket terus sama Allah, bersyukur, bersedekah, belajar agama terus. Berdoa di setiap jalan, keputusan, keraguan yang kamu alami agar mendapat ridhoNya atau ketetapanNya. Jangan takut, jangan ngeluh, skenario Allah itu dari jalan mana aja, kalau kata mas: Allah itu ga kekurangan skenario untuk ngebales suatu kebaikan dan ketulusan. Baiklah dalam menjalani hidup. Banyak-banyak senyum, santai, dan bahagia dong mbak Hanum, Allah sayang sama Mbak Hanum :)

'Jangan sedih, jangan mengecilkan cita-cita, jangan rendah diri. Berdoa, jangan mudah terbolak-balik hatinya, teguh pendirian dan jangan lupa action'

4 Agustus 2017

hiuhiu


Akan ada suatu masa dimana temen-temen ngapain, ngomongin, ngerjain dan berkutat pada hal apa. Sementara kamu ngapain sendiri, berbeda sendiri. Memang sudah masanya setiap orang punya own path nya masing-masing, setialah dalam perjalanan, jangan hentikan rasa percaya itu mengalir di setiap hari-hari yang kamu jalani.


Percayalah di suatu tempat ada yang sedang berusaha keras menggapai mimpinya
merajut rencana-rencana besar dalam hidupnya
mengambil langkah-langkah kecil konsisten setiap harinya 
menuai kegagalan demi kegagalan sebagai proses pembelajaran
menggumamkan doa dalam setiap sujudnya
kemudian menemukannya di akhir perjalanan
kita tidak tau seberapa besar nafsu jika tidak dikontrol 
tetapi percayalah di sudut kota pada malam hari ada yang sedang melawannya
mendisiplinkan dirinya, menumbuhkan karakternya, mengevaluasi dirinya, 
dengan sedikit hiburan tentunya hehe

Apapun yang kamu lakukan sekarang, niatkanlah dengan baik, kerjakan dengan baik, pikirkan dengan kata-kata baik, lihat dari sisi-sisi yang baik, dan sampaikanlah dengan lisan yang baik.




Alhamdulillah :)
Hanum, H-7 berangkat 12:45 AM Indonesia 4/8/2017


11 Juli 2017

Aku, Kamu, Sipetung, dan Pilihanku.

Tulisan ini akan menjadi tulisan sejenis random curhat, didukung oleh lagunya Tulus dan beberapa lagu melow. Tulisan juga disponsori oleh umur yang sedang berada pada jajakan quarter-life crisis. Saya ingin cerita tentang beberapa hari ke belakang yang telah saya alami beserta insight yang saya dapatkan selama perjalanan. 

Kemarin tanggal 5 Juli saya dan teman-teman KKN pergi ke dusun kami dulu KKN yaitu dusun Tlogopakis, Sipetung, Rowo, dan Kambangan yang letaknya di tengah hutan Petungkriyono. Kalau di google maps cuma ada nama hutannya saja, tidak ada nama kelurahan atau kecamatannya jadi orang akan mengira disitu tidak ada kehidupan padahal nyatanya ada. Perjalanan ini bertujuan untuk sowan ke Pak Bau/Pak Dusun kami mumpung masih Hari Lebaran sekalian temu kangen sama keindahan alam dan kehidupan dusun terpencil tengah hutan tersebut. Awalnya saya tidak konfirmasi untuk ikut tetapi hari sebelumnya saya mendapatkan email undangan untuk mengisi di sebuah Room bernama Ripple Forum yang tersedia besok di Make a Difference Festival 2017 yang akan saya ikuti tanggal 21-23 Juli di Kwai Tsing Theatre, Hongkong. Sangat terharu saat membaca email undangan tersebut karena email tersebut ditulis secara personal oleh panitia yang menyatakan bahwa sangat tertarik dengan cerita saya tentang Project Social di Dusun Sipetung. Untuk tau lebih lanjut tentang project socialnya silahkan klik disini Story of Sipetung Village.



Jadi ceritanya waktu apply Make a Difference program dalam essay personal statement saya menulis tentang salah satu kegiatan yang sedang saya lakukan yaitu project social membantu Pak Bau Sipetung mengolah kopi dengan cara yang lebih modern. Saya menceritakan kondisi dusun Sipetung yang penuh dengan natural resources tetapi sayangnya tidak diolah dengan cara yang modern atau dengan teknologi yang lebih baik sehingga nilai jualnya rendah sekali. Setidaknya sampai level tengkulak masih sangat rendah. Dalam email tersebut panitia ingin mengetahui seberapa besar impact dari bantuan yang telah saya lakukan, berapa orang yang telah berubah hidupnya, berapa pemuda yang mengikuti pelatihan dan sebagainya. Jadi penjelasan yang lebih spesifik tentang dampaknya, dilihat dari measurementnya. Nah akhirnya saya memutuskan untuk ikut sowan buat ngasih tau ke Pak Bau juga tentang kabar baik ini sehingga nanti bisa expand networking, dan produk kopi Sipetung bisa Go International YEAH!. 

Perjalanan saya lakukan dengan Afin(Psikologi), Dafi(Teknik Elektro), Thundra(Elektronika dan Instrumentasi), Dini(Biologi), dan Faisol(Sejarah) naik mobil dengan bapak supir tangguh kami Thundra, Makasih ya Thundra. Oiya menarik kan komposisi asal jurusannya dalam satu mobil itu? Iya menarik sampai sepanjang perjalanan gabosen-bosen ngobrol, debat, sampai bikin marah hahaha. Perjalanan selama hampir kurang lebih 5 jam dari Yogyakarta sampai Pekalongan tepatnya Pasar Doro Pekalongan yaitu pasar sebelum kita memasuki hutan Petungkriyono. Perjalanan melewati hutan Petungkriyono sendiri menghabiskan waktu 2-3jam. Menyenangkan bisa journey lagi lewat hutan perawan yang tampakannya lebih serem dari Taman Safari ini. Jadi Hutan Petungkriyono merupakan salah satu hutan yang masih perawan di Indonesia, maksutnya perawan yaitu hutannya belum pernah terjajah sebelumnya jadi belum pernah ada eksploitasi besar-besaran dan kemudian di reboisasi gitu enggak, jadi benar-benar belum terjamah. Makanya tampakan masuk Hutan Petungkriyono sepanjang perjalanan akan disuguhi pemandangan lebatnya tumbuhan dan pohon-pohon tinggi dengan cabang-cabangnya yang menjuntai. Pokoknya kalau memasuki jalan lewat hutan ini siap aja kendaraan dalam keadaan fit karena kalau tiba-tiba macet di jalan, udah deh wassalam karena sepanjang jalan tidak ada bengkel tidak ada kehidupan. Jarak antara dusun jauuh jauuuh banget. 

Walaupun ga naik Doplak yaitu kendaraan khas Petungkriyono berupa pick up terbuka dengan besi-besi pegangan untuk naik di dalam bak pick up tersebut yang kalau lewat hutan Petungkriyono itu sensasinya sangat menyenangkan seperti naik roller coaster atau seperti sedang rafting jika pas hujan tetapi saya harus tetap menikmati perjalanan menyenangkan ini. Sudah hampir setahun yang lalu saya lewat jalan tersebut. Masih sama suasananya seperti memasuki Taman Safari dengan suara-suara Owa atau Monyet Jawa bahkan sering juga muncul di kanan maupun kiri pandangan mata, atau burung elang yang terbang dengan rendahnya dekat sekali sehingga tampak jelas. Menyenangkan!  

Berkat KKN di Petung saya baru sadar bahwa Indonesia itu kaya sekali, kaya banget malahan. Di Hutan Petungkriyono itu buanyak banget natural resources yang bisa dimanfaatkan dan bisa diolah menjadi suatu komoditas atau produk tertentu. Banyak banget nget. Selain itu kehidupan di desa itu menarik, banyak kegiatan-kegiatan tradisional yang saya penasaran pengen ikutan dan beneran tahun lalu dapat melaksanakannya walaupun cuma satu kegiatan diantara banyak kegiatan lainnya. Kegiatan kayak mencari rumput di hutan untuk pakan ternak, panen cengkeh, memetik kopi di hutan, membuat kolang-kaling, membuat gula aren dan lain-lainnya. Kegiatan yang bisa saya lakukan waktu KKN disana yaitu merumput, ya benar merumput untuk pakan ternak. Soon lah launching cerita pas KKN.

Nah kembali ke awal, pas sampai disana temu kangen dengan keluarga Pak Bau kemudian Pak Bau membawa saya ke LKP Rimba Pelangi diperlihatkan tentang progress dari LKP yang Pak Bau buat. Jadi setahun setelah KKN dan beberapa bulan setelah kejadian ini Si Connector dan Kepala Dusun progress yang dilakukan Pak Bau untuk memajukan masyarakatnya sangat signifikan. Waktu di sana saya senang karena Pak Bau sudah mempunyai alat yang cukup memadai dalam hal pengolahan kopi seperti alat roasting berkapasitas 3-5 kg yang didapat dari teman Pak Bau secara gratis dan ada alat grinder juga yang didapat Pak Bau dari bantuan pemerintah. Tetapi Pak Bau cerita kendala satu-satunya yang dihadapi masih tetap pada pemahaman masyarakat untuk diberi tau bahwa memetik biji kopinya jangan yang biji kopi hijau. Karena kata Pak Bau masyarakatnya pada bilang 'Kalau ga segera dipetik nanti dimakan monyet.' sehingga Pak Bau cukup kesulitan untuk mengolah kopi yang baik dan benar dari awal pengerjaan karena bahannya saja salah yaitu ada biji kopi yang masih hijau.

Kemudian ngobrol hal lain, Pak Bau menunjukkan progress dalam mengolah sirup jahe. Waktu itu Pak Bau juga ngobrolin tentang idenya untuk mengolah kolang-kaling menjadi komoditas yang nilainya lebih tinggi kalau dijual jadi tidak hanya mentah berupa kolang-kaling saja tapi dibuat menjadi kayak nata de coco gitu di bungkus dalam gelas-gelas plastik sehingga bisa dipasarkan.

Seneng sebenernya kalau ngobrol dan ngide sama Pak Bau sekeluarga. Seneng juga ngobrol-ngobrol sama penduduk desa, mbah-mbah, ibu bapak sana tentang apa aja random, saya kalau nanya emang suka random-random. Jadi obrolan seperti: kenapa ya ibu harus merumput tiga kali sehari? Kenapa ya warga sini buat gula arennya sendiri-sendiri kenapa ga buat koperasi atau ukm khusus buat gula aren gitu terstruktur dan terorganisir? Kalau petik kopi dimana mau ikutan bu? Sekarang lagi masa panen apa bu? Loh kenapa bisa jahe sekarang jadi murah banget? Kok bisa jadi busuk-busuk jahenya? Kalau penghasilan hanya dari bertani dan beternak aja terus kebutuhan sehari-hari dari apa dong? Kan panen padi setahun cuma berapa kali? Jual sapi 2 tahun sekali? Kenapa ayam disini tidak dikandang kan jadi kotor tempat sekitarnya? Kenapa itu kepala sapinya besar banget badannya juga besar sih? Jenis sapi apa pak? dan pertanyaan-pertanyaan lainnya.

Nah hal-hal kayak gitulah yang membuat kadang pikiran Hanum ini bisa liar. Liar kemana-mana. Connecting the dots. Di dalam otak kalau liat, dengar dan ngrasain hal-hal kayak gitu bisa muncul: Kenapa ga gini? Kenapa ga dibuat ini aja? Wah harusnya ini bisa dimintain tolong sama (entah temen saya, komunitas yang saya tau, platform yang pernah saya dengar, program pemerintah bagus yang saya tau, dan resources-resources lainnya)? Hmm bisa nih dibuat kayak gitu? dan statemen-statemen liar lain yang penuh di otak tiba-tiba. Yang akhirnya ngebuat saya kadang pusing sendiri karena bingung ngimplementasiinnya gimana hehe. Dan itu sering saya obrolkan juga dengan Pak Bau, dengan menggebu-gebu saya cerita pak kenapa ga gini? Pak kebetulan saya punya kenalan atau saya kebetulan tau ini itu dan sebagainya.

Hal itulah yang membuat diri saya melihat lagi ke dalam inner heart saya, hal-hal fundamental yang core problem nya saya ketahui yang akhirnya menimbulkan suatu statement: sebenernya apa yang ingin saya lakukan, capai, dan kontribusikan dalam hidup saya. Apa yang ingin saya lakukan ke depan. Menjadi apa saya di masa depan saya yang akan saya jalani berpuluh tahun lamanya(InsyaAllah). Dalam ranah hidup seperti apa yang ingin saya selami. Pertanyaan masa depan yang penuh dengan pertimbangan dilihat dari kesenangan saya apa, minat terbesar saya apa, apa yang membuat saya semangat, apa yang membuat saya ingin terus belajar-belajar dan belajar, apa kelemahan dan keunggulan diri saya, dan hal lain-lain. Apa yang saya cari? Apakah saya mencari meaning? atau saya mengejar kecukupan finansial?  Apakah saya memperdalam ilmu? Bahkan sampai pada pertanyaan: kemudian dengan siapa atau emang ada yang mau menjalani hidup seperti mimpi, cita, minat dan kesenangan seperti saya? atau mungkin bisa mungkin perlu melebur tapi toh kalau melebur juga pasti ada cross sectionnya kan?

Ya seperti itulah pertanyaan quarter life crisis. Kenapa saya mempertanyakan hal-hal seperti itu karena di umur seginilah saya akan making big decision yang kalau kata mas saya 20-25 itu saat dimana kamu making decisions dengan speed yang cepat jadi tidak ada kata menyesal, takut, pertimbangan oke sih tapi lebih tekankan pada try, take risk. Apakah saya akan menjadi pekerja profesional? pekerja birokrat? pekerja kontraktor? akademisi? freelancer? expertise? atau malah entrepeneur? sociopreneur? penulis? pekerja seni? daaan masih banyak lagi. Antara realistis atau idealis perlu diperhatikan.

Tapi semua itu sekali lagi kalau menurut saya coba deh mulai dari Connecting the dots. Saya percaya bahwa Allah memberikan titik-titik kehidupan setiap orang yang akhirnya akan bermuara pada suatu jawaban 'untuk apa sebenarnya saya dilahirkan' sebagai apa, dan kenapa, semua itu sudah ditakdirkan oleh Allah dengan goresan penaNya. Karena dengan Connecting the dots insyaAllah keunggulanmu akan terasah dan ketidak-unggulanmu bisa tertutupi atau bisa kamu keep, mungkin untuk orang lain, bukan kah perlu ya saat teamwork?

Dan saat sudah making big decision saya hanya ingin mengatakan pada diri sendiri: Jalani dengan sungguh-sungguh day by day langkah sekecil apapun dengan keyakinan yang besar Allah akan membimbing kamu dengan niat tulusmu menjalani hidup yang lebih baik dan lebih bermanfaat. Jangan hilang bayang-bayang baik itu, mimpi baik yang sudah tergambar jelas dalam nuranimu. Jangan takut berbuat salah, malah justru harus salah, harus beresiko, harus gagal biar tough-nya juga semakin kuat. Setiap pilihan ada konsekuensinya, jalani dengan sabar dan ikhlas jangan pernah berhenti berprasangka baik pada yang Maha Kuasa atas segala.

Makasih sudah baca.
Sangat diharapkan comment nya, mungkin kalian bisa sharing jajakan quarter life crisis seperti apa yang sedang kalian hadapi sehingga kita bisa saling belajar dan berbagi pengalaman serta pandangan :)               


14 Juni 2017

Mobilmu dan Jalan Raya Kita

Perjalanan tadi saat berangkat melihat ada mobil mewah melintas didepanku untuk menyeberang. Mobil mewah yang tentu menunjukkan kebermampuan pemilik mobil tersebut. Sesaat aku berpikir: menyenangkan sekali jika aku punya mobil seperti itu? tentu hidupku akan lebih nyaman, kemanapun aku pergi tubuhku terlindungi dari sengatan matahari, ber-AC pula.

Tetapi kemudian di tepi jalan lain aku melihat becak itu sedang ditiduri oleh pemiliknya. Sejenak angan-angan mobil mewah itu kabur remang-remang dan berganti pada pikiran: 'kasian bapaknya masih setia dengan pekerjaannya yang bahkan sudah tergerus oleh jaman yang serba mudah ini.' Kemudian ku jalankan motor lagi, selama perjalanan aku berpikir. Ternyata gap orang kaya dengan orang miskin di Indonesia itu bener-bener jauh, jauh sekali, dan bertambah lebar. Apakah itu suatu permasalahan? Bisa sih dibilang permasalahan tetapi bisa juga tidak karena hal ini menyangkut urusan personal yaitu pendapatan. Dan itu adalah suatu hak yang dimiliki oleh masing-masing personal tersebut. Jadi ngapain dipermasalahin? Tetapi aku tidak ingin menyoroti tentang itu. Gaya hidup bolehlah memilih masing-masing tetapi aku ingin lebih menyoroti kepada fasilitas publik yang digunakan bersama yaitu jalan raya. 

Pola pikir sederhana yang terjadi di Indonesia adalah seperti ini orang berusaha untuk menjadi kaya, mendapatkan uang sebanyak-banyaknya, dan menjadi bahagia dengan apapun yang bisa dibeli atau didapatkan. Sudah selesai. Banyak orang berpikir gaya hidup seperti itu yang nyaman dan menyenangkan. Tetapi kemudian aku berpikir, is it matter? apa itu suatu keharusan? Maksutku cobalah lihat. Saat kamu keluar rumah dengan mobil mewahmu dengan AC yang menyala mendinginkan tubuhmu membuatmu nyaman tanpa keringat. Sesampainya di jalan raya besar kamu menghadapi kemacetan yang panjang. Ingat saat kamu keluar dengan mobilmu dan kemudian menapaki jalan raya saat itulah kamu menggunakan fasilitas publik. Ingat fasilitas publik. Paham kan publik itu artinya apa?

Kenapa ya orang lebih mempermasalahkan oke aku naik mobil ke tempat kerja biar lebih nyaman, aman, mudah, dan gengsi(?) daripada mempermasalahkan kalau aku naik mobil sementara cuma aku doang penumpangnya kenapa aku ga naik angkutan umum saja ya atau motor mungkin agar space di jalan raya yang fasilitas publik itu bisa lebih luas dan digunakan oleh yang lain? atau yaudah aku mau naik angkutan umum saja biar ga nambah macet terus kalau harus jalan kaki pun akan mengurangi polusi membakar kalori? 

Paham ga maksutku kenapa orang itu matter sama aku beli mobil naik mobil mewah nyaman nih? It's okaay It's okaay. tetapi coba berpikir lagi ada yang lebih matter daripada itu..
Disaat penduduk di negara-negara maju sudah sadar dengan pemahaman fasilitas publik dan kepemilikan barang personal, dan negara-negara tersebut sudah menerapkan banyak sekali teknologi angkutan masal, bahkan sekarang mulai digalakan dengan bahan bakar renewable energy sementara di sini masih mendebatkan: aku mau naik mobil aja panas di luar, toh aku beli sendiri mobilnya...sementara saat dia keluar dan mengemudikan mobilnya, dia menggunakan fasilitas publik: jalan raya. 
terus ada yang bilang: lah aku udah bayar pajak loh
semua orang juga bayar pajak kali.

Sedih sih kadang saat pengemudi mobil mewah lebih di-appreciate 'wah'nya ketimbang orang-orang setia pengguna angkutan umum. Sedih saat orang lebih matter pada urusan personal padahal dia sedang menggunakan fasilitas publik. Sedih juga saat mendapati di kampus sendiri mobil bertebaran dimana saja, termasuk dosen-dosenku juga yang hanya satu penumpang per mobil. Padahal kita belajar sampai larut untuk belajar tentang transportasi, angkutan masal dan perhitungannya pula. 

banyak kok di Indonesia yang masalah remeh lebih penting atau matter dibanding masalah-masalah krusial dan vital untuk kepentingan bersama. atau mendebatkan yang lain, yang sangat tidak lebih penting dan seharusnya sangat tidak perlu untuk diungkit-ungkit secara terus menerus. banyak kan? lagi ngetren malah...hmmmmmmm.....yaudah gapapa namanya juga masyarakat berkembang, sedang berproses. optimis aja :)

   

21 Mei 2017

Random eps.2

Aku orangnya kalau youtube-an suka random. Random banget. Tapi random pada satu jenis topik video yang bisa bikin aku terenyuh, atau kayak 'awww so cute' 'full of kindness' 'what kind of meaningful story'. pokoknya video yang bisa bikin aku kalau nonton itu kayak huhu terharu sekali please. terharu yang bahagia gitu sesuatu yang merecharge sisi humanis dan feminisku. Kalau ga video yang sejenis biasanya video goodnews. Nah padahal video-video kayak gitu susah juga dapetnya atau random munculnya. tiba-tiba ada di home facebook, di timeline twitter, kadang muncul sendiri atau kepikiran cari keyword yang pas di youtube apa yaa. Salah satu keyword yang sering aku tulis di youtube in my spare time gegoleran gitu satu sih yang paling sering yaitu: 'Pregnancy Announcement' ya ini benar. benar sekali. Aku sampe bisa ngabisin waktu berjam-jam cuma nonton Pregnancy Announcement Compilation dari #1 sampai #9 wkwk dan gabosen-bosen. Iya beneran. HAHAHA. aku sendiri juga gapercaya kok bisa :'''
Setiap nonton itu emosinya kayak bisa kerasa banget..aku gapaham sih aku yang lebay atau gimana tapi aku ngerasa ikut larut dalam surprise goodnews itu. Coba deh nonton! tapi awas! it's a trap!

 

20 Mei 2017

Day 6: Menikah dan Berumah Tangga

Hai readers maafkan Hanum ya Day 6 dan 7 nya ke skip dua minggu huhu maaf. tetapi rencananya memang launching #7daysQuranChallenge-nya saya publish seminggu sebelum ramadhan :) Sehingga saya berharap hari-hari kemudian bisa lanjut Quran Challengenya selama bulan Ramadhan dan temen-temen bisa mulai ikutan #OneDayOneHadist atau #OneDayOneIslamicStory atau #OneDayOneDua and etc. Yuk temen-temen mari kita sama-sama meningkatkan semangat iman dan taqwa kita di Bulan yang penuh Keberkahan, menjemput pahala-pahala yang bertebaran dan juga menebarkan kebaikan-kebaikan di Bulan Suci ini :)

Di post kali ini saya akan membahas tentang....jeng jeng... Pernikahan... ya benar. Setelah kemarin dua minggu yang lalu teman saya, Zahratul Iftikar melangsungkan pernikahannya dengan Khoirul Fahmi, saya menjadi tertarik untuk membahas tentang pernikahan ini menurut buku yang saya baca lagi dari M.Quraish Shihab berjudul Perempuan. Temen-temen kalau mau diskusi monggo banget karena memang saya ilmunya juga masih sangat sedikit. Yuk saling belajar menjemput fitrahNya! :)

Post ini akan sangat panjang sepertinya selain karena babnya paling panjang juga karena bab ini paling menarik menurut saya hehehe :)



'Segala sesuatu telah Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat (kebesaran Allah)' (QS. adz-Dzariyat:49)

12 Mei 2017

Project Child Indonesia: Be a Volunteer of Drinking Water Program



Jadi semester ini saya menjadi volunteer di sebuah NGO lokal Yogyakarta namanya Project Child Indonesia (http://volunteer.projectchild.ngo) yaitu sebuah NGO yang fokus geraknya dalam hal kesehatan, lingkungan bersih dan hidup sehat bagi anak-anak Indonesia.
The vision of Project Child is for every child in Indonesia to have the opportunity to learn, to have a healthy start, and to feel supported and secure living in a clean environment that is prepared for natural disasters.
Ada beberapa program yang ditawarkan oleh Project Child Indonesia dalam kegiatan volunteernya. Yang saya ikuti namanya Drinking Water Program. DWP adalah sebuah project dimana PCI mem-provide access to healthy drinking water yang baik untuk diminum langsung di beberapa sekolah binaan PCI.

9 Mei 2017

In Between

ini post purely my personal opinion, sharing insight dari apa yang aku alami beberapa tahun belakang ini, terutama dalam kehidupan kampus hehe, enjoy it, and let's discuss, sangat open dengan opini kalian juga :)

Baru kenal istilah ini beberapa hari yang lalu. Jadi secara awam in between itu sebutan golongan orang-orang antara. Antara si agamis dengan si duniawi, antara akademisi dengan si titip absen setiap hari,  antara si sederhana dengan si sosialita, antara yang suka nongki-nongki dengan yang kuliah-pulang-kuliah pulang, antara yang sibuk kemana-mana rapat dengan yang selonya kebangetan, antara yang si aktivis kontributif dengan yang lurus-lurus aja, dan antara-antara yang lainnya. Aku ga ngejudge salah satu golongan mereka adalah golongan baik dan yang satunya golongan buruk atau yang satu golongan bener dan satunya golongan salah. Karena hidup terlalu sempit kalau hanya dilihat dari kacamata kuda seperti itu.

In between itu orang-orang yang dia bisa adaptif di golongan-golongan yang disebutkan diatas, dalam artian, dia bisa ngobrol dan berinteraksi dengan si agamis tapi ada suatu masa dia juga bisa dengan si duniawi, tetapi dengan kadar yang tidak berlebihan atau tidak terpengaruh secara berlebihan. Jadi kayak it’s okay now im in your circle and I respect it but I also have my own principle and integrity. Inget own, karena setiap orang pasti juga punya their own integrity and principle. In between ini ngejelasin dimana golonganku berada, ini seriously baru sadar pas curhatanku ditanggepin Dina. Kalau ibuku tanggepannya bilang itu termasuk golongan ‘moderate’ ya ditengah-tengah, intinya kamu punya experience bertemu macem-macem golongan orang dan jenisnya.

6 Mei 2017

Day 5: Mengaitkan Target dengan Kehendak Allah


Dalam post kali ini saya tidak berbicara perempuan lagi hehe. sebenarnya ada satu post terakhir tentang perempuan yang saya simpan untuk besok karena kebetulan pada momen yang tepat. Oke pos kali ini purely saya tulis ulang disini karena terlalu bermakna dan singkat jika saya resensi. Pos ini bersumber dari buku karya M. Quraish Shihab dengan judul 'Lentera Al-Qur'an: Kisah dan Hikmah Kehidupan' dalam babnya berjudul Mengaitkan Target dengan Kehendak Allah.

Muhammad Al-Ghazali, seorang ulama Mesir kontemporer, meriwayatkan dalam bukunya Rakaiz Al-Iman (Tiang-Tiang Iman), sebuah dialog antara Ja'far Al-Shadiq (702-765 M) dan seseorang santri bernama 'Unwan yang ketika itu berumur 94 tahun.'

'Ayah siapakah engkau?' tanya Ja'far Al-Shadiq
'Ayah Abdullah,' jawab sang santri. 'Apa maksud kedatanganmu?'
'Semoga tuan berkenan mengajarkan sedikit ilmu tuan kepadaku.'
'Ilmu bukanlah sesuatu yang diperoleh melalui proses belajar mengajar. Tetapi, ilmu adalah cahaya yang dicampakkan Tuhan ke dalam jiwa mereka yang dikehendaki-Nya. Jika engkau menghendaki ilmu, wujudkan terlebih dahulu di dalam dirimu hakikat pengabdian kepada Allah.'
'Apakah hakikat pengabdian itu?'
'Ada tiga macam. Salah satunya adalah tidak memastikan keberhasilan target, tetapi selalu mengaitkannya dengan kehendak Allah.'

5 Mei 2017

Day 4: Pembentukan Watak melalui Perempuan



Banyak Pakar kepribadian yang berkata bahwa kepribadian seseorang terbentuk melalui banyak faktor: ibu, bapak, lingkungan, dan bacaan yang merupakan faktor-faktor utama. Peranan ibu dan bapak bermula sejak dalam kandungan dan berlanjut hingga dewasa atau kepribadian anak terbentuk. Ini karena semua mengakui adanya faktor hereditas yang menurun kepada anak melalui ibu dan bapak bukan hanya fisik tetapi juga psikis. Situasi kejiwaan ibu-bapak saat kandungan juga dapat mempengaruhi anak.

Kalau kita ingin membandingkan peranan ibu dan bapak maka sangat jelas perbedaannya. Walaupun demikian perlu digarisbawahi bahwa bapak tetap dituntut untuk terlibat langsung dalam pendidikan dan pembentukan watak anak-anak. Setiap sosok memiliki sifat, kepribadian, pengetahuan, serta pengalaman yang terbatas dan berbeda-beda sehingga tidak bijaksana membiarkan ibu saja yang memengaruhi anaknya secara penuh.

Bapak dalam konteks pembentukan watak dituntut oleh kitab suci Al-Qur'an untuk mendukung ibu sekaligus memerhatikan anak. Dalam konteks peranan ibu dan bapak, kitab suci Al-Qur'an mengibaratkan bapak sebagai petani yang menanam benih, sedangkan ibu diibaratkan lahan.
'Istr-istri kamu adalah ladang buat kamu' (QS al-Baqarah:223). Betapapun baiknya benih, jika lahannya gersang atau dibiarkan ditumbuhi alang-alang dan diserang oleh hama, buah yang tumbuh tidak akan memuaskan. Walaupun buah telah tumbuh, petani masih dituntuk untuk memerhatikannya, membersihkannya, dan mengemasnya dalam kemasan yang baik dan indah sebelum dibawa ke pasar atau dimanfaatkan.

4 Mei 2017

Day 3: Harakah dan Kemandirian Perempuan



Post ini saya buat dalam rangka janji saya dengan seorang teman, Chandra , janjinya yaitu 7 Days Qur'an Challenge, berhubung 2 post sebelumnya bisa menjadi #7daysQur'anChallenge juga maka tinggal 5 post Qur'an Challenge lagi yang harus saya penuhi. Beberapa pos kedepan mungkin akan banyak saya tulis topiknya masih seputaran tentang Perempuan dalam Islam, berhubung punya beberapa buku yang berkaitan dengan perempuan hehe. Dalam pos ini saya akan menuliskan pemahaman saya tentang Harakah dan Kemandirian Perempuan dari referensi buku berjudul 'Perempuan' karya M. Quraish Shihab.

'Akan dirahmati Allah, siapa yang mengetahui kadar dirinya'

Kesuksesan seseorang salah satu faktornya adalah pandangan yang bersangkutan tentang dirinya, yakni harakah dan martabatnya. Seseorang yang menilai dirinya melebihi kadarnya akan bersikap angkuh dan cenderung meremehkan orang lain, demikian pula yang rendah diri akan selalu merasa tidak mampu kemudian menyerah sebelum berjuang. Yang lebih parah bila seseorang tidak mengetahui kadar dirinya.

3 Mei 2017

Day 2: Kualitas Pribadi Muslimah


Setelah kemarin saya post resensi bab pertama: KedudukanPerempuan dalam Islam, untuk kali ini saya akan mencoba meresensi bab kedua: Kualitas Pribadi Muslimah.

Sebelum membicarakan topik ini terlebih dahulu perlu digarisbawahi bahwa tidak ada perbedaan antara seseorang dan yang lainnya dari segi kemanusiaan, baik perempuan maupun lelaki. Atas dasar ‘persamaan’ ini maka kita dapat memberikan gambaran tentang kualitas pribadi Muslimah dengan mengemukakan pandangan agama tentang kualitas manusia yang didambakannya. Setelah itu, dapat ditinjau perbedaan kedua jenis manusia tersebut dari kodratnya, guna menemukan kualitas pribadi muslimah.

Semua manusia diciptakan Allah dari debu tanah dan Ruh Ilahi. Apabila daya tarik debu tanah mengalahkan daya tarik Ruh Ilahi, ia akan jatuh tersungkur sehingga mencapai tingkat yang serendah-rendahnya, lebih rendah bahkan daripada binatang. Sebaliknya, bila Ruh Ilahi yang memenangkan tarik-menarik, manusia akan menjadi seperti malaikat. Tuhan tidak menghendaki manusia menjadi malaikat, tidak pula binatang, karenanya unsur kejadiannya harus dapat menyatu dalam dirinya. Saat itulah, diharapkan kualitasnya tercapai. Melalui debu tanah dan Ruh Ilahi tersebut Allah menganugerahkan manusia empat daya:

2 Mei 2017

Day 1: Kedudukan Perempuan dalam Islam

Jadi hari sabtu kemarin saya dan teman saya Dina pergi ke pameran buku murah terbesar seAsia yaitu Big Bad Wolf di ICE BSD City, Tangerang Selatan. Pameran ini merupakan pameran BBW kedua yang saya datangi setelah yang kemarin di Surabaya. Saya cukup selektif dan menjaga mata saat berkeliling melihat dan mencari buku yang saya idamkan. Berkaca dari pameran tahun lalu saya banyak membeli buku yang saya tidak tau itu apa isinya, atau hanya tau pengarangnya saja alhasil boros dan sampai sekarang banyak buku yang belum selesai saya baca. Selain itu pelajaran yang lain dari pameran yang pertama, saya baru sadar banyak buku yang saya beli bergenre self-help dan business yang akhirnya membuat saya bosan. Akhirnya dalam pameran kali ini saya berusaha untuk membuat setidaknya hanya 1 buku satu genre, sehingga saya perlu browsing-browsing review buku banyak genre untuk saya beli di BBW Jakarta. Daaan akhirnya ini lah yang saya temukan dalam pencarian dan pemanjaan mata di BBW.



Agak sedikit kecewa sih karena ada beberapa buku yang saya tau itu ada di BBW dan ternyata sudah habis :( sedih. Sedih banget. Judulnya Rosie Project dan Rosie Effect itu novel sih genre romance tapi menurut review yang saya baca saya sangat tertarik. Temen-temen yang ke BBW kemarin kalau ada yang punya dan gamau, saya beli aja sini.

Salah satu buku yang saya beli di BBW adalah buku karya M. Quraish Shihab dengan judul ‘Membumikan Al Qur’an’. Sejauh ini buku-buku islami yang saya suka baca dan koleksi karyanya hanya terpaut pada 2 tokoh: Buya Hamka (yang karena ibu saya juga suka dan akhirnya saya juga suka membaca karya beliau) dan M. Quraish Shihab. Saya sangat terkesan dengan tutur kata, gaya bahasa, dan dalamnya pemikiran beliau berdua ini, ditambah dengan bahasanya yang lembut, indah sekaligus mencerahkan. Dalam buku tersebut saya tertarik untuk pertama kali membaca 2 bab tentang Perempuan dalam Islam, Bab pertama: Kedudukan Perempuan dalam Islam berisi tentang bagaimana kedudukannya, asal kejadiannya dan hak-haknya yang diajarkan oleh Islam dan Bab kedua: Kualitas Pribadi Muslimah. Berikut akan saya tuliskan sedikit resensi dari bab tersebut yang saya baca.


6 April 2017

Book For Mountain: A Journey to Become Facilitator of Volunteer



I've been 2 years(2014-2016) join the community of caring education named Book For Mountain (http://bookformountain.tumblr.com/). I became an educator and performed some role as a facilitator of volunteer teachers in School Mobile (Sekolah Berjalan) program held at least every week, teaching in the remote village around Yogyakarta. I campaigned the importance of Improving Children Reading Interests and I also coordinated the collection of books to create libraries in remote areas  Indonesia (Sawah Lunto, Sumatra and Bromo Mountain, East Java). We conducted VOLUNTOURISM event which has both activities: volunteering and tourism, live with local people while we also become a volunteer. Bring many books, live in with local people and build library there. 



I really enjoy and happy when I can invite my friends to concern with what I think really important. I really honored to be one of this community member because I can meet and getting inspired with these amazing young active people with their different ways of thinking, contributing, and prespective, their courage and idealism, met with people who have no limits, choose their own path to pursue their own dreams. I just realized that there is a great many wonderful things I needed to find out.







5 April 2017

Engineers Go Serving (Gerakan Teknik Mengabdi): An Oasis of DevelopmentEducation in the Rural Villages of Yogyakarta



I became a volunteer teacher for 2 seasons which mean for one year, two remote villages: Wunut and Ngampon village. Which is then I realized Wunut is one of tourism villages in Yogyakarta, though the access of the village is a long journey with up and down road, and we have to pass some hills to get there, but when we get there we will be provided with a beautiful landscape, natural atmosphere,  and kind-hearted villagers too. 


Almost every week I did teaching and getting along with children in there, helping the elders in villages, inspiring and getting motivated by a lot of children. Learn and play with the kids is so much fun. 

Sadly, there is only one school, elementary school and if kids want to continue their education is difficult because the higher school is too far. 

I taught kids in informal education, like what kind of basic character that human needed: helping the older, healthy living, washing hand in a good way, and so on. 




We also built one library there. I was happy and touching about the process of  this project because it was accidental ideas but we believe that we can make it real. Fortunately, only in one week we can collect many books and stationaries. I was so glad about this experience in my first year in college because I can prove that when we keep our good intentions and sincerity to make a better change and real impact on others people's life and then our body will change it into real actions, and unconsciously we also inspire others. 


I’ve never expected to anything, but it turns out the impact is bigger than I think. I really touchfull when the chief of villages give me a big thankful for what we did, he said: “Thanks for the volunteer teachers, now kids have a big confidence when they meet new people, and they are not afraid to do something new like competition, and you know Hanum, last week some of them become the winner of local competition which was held by local government, thank you for your kindness all this time.”

And it has became one of my happiest moment in my life so far :’)


16 Maret 2017

Random Eps.1

Katanya umur 20an adalah saat hidupmu terswitch dengan ritme yang cukup cepat, level hidup yang cukup besar gapnya. Fluktuasinya tinggi. Maksutnya gimana? Semisal baru kemarin kamu menjalani peran sebagai anak yang merawat orang tua sakit, mengubah total pola hidupmu dan keluarga menjadi lebih sehat kesana-kemari mengurus administrasi di 3 rumah sakit berbeda dengan 2 pasien berbeda, hari berikutnya kamu sudah berada di kerumunan orang pencari informasi beasiswa tak terhitung banyaknya dan kamu bertemu dengan orang asing yang sangat baik sekali yang akhirnya menjadi korespondenmu, sorenya kamu sudah di kereta siap menjalani peranmu yang lain sebagai seorang tante sekaligus nanny dan lagi kamu melihat hal-hal lain di kota lain, banyak pelajaran yang kamu dapatkan. Tiga hari kemudian kamu sudah di ruang kerja mengerjakan tugasmu dengan profesional dan banyak tuntutan, malamnya kamu sudah di tengah kelompok pecinta buku yang kamu dan teman-temanmu dirikan. Siang hari berikutnya kamu sudah di SD menjadi volunteer bersama orang asing, kemudian kamu langsung meluncur untuk liqo bersama gengmu, selesai itu kamu kembali ke ruang kerja. 3 hari berikutnya kamu berkutat menyusuri sungai melihat kenyataan hidup di bantaran sungai, dengan pekerjaan dirty yang kamu lakukan, sampai dianggap pegawai pemerintah yang sedang survey siap menggusur mereka. Kemudian pagi hari selanjutnya kamu sudah duduk manis di ruang pucat untuk ujian ielts. Ditengah-tengah kamu menjalankan peran itu hape berbunyi kabar-kabar menyenangkan dan menyedihkan bermunculan. Dari mulai bertemu dosen, temen-temenmu, relawan, orang asing, kepala dusun, nanny, dan berbagai macam orang lainnya. Tenaga, pikiran, emosi, terswitch dengan cepatnya, dengan mudahnya, dan kamu harus semakin kuat mengontrolnya, memanage waktu dan strategi pengerjaan.

Kadang capek kemudian kepikiran: rasanya keterlaluan benar ini hidup! Tetapi kalau ingat lagi kata-kata mas mbak yang sudah lebih berpengalaman 16-17an diatasku mereka selalu bilang: ‘ya seperti itu, mungkin kamu belum merasakan dampaknya sekarang tetapi 10-20 tahun mendatang buktikan ya omonganku.’

Bagus sih banyak bertemu dengan orang dengan berbagai jenis karakter, jalan hidup, pandangan hidup,  jadi ngerti: oh apa yang harus aku siapkan dari sekarang untuk masa depan kelak yang semisal jalan hidupnya pengen ini itu. Di sisi lain juga semakin menambah rasa toleransi terhadap hidup yang dijalani, semakin realistis dan sekali lagi bukan tentang apapun tetapi sadar kalau :

“Namun, sekarang aku memiliki filosofi baru bahwa berbuat yang terbaik pada titik dimana aku berdiri sesungguhnya sikap yang realistis. Maka aku sekarang adalah orang yang paling optimis, tak pernah sedikitpun aku mengompromikan cita-cita itu”
-Sang Pemimpi, Andrea Hirata

Curhat semata, pengen diuangkapin apa-apa aja yang
aku dapatkan beberapa hari ini tetapi terlalu penuh di otak hehe
Ngobrol yuk aku lebih suka cerita by lisan biar kita bisa saling elaborate

Hanum, 10:47 PM 3/16/2017

2 Februari 2017

Bani Sudibyo

Jadi ceritanya beberapa hari ini di Yogyakarta dan sekitarnya tiap malam hujan. Alhasil sering kehujanan, padahal juga pake mantol tapi masih kehujanan. Terus sekarang badan jadi sedikit meriang. Padahal besok beberapa hari kedepan mau ada acara-acara 'menarik' dan deadline 'menarik'. Kebetulan tadi juga udah telfon anak kecil keponakan cowok satu-satunya yaitu Si Perut Besar yang di Bandung hahaha

Ngabarin kalau besok aku mau dateng kesana, terus minta dioleh-olehin apa sama tante. Sebelumnya beberapa hari kemarin Si Perut Besar ulang tahun yang ke enam. Iya ke enam. Iya tantenya 21 tahun. Nah terus kata ibunya atau Mbak ku. Iya mbakku. Iya aku sama mbakku selisih 17th. Bilang kalau kemaren pas mau ultah Si Perut Besar maunya dibeliin kue ultah sama Tante Hanum. Terus kan terharu ya :') padahal sini sering nggodain dan maenin Si Perut Besar hahahaha. Terus tadi pas telfon 

4 Januari 2017

Kerjasama dengan Winrock International

Baru saja diberi kabar menyenangkan dari Pak Bau Sipetung tentang progres produk kopi sipetung yang akhirnya dikasih nama sama Pak Bau adalah COFFE JAVA TLOGOPAKIS, yeaaah! cool right? udah sampe ada poster dan segala kemasannya! LPK yang dibuat Pak Bau sudah berjalan akhirnya sudah punya cafe kecil sendiri di tempat wisata Curug Bajing dan produk siap dipasarkan :)

terus emang kenapa mbak hanum?
Bahagia dongggg. Kenapa? Emm karenaaa apa yang aku lakukan sekecil menghubungkan orang-orang baik bisa berbuah lebih baik lagi, lebih mandiri, impactnya lebih pas.
Emang mbak hanum dapat apasih? Emm Dapat kebahagiaaan kan udah kubilang :p bahagia saat Pak Bau sering tanya mbak ini gimana ya? mbak seharusnya gimana ya? dan sebagainya, kemudian bahagia lagi saat diucapin terimakasih padahal sini cuma modal ngomong dan ide aja hehe :D terus jadi tau juga pengetahuan tentang dana desa gimana segala peraturan, aluran pendanaan, birokrasi dan sebagainya. Jadi semakin paham celah-celah kecil yang bisa diisi secara efektif oleh mahasiswa kayak aku gini gimana bagian mana sehingga aku bisa menjembatani antara pihak Desa atau masyarakat yang sebagai sasarannya dengan pihak pemerintah yang mempunyai dananya dan programnya. Masih ada yang kurang sih tetapi gapapa yang penting bisa mandiri dan berkembang dulu hehe, aku percaya saat pengembangan desa dilakukan oleh masyarakatnya sendiri, secara aktif memajukan desanya maka kebermanfaatan itu akan sustain. Kalau kepikiran ide, banyak, tetapi tahan dulu hehe.

Alhamdulillah lagi beberapa hari kemarin ditawarin project oleh suatu NGO dari Amerika yang fokus pada bidang pertanian, nama NGO nya Winrock International (https://www.winrock.org/country/indonesia/) gara-gara post-ku di ig tentang Si Connector dan Kepala Dusun, kebetulan yang nawarin itu anak FIM 17 dan sekarang sedang disusun rencana semoga segera bisa dilaksanakan. Wah seneng mbak hanum? Iyah! seneng!!! :D
Tapi perlu dijaga nih hal-hal kayak gini cenderung meningkatkan pikiran-pikiran dan ideku menjadi liar wkwkw perlu dikontrol dan lebih ditata
Terus baru tau bahkan sekarang Sipetung udah punya websitenya sendirii! Pake programnya pemerintah yang sejutadomain itu! padahal baru mau aku bilangin tetapi udah dibuat sama Mas Wasis! wuhuuw keren! Go visit: http://visitpetungkriyono.id/

Allah kenapa Engkau selalu menginginkanku untuk di ranah seperti ini?
Ya aku suka, tetapi kenapa Allah?
Kuatkan dan teguhkan niat hamba untuk menggapai ridhoMu :)
Alhamdulillah untuk titik-titik kehidupan yang selalu Engkau beri, begitu indah, seru, menegangkan, sekaligus menyenangkan!

3 Januari 2017

2016-2017

Tahun 2016 menurut saya adalah tahun yang mengajarkan banyak hal, Alhamdulillah tahun ini sekali lagi diberi perjalanan oleh Allah untuk bertemu dengan orang-orang baru, tempat baru, komunitas baru, pertemanan baru, makna baru. Yang akhirnya membuat saya banyak belajar serta bersyukur atas hidup yang saya miliki. Saya punya notebook kecil daily activities warna orange kertas polos paperart, di notebook tersebut setiap pergantian semester selalu saya isi Evaluasi dan Resolusi. Berhubung banyak yang nulis di blog tentang evaluasi dan resolusi jadi pengen ikutan :p

EVALUASI
1. Bertemu dengan berbagai jenis orang dengan berbagai peran dan kebermanfaatannya
Forum Indonesia Muda
Di tahun ini Alhamdulillah saya bertemu dengan orang-orang baik yang kontribusinya ga tanggung-tanggung impactnya. Mulai dari FIM(Forum Indonesia Muda) yang dimana saya bertemu dengan orang cerdas, kontributif, aktif, passionate dan masih banyak lagi karakter anak FIM yang oke-oke itu :’) tapi ada benang merah yang saya dapatkan dari mereka yaitu kebanyakan mereka seorang kreator. Yang paling saya suka tetep pembicara-pembicara di seminar FIM, sumpah keren banget, keren banget. Insight yang mereka berikan ngena banget tentang kamu mau berkontribusi dengan cara bagaimana, kehidupan ke depan bagaimana menghadapinya, dan lain-lain. Jadi punya gambaran banyak jalan hidup yang bisa dicoba atau ‘gila ya ada gitu yang nglakuin hal itu dan berhasil’. Setidaknya saya merasa menemukan habitat saya di FIM ini hehe. 




KKN
Kemudian KKN, mau cerita gimana ya perjalanan KKNnya panjang bahkan setelah KKN juga masih panjanggggg berlanjut sampai sekarang. Di KKN ini saya ditempa untuk lebih humble, melepas segala atribut kemahasiswaan saya agar bisa berbaur dengan sekitar yang akhirnya dapat melihat dengan jelas, menata tindakan, dan berpikir jernih tentang masalah di masyarakat kenyataannya bagaimana dengan segala aspek yang ada, menemukan solusi yang pas sekaligus efektif untuk dilakukan bersama masyarakat. Di KKN ini saya menyadari bahwa Indonesia itu Kaya banget!!! Sumber Daya Alamnya melimpah ruah! Tetapi kalau tidak bisa mengelola dan mengolahnya dengan baik ya percuma. Simak ceritanya di Story Of Sipetung




Saya menyadari bahwa saya seorang extrovert, suka jalan-jalan, melihat hal-hal baru, kehidupan baru, bekerjasama dengan orang baru dalam ranah yang saya suka (volunteerism). Awalnya saya merasa lelah banyak membantu teman, menjadi yes man, tetapi kemudian saya sadar bahwa dibalik niat yang tulus perlu tindakan yang optimal pula, saya sadar bahwa bukan tentang mereka yang saya bantu tetapi tentang diri saya sendiri bagaimana saya membangun diri untuk 'merealisasikan niat menjadi tindakan nyata'. Perlu belajar lagi membedakan antara antusiasme dengan niat beneran hehe.