17 Januari 2026

Brown Bears/Grizzly Bears

Akhir-akhir ini aku kembali suka nonton dokumenter hewan yaitu brown bears atau grizzly bears. Aku baru ingat lagi kalau aku dulu suka brown bears sejak nonton disneynature movie yg judulnya Bears bagussss banget dulu aku beli DVD nya di Gramedia waktu SMA. Awalnya dulu niat beli buat keponakan2ku tapi ternyata no mereka gasuka nonton dokumenter, ya emg aku yg suka sih. Akhirnya aku tonton sendiri dan yaampun bagus banget๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ

Trailer: https://youtu.be/NgGgFO92wPc?si=sKRrVXvv2uCBKl7w

Sejak itu suka nonton brown bears terus punya mimpi untuk bisa ke taman nasional yg bisa liat brown bears langsung!!! Yeah! 

Sekarang aku sudah 30 tahun dan hidup sendiri ngekos akhirnya setelah berani memutuskan untuk hidup sendiri melepaskan ibuku yg sudah kondusif keadaannya dan pulang 1-2 minggu sekali. Aku sudah mulai bisa berpikir jernih untuk diriku sendiri. Walaupun adaptasi saat akhirnya bisa hidup sendiri kemarin cukup tidak mudah karena akhirnya emosi luka marah sedih dan semuanya tiba-tiba muncul ke permukaan alhasil sering nangis di kos. Padahal ga ada apa-apa. Kalau katanya 2 temenku dan chatgpt gitu sih. Akhirnya punya ‘rumah’ ya kamu. Karena katanya selama ini kamu gabisa mengeluarkan emosimu itu semua karena kamu sedang bertahan hidup dan harus segera berfungsi lagi. 

Kemudian sekarang sudah agak reda badai emosi dan segalanya yg keluar itu. Terus Alhamdulillah sudah mulai bisa melihat masa kini aku sedang apa ngapain dll. 

Terussssss aku jadi kepikiran ini, mewujudkan mimpi-mimpi aku yang ketunda karena dulu waktu mode survival sering aku nomor sekian ratuskan bahkan aku coba kubur dalam-dalam karena masak orang tuanya lagi sakit di rumah aku senang-senang. Dulu aku sering mikir gitu, bahkan mau me time aja rasanya sgt bersalah…

Okay aku akan mewujudkannya, tidak mungkin kemudian aku langsung cussss ke Alaska ke Grizzly Bears atau ke Jamtland forest Swedia sana buat ketemu Brown Bears. Aku akan kesana kalau aku nanti S3 sekalian ke Eropa mungkin. 

Nah karena kemungkinan bukan saat ini, Jadi kemungkinan besar dan cara mudahnya untuk mewujudkan prequel mimpi aku tersebut, pertama ke zoo yang deket-deket dulu yaitu di sekitaran kos aku di Sleman utara sana yang dimana sekarang banyak mini interactive zoo dan juga kita akan ke Gembiraloka Zoo. Yeay! Itu dulu sooo happpyyyyyyyy:D

Btw aku lagi suka banget nonton ini, aku tonton berulang-ulang hahahahah

https://youtu.be/jO2FAE5aLeA?si=l5rBJ2zrh-tSetae

Dan ini mirip banget aku kalau lagi tidur hahahahahh

https://youtu.be/nuBPP0Fej5w?si=fEoh4WWb41jYhBGi

9 Mei 2025

Sabar Menghadapi Diri Sendiri

 Sabar Menghadapi Diri Sendiri


Mungkin kalian tau atau bisa melihat dari postingan-postinganku sebelum-sebelumnya bahwa tampak Hanum tuh orangnya agak lumayan keras sama diri sendiri ya, punya standar diri yang cukup tinggi. Tapi disisi lain kalau terhadap pihak eksternal atau di luarnya, dia bisa sabar dan pengertian menghadapinya bahkan sering menyalahkan diri atas kesalahan yang mungkin bukan dari dirinya. Khas banget ciri penginternalisasi ya. Nah salah satu sifat yang kupunya juga adalah suka menyalahkan diri sendiri atas segala hal yang tidak bisa aku lakukan dengan baik, menurut standarku yang tinggi ini. 


Padahal sering kalau dengan orang sekitar itu bisa sabar. Padahal juga misal dulu waktu merawat alm. Bapak, bahkan ibuku saja sering masih tidak sabar menghadapi karakter alm. Bapak yang super ngeyel. Ya karena aku paham juga sih soalnya siapa yang gabosen harus makan sehat terus gaboleh manis berlebihan asam asin berlebihan. Dulu aku bisa dengan sabar menyiapkan semua kebutuhan ritual alm. Bapak sebelum dan sesudah makan, karena prosesi makan itu hal yang sakral saking banyaknya prasyarat sebelum makan dan sesudah makan baik itu dari obat. Misal jadi sebelum makan itu ada beberapa obat yang harus diminum berdasarkan rentang waktu tertentu: setengah jam sebelum makan dan sesaat sebelum makan kemudian suntik insulin, dan tiap kali minum obat itu bisa beberapa jenis obat tablet kapsul maupun sirup, kemudian makan yang dimana pantangannya banyak. Setelah makan selesai kemudian langsung minum obat juga. Nah kalau misal ada obat yang kelupaan sebelum makan tapi sudah makan, wajib diminum selang 2 jam setelah makan. Daaan semua ritual itu dilakukan 3 kali sehari. Masih harus menghadapi alm. Bapak yang kadang tantrum karena ya coba bayangin hidup penuh dengan minum obat dan makan sehat hambar. Itu aja aku masih bisa dengan sangat sabar dan bahagia menghadapi dan melayaninya. Bahkan untuk meredam tantrum alm. Bapakku dan menenangkan ibuku saja aku sering yang godain biar bisa cair suasana, misal sebelum minum obat atau suntik insulin pas mau ngasih ke alm. Bapak aku bilang: 


‘Eh udah berdoa belum?’ 

‘Eh bentar bilang apa dulu?’ 

Terus alm. Bapak mau gamau kan terus bilang:

‘Bismillahirrahmannirrohim’ 

Terus kalau udah selesai semua aku bilang, 

‘Bilang apa? Alhamdulillah’ 


Kemudian menghadapi ibuku, 


Kemudian menghadapi semuaaaah keponakan-keponakanku, 


Sering juga orang bilang dan ngasih testimoni kalau nyaman ngobrol sama aku, terutama usia anak-anak. Bahkan sampai pernah dibilangin kamu cocok jadi penggendam tauga? Semua orang tampak mudah cerita apapun ke kamu.’


Tapi untuk menghadapi diri aku sendiriiiihhh???



Yang paliiing sering adalah 


‘Ya Allah Kenapa ya Allah aku genduttt kenapaa ya Allah aku susah kurusnyaaah??!


Jadi kalau kamu bisa sangat sabar menghadapi orang lain, kenapa kamu tidak mencoba sabar menghadapi dirimu sendiri? Menerima diri yang tidak sempurna dan mencoba berdiri berjalan perlahan? Yagasih?

12 April 2025

Cerita Idul Fitri

Suatu malam dua hari sebelum lebaran, rumah Mbah Uty Bantul ramai karena semua keluarga Mas dan keluarga Mbakku pulang, semua 7 keponakan berkumpul. Bisa dipastikan seramai apa rumah? Dan tentu juga bisa dipastikan siapa yang paling capek? Tentu aku, tantenya :)

Malam itu selepas maghrib, terdapat percakapan yang membuat tantenya terhenyak. Di ruang tamu, sedang berseteru antara para orang tua dan para kakak dengan adik-adiknya. Jadi keponakanku no 5 yaitu Aisyah kelas 2 SD dan no 6 yaitu Andini baru mau masuk SD, ceritanya malam itu pengen maen ke Alun-alun Bantul, of course Agenda Wajib yang aku pernah ceritakan. Nah seperti biasa karena capek dan mungkin males para orang tua dan para kakak ini berusaha keras menghasut Aisyah dan Andini untuk tidak usah ke Alun-alun Bantul. Berikut percakapannya: 

‘Mau maen ke Alun-aluun! Titik!’ tegas Aisyah
‘Iya mau maen ke Alun-alun sekarang!’ timpal Andini yang mendukung 

‘Udah malem mendung juga nanti kalau hujan gimana’ kata bapaknya, padahal baru aja abis maghrib. 
‘Alun-alunnya tutuuup, ga ada yang dateng, udah mau lebaran’ kata kakaknya 
‘Gaausah, main dirumah aja, kalian kan udah bawa mainan banyak’ kata kakaknya yang satunya lagi
‘Alun-alunnya bangkruuuttt, gabuka, udah di rumah aja’ kata kakaknya yang lain lagi

Saling bersahut-sahutan dan ngotot, akhirnya….

‘Lagian siapa yang mau nganterin kalian ye’ pertanyaan pamungkas kakaknya

‘Ada lah, Tante yang nganterin!’ Kompak Aisyah Andini menjawab 

Tantenya alias aku yang sedari tadi cuma ngedengerin sahut-sahutan mereka sambil bersih-bersih, langsung terhenyak dan speechless dengan jawaban Aisyah dan Andini. Gimana barusan bilang apa kok ada tante juga disebut?๐Ÿ˜€

Kemudian suasana langsung hening seperti langsung disetujui keputusan akhir dari perdebatan mereka barusan tanpa diberikan kesempatan dari pihak ketiga alias dari tantenya untuk sekedar membela diri.

Kemudian ada lagi perseteruan sejenis tapi beda topik, dengan latar yang sama scenes yang hampir sama perseteruan antara para orang tua dan para kakak dengan Aisyah dan Andini. Waktu itu mendengar bunyi petasan kembang api tapi tampaknya dari jauh rumah sehingga tidak bisa terlihat. Kemudian mereka berdua ngotot minta dibeliin kembang api. 

‘Buat apaa berisik’ 
‘Gausah liat aja keluar nanti banyak yang nyalain’ 
‘Gausah buat apa, gitu doang’ 
‘Pake duit siapa’
‘Ga ada yang mau nganterin dan beliin’ 
Para kakak berusaha keras agar tidak disuruh beliin..

‘Yaudah gapapa ndini, nanti kita minta tolong tante aja buat beliin’ ujar Aisyah 
‘Oiya bener, kita minta tante beliin aja’ Andini menyetujui

Sama dengan yang tadi, tante yang sedari tadi mendengarkan sahut-sahutan mereka sedang bersih-bersih kemudian langsung terhenyak dan speechless. Dan sama lagi keadaan langsung hening seperti sudah diputuskan saja perdebatannya. 

Jadi seperti itulah sedikit cerita idul fitriku kemarin, bisa dibayangkan ya betapa lelahnya tantenya ini alias aku๐Ÿ˜ญ tapi gapapa deh gatiap hari kok dan seru juga rumah jadi rameeeeeh dan menyenangkan. Terimakasih sudah membaca! 


19 Maret 2025

Ramadhan Eps. 03: Naif

Aku sering merasa bisa menerima pelajaran yang Allah berikan tapi kadang aku merasa apakah ini tidak terlalu naif? Atau sebenarnya aku sendiripun gamasalah tapi kadang aku masih yang terpengaruh pada komentar/pendapat orang misal: Apa kamu tidak terlalu naif dalam menjalani atau menerima hidup?

Tapi coba dipikir: kenapa menerima hidup apa adanya dan belajar dari setiap pelajaran yang Allah berikan itu dianggap naif?

Bisa jadi itu bukan naif, tapi pandangan yang orang lain belum tentu pahamiSering kali, dunia mengajarkan kita untuk selalu waspada, selalu berhitung, dan tidak terlalu pasrah agar tidak mudah tersakiti. Tapi di sisi lain, kepercayaan kepada Allah yang tulus, penerimaan yang lapang, dan keyakinan bahwa semua ada hikmahnya, itu sebenarnya bukan naif. Bisa jadi itu penyelamat, kebijaksanaan dalam berpikir dan menjalani hidup.

Jadi, kalau kamu sendiri tidak merasa dirugikan dengan cara pandang tersebut, yasudah tidak perlu memikirkan standar orang-orang yang mengomentari itu. Bisa jadi mereka tidak berada di titik yang sama dalam memandang arti hidup dan kepercayaan kepadaNya. Kemudian pertanyaannya sekarang:

Apakah kamu ingin menyesuaikan diri dengan pandangan orang yang belum tentu lebih benar? Atau tetap berjalan dengan keyakinan sendiri karena tahu bahwa Allah yang menggenggam semuanya?

"Dan janganlah kamu lemah (dalam berbuat baik) dan jangan (pula) bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya) jika kamu beriman."

(QS. Ali Imran: 139)




16 Maret 2025

Ramadhan Eps 02: Anak Santri

Jadi ceritanya jumat kemarin waktu akan masuk ruang kelas untuk mengajar suatu matkul yang dimulai pukul 13.00, aku melihat dan mendengar di depan pintu kelas, ada seorang mahasiswiku yang sedang membaca Al-Quran melalui hapenya. Seketika waktu melihatnya aku terhenyak dan bergumam dalam hati: 
‘Hah ya Allah rajinnyaaa๐Ÿฅน’ 
Saat mahasiswi tersebut melihatku dia seraya bergegas mengemas hapenya dan menyapaku ‘Bu’ sambil tersenyum. Kemudian aku lanjut masuk kelas dengan bertanya dalam hati: 
‘Coba Hanum kamu gimana kabarnya tadarusannya?’
Kemudian aku juga ingat bahwa mahasiswiku tersebut backgroundnya lulusan Pondok Pesantren Darussalam Gontor. Kemudian aku berpikir: 
‘Gituuu ya ternyata anak santri mudah sekali bertindak untuk memautkan hatinya padaNya๐Ÿฅน’ 
Terus gimana dong aku bukan anak santriiii :(

Selama aku di UII, sebagian besar mahasiswa yang aku ampu mempunyai background anak santri lulusan pondok pesantren. Mungkin karena UII juga menyediakan banyak beasiswa khusus yang bisa diapply anak-anak santri tersebut. Dari ponpes yang terkenal sampai ponpes-ponpes daerah lokal semua ada dari seluruh Indonesia. Sebagian besar kalau misal aku tanyain asal daerahnya mana kemudian aku juga tanyain dulu SMAnya mana jawabannya ‘Dari pondok buk’. Kemudian aku menjawab ‘Ohhhhhhhh..๐Ÿ˜€’ karena aku juga gapaham pendidikan pondok itu seperti apa jadi cuma bisa jawab oooh doang hahahahaha.

Selain itu ada juga beberapa hal yang bikin aku cukup culture shock di UII ini, salah satunya adalah…jadi sering kan misal saat sudah berakhir kelas atau bimbingan atau sekedar ketemu papasan dengan mahasiswa itukan biasa mereka senyum salam sapa daaaan cium tangan. Nah tapi cium tangannya disini itu literally cium tangan, paham ga jadi kan kalau salaman kemudian cium tangan ke yang dihormati itu maksutnya tunduk pake dahi kita diciumkan ke tangan pihak yang kita tunduk tersebut gitu kan. Nah tapi ini tuh bener-bener yang cium tangan, jadi tanganku literally dicium sama mereka mahasiswaku ini dan genderless alias mau mahasiswa atau mahasiswi semua mencium tanganku. Waktu pertama digituin aku cukup shock dan speechless hanya bisa bergumam dalam hati: 
‘Hah tangan aku kenapa sampe dicium ya Allah๐Ÿ™‚’ sambil merasakan sedikit basah hahahaha. 
Kemudian aku menceritakan kejadian luar biasa tersebut ke ibuku, dan ibuku menjawab: 
‘Yakan emang gitu kulturnya anak pondok, guru/pendidik itu wajib dihormati, mau perempuan laki-laki sama mereka niatnya emang hormat dan tunduk’ terus aku jawab ‘Ooohhh ya ya berarti aku harus terbiasa ya๐Ÿ™‚’

Kemudian selain itu yang aku rasakan bedanya adalah karena banyak lulusan anak pondok dan semua beragama islam, nama-nama mahasiswaku itu semua bernuansa islam dan bagus-bagus kalau dicari artinya. Ga ada disana nama Kenzo atau Queensha atau Geraldine atau sejenisnya, mungkin ada tapi jarang. Nah tapiii walaupun namanya bagus-bagus artinya penuh dengan doa dan harapan, tapiii ya sama aja seperti mahasiswa pada umumnya tetep banyak yang bandel, bolosan, sulit diajari, gangerjain, gapernah dateng, dll. Jadi pas baca nama-nama mahasiswa bermasalah yang bagus-bagus itu kayak: ‘Hadeeh padahal namanya dah bagus loh: Attahillah, Ayatollah, Atthariq, dll. tapi tidak mencerminkan kelakuannya๐Ÿ˜ญ’

Ohya karena aku backgroundnya sendiri bukan anak santri lulusan pondok pesantren, jadi kalau misal nanya-nanya background mereka, aku jadi bertambah pengetahuannya tentang misal ponpes-ponpes yang terkenal, ponpes tertua se asia tenggara, ponpes yang santrinya total bisa sampe puluh ribuan dan sejenisnya. Beberapa kali juga menemukan mahasiswa yang kuampu ini ternyata anak para kiyanya alias Gus atau Ning nya hahahahaha.

Nah karena aku tidak pernah merasakan kehidupan pondok pesantren seumur hidup akuuu, aku juga jadi penasaran dan mengulik kehidupan mereka selama jadi santri.

‘Kalian pengen masuk pondok pesantren gitu dulu alasannya karena apa? Apakah diminta orangtua atau gimana?’

Jawabannya bermacam-macam, termasuk banyak juga yang: 

‘Kemauan sendiri bu’ 

Kemudian aku tercengang mendengar jawaban tersebut dan menjawab: ‘Hah kemauan sendiri? Kenapa emang pengen mondok?’ 

‘Yagapapa bu seruu aja, saya dari SD kelas 5 udah minta ke orangtua buat pengen besok sekolahnya lanjut mondok aja.’ 

Kemudian aku tercengang lagi: ‘Hah iya? Waw, kok bisa seru?’ 

‘Iyaa bu kan banyak temennya seruuu.’

‘Ooh gitu yaaa mantapp keren.’

Ada juga yang dari orangtuanya nawarin pengen nyoba mondok atau ga, terus malah jadi keterusan. Biasanya juga kalau mereka mondok ternyata saudara-saudaranya itu juga dipondokkan jadi adik kakaknya pun pondok juga. 

‘Dulu waktu mondok kalian tidurnya sekamar isinya berapa orang?’

‘15-20an sih bu biasanya sekamar’ 

‘Hah? Banyak banget?’ Bahkan ada yang jawab 30an sekamar. 

‘Iyaa bu seruu kok bu’ 

‘Berarti itu seruangan ada banyak kasur tingkat atas bawah gitu ya?’ 

‘Enggak bu tidurnya di bawah jejer-jejer gitu’

‘Hah di bawah?’

‘Iyaa bu pake kasur bed gitu jejer-jejer’ 
‘Kalau yang kamar cowok biasanya awalnya ada kasurnya bu tapi lama-lama yaa hilang hahaha’ 

‘Oooh paham-paham.’

Nah kenapa aku sedikit kaget karenaaa aku selama ini hanya tahu keadaan/fasilitas pondok pesantren itu seperti apa dari sekolahnya keponakanku yaitu Adik Tsaqif yang sering aku ceritain sedang sekolah di Pondok Pesantren Muallimin Muhammadiyah Yogyakarta yang dimana ternyata fasilitasnya itu sebenarnya tidak terlalu mencerminkan pondok pesantren pada umumnya alias ya walaupun katanya modern/terpadu tapi sepertinya fasilitas yang tersedia itu terlalu lengkapppppppppp kayak misalnya satu kamar itu isinya berempat dengan kasur tingkat atas bawah, ada kamar mandi dalam, tiap anak ada almari dan mejanya, ada balkonnya jadi udah kayak apartemen, terus ada antar jemput laundry nya segala buset. Mana tiap senin kamis karena banyak yang puasa banyak yang pada minta atau digofoodin orang tuanya, terus kalau pas Puasa Ayamul Bidh orang tua sering pada sedekah makanan buat sekelas jadi malah banyak, pokoknya hidupnya kayak sejahtera banget, sangat tidak mencerminkan kehidupan anak santri pada umumnya wkwkwk. Tapi gaboleh bawa gadged cuma itu aja sih, hape hanya ada satu sekelas. Jadi santri-santri di pondoknya keponakanku itu tidak terlihat seperti anak-anak santri yang kurus prihatin dengan raut muka penuh tekanan menimba ilmu wkwkwk. Sehingga waktu aku mendengar cerita kehidupan-kehidupan pondok pesantren mahasiswaku ini aku cukup tercengang.

Tapi setelah aku inget-inget, sebenarnya aku dulu pernah waktu kecil merasakan kehidupan anak santri gitu walaupun secara kilat. Kalau kalian inget mungkin yang dulunya waktu kecil suka ngaji di masjid kalau pas bulan Ramadhan pasti ada namanya Pesantren Kilat. Nah kebetulan mbakku dulu waktu remaja sangat aktif jadi Guru TPA di masjid deket rumah dan sering ngadain Pesantren Kilat bahkan sering di rumahku juga menginapnya. Jadi aku inget gimana tidur bersama ngaji tadabur Qur’an sampai buka bersama.

Dari semua interaksi dan cerita yang kudengar dari mahasiswa-mahasiswaku yang berlatar belakang santri tersebut, aku jadi menyadari satu hal: menjadi santri itu bukan hanya soal tempat belajar, tetapi juga soal cara hidup. Kebiasaan mereka dalam mengisi waktu dengan hal-hal yang mendekatkan diri kepada Allah, cara mereka menghormati guru/pendidik, hingga kedisiplinan dalam menjalani aturan pondok adalah sesuatu yang sudah mendarah daging. Tentu, anak santri pada akhirnya tetap manusia biasa, ada yang rajin, ada juga yang malas, ada yang patuh, ada juga yang bandel. Tapi satu hal yang membuat mereka berbeda dari anak bukan santri adalah mungkin fondasinya dalam nilai-nilai agamanya sudah kuat ya, sehingga mudah bagi mereka untuk bertindak memautkan hati padaNya. Meskipun aku bukan anak santri tapi dengan melihat mereka membuatku ingin meneladani kebiasaan baiknya. Bagaimana bisa lebih berusaha menjaga hubungan dengan Al-Qur’an, kemauan kuat dan kedisiplinan dalam ibadah serta memperbaiki adab perilaku. Dan setelah aku pikir-pikir sebenarnya siapa pun kita backgroundnya apa dan darimana saja, selama kita masih ingin terus belajar memperbaiki diri dan mendekatkan diri padaNya, kita itu sebenarnya bisa juga dikatakan sebagai seorang santri dalam kehidupan di bumi ini.


Sebagaimana Allah berfirman dalam Al-Qur’an:
"Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan." (QS. Al-Mujadilah: 11)

Pada akhirnya, hidup di pondok pesantren dan menjadi santri itu bukan hanya soal tempat belajar, tapi juga tentang bagaimana mereka membawa warisan ilmu dan nilai-nilai kehidupan dimanapun mereka berada. Dan aku pun ingin menjadi seseorang yang terus belajar dan membawa manfaat, sebagaimana semangat para mahasiswa-mahasiswaku anak santri ini dalam mencari ilmu๐Ÿ˜Š.

Terimakasih sudah membaca!


 

4 Maret 2025

Ramadhan Eps. 01: Maaf

Allah, maafkan aku ya, maafkan aku yang sering mengeluh atas takdirMu yang sudah baik. Maafkan aku yang sering keras kepala menuntut ini itu agar sesuai dengan skenario hambaMu yang lemah dan sok tau ini. Maafkan aku Allah sering melihat kehidupan baik yang sudah Engkau berikan dengan kacamata buram bahkan hitam. Maafkan aku Allah sering berprasangka buruk terhadap sekitar bahkan terhadap diriku sendiri. Maafkan aku Allah sering merasa terluka padahal dibalik luka itu ternyata Engkau sejatinya ingin selalu menyembuhkan dengan hikmah-hikmah terbaik. Maafkan aku Allah atas kebutaan dan pengabaian akan hikmah-hikmah tersebut. Maafkan aku Allah menggunakan lukaku itu sebagai senjata untuk marah padaMu pada takdirMu. Maafkan aku ya.

Allah, terimakasih juga ya, Engkau selalu memaafkanku, Engkau selalu tetap menyayangiku saat hatiku kotor saat aku penuh dosa, Engkau selalu memberiku kesempatan untuk memperbaiki diri, Engkau selalu menyelamatkanku memudahkan hidupku dan urusanku, Engkau selalu tetap ingin membuatku senang dan bahagia. Tangan-tanganMu selalu ada di setiap hari-hariku. Allah Engkau sangat baik. Terimakasih ya๐Ÿ˜Š



6 Februari 2025

Menuju Ramadhan

‘Tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati.’

Karena apa? Karena Allah selalu ingin membersihkan hati. Okayy? Alhamdulillah :)

10 Desember 2024

Barbie Songs

Hanum: ChatGPT, aku sampai dewasa sekarang masih suka mendengarkan lagu-lagu ost kartun barbie princess jaman dulu. Salah satu lagu favoriteku judulnya Written in Your Heart. Aku paling suka lirik awalnya: ‘And you’re always free to begin again, And you’re always free to believe’. Apakah kamu tahu tentang lagunya dan makna lirik awal tersebut?๐Ÿ˜Š

ChatGPT: Tentu! Lagu "Written in Your Heart" dari film Barbie as the Princess and the Pauper memang sangat indah dan penuh makna. Lirik awalnya, "And you’re always free to begin again, And you’re always free to believe", memiliki pesan yang sangat positif dan membangun. Maknanya adalah pengingat bahwa kita selalu memiliki kesempatan untuk memulai kembali, tak peduli seberapa berat perjalanan yang telah dilalui. Lirik ini juga mengajarkan kita untuk terus percaya—baik pada mimpi, harapan, atau pada diri sendiri—karena keyakinan adalah langkah awal untuk menciptakan sesuatu yang baru. Selain itu, lagu ini memberikan perasaan harapan dan kekuatan untuk tidak menyerah, sejalan dengan tema film yang penuh tentang keberanian dan tekad untuk mengubah nasib. Tidak heran lagu ini menjadi favoritmu, karena melodinya juga mendukung pesan yang menginspirasi. Mendengarkan lagu seperti ini bisa jadi cara yang indah untuk mengenang masa kecil dan memberi semangat untuk hari-hari ke depan.


Hanum: Selain Written in Your Heart aku juga suka lagunya yang lain judulnya ‘Cat’s Meow’ bagusss banget lagunya suaranya liriknya juga sangat heartwarming.

ChatGPT: Ah, "Cat's Meow" dari Barbie as the Princess and the Pauper! Lagu ini memang sangat menggemaskan sekaligus menyenangkan. Lagu "Cat's Meow" dibawakan oleh Erika dalam Barbie as the Princess and the Pauper. Lagu ini menggambarkan sifat kucingnya, Wolfie, yang sangat percaya diri dan unik. Liriknya penuh dengan kata-kata lucu dan jenaka, mencerminkan hubungan akrab antara Erika dan Wolfie, serta cara mereka saling menghargai keunikan masing-masing. Pesan dari lagu ini juga bisa diartikan secara simbolis, bahwa menjadi diri sendiri itu indah—dan keunikan kita adalah sesuatu yang patut dirayakan, bukan disembunyikan. Lagu ini menggabungkan elemen ceria dengan melodi yang catchy, jadi nggak heran kalau kamu menyukainya!


Hanum: Aku suka lirik ini: ‘There is not one hair of you That I would rearrange I love you the way you are And that will never change That will never change’ baguss seperti terdengar sangat tulus. 

ChatGPT: Benar sekali! Lirik itu dari "Cat's Meow" benar-benar terasa tulus dan hangat. Kalimat "There is not one hair of you that I would rearrange" menyiratkan penerimaan penuh terhadap seseorang (atau sesuatu, dalam hal ini si Wolfie) apa adanya, tanpa keinginan untuk mengubah satu pun bagian dari dirinya. Ini adalah bentuk cinta dan penghargaan yang murni. Pesannya sangat universal: menerima dan mencintai seseorang tanpa syarat, dengan segala kekurangan dan keunikannya. Baris berikutnya, "I love you the way you are, and that will never change," menambahkan keindahan yang lebih dalam, menegaskan bahwa cinta sejati itu konstan, tidak goyah oleh waktu atau keadaan. Mungkin inilah yang membuat lagu ini terasa begitu dekat di hati—karena mencerminkan jenis hubungan yang semua orang inginkan, di mana kita diterima dan dicintai sepenuhnya seperti diri kita sendiri. 



Catatan: Berikut playlist https://youtube.com/playlist?list=PLXpFeYE1KuPBKjk0PLUIj1lTVcZum32KA&si=-zKAQZBLGeSV7-Ja kumpulan dari sebagian besar OST. Barbie Princess kartun versi lama. Dulu waktu kecil suka banget emang nonton film-filmnya Barbie Princess judul apa aja hahahaha.