4 Agustus 2017

hiuhiu


Akan ada suatu masa dimana temen-temen ngapain, ngomongin, ngerjain dan berkutat pada hal apa. Sementara kamu ngapain sendiri, berbeda sendiri. Memang sudah masanya setiap orang punya own path nya masing-masing, setialah dalam perjalanan, jangan hentikan rasa percaya itu mengalir di setiap hari-hari yang kamu jalani.


Percayalah di suatu tempat ada yang sedang berusaha keras menggapai mimpinya
merajut rencana-rencana besar dalam hidupnya
mengambil langkah-langkah kecil konsisten setiap harinya 
menuai kegagalan demi kegagalan sebagai proses pembelajaran
menggumamkan doa dalam setiap sujudnya
kemudian menemukannya di akhir perjalanan
kita tidak tau seberapa besar nafsu jika tidak dikontrol 
tetapi percayalah di sudut kota pada malam hari ada yang sedang melawannya
mendisiplinkan dirinya, menumbuhkan karakternya, mengevaluasi dirinya, 
dengan sedikit hiburan tentunya hehe

Apapun yang kamu lakukan sekarang, niatkanlah dengan baik, kerjakan dengan baik, pikirkan dengan kata-kata baik, lihat dari sisi-sisi yang baik, dan sampaikanlah dengan lisan yang baik.




Alhamdulillah :)
Hanum, H-7 berangkat 12:45 AM Indonesia 4/8/2017


11 Juli 2017

Aku, Kamu, Sipetung, dan Pilihanku.

Tulisan ini akan menjadi tulisan sejenis random curhat, didukung oleh lagunya Tulus dan beberapa lagu melow. Tulisan juga disponsori oleh umur yang sedang berada pada jajakan quarter-life crisis. Saya ingin cerita tentang beberapa hari ke belakang yang telah saya alami beserta insight yang saya dapatkan selama perjalanan. 

Kemarin tanggal 5 Juli saya dan teman-teman KKN pergi ke dusun kami dulu KKN yaitu dusun Tlogopakis, Sipetung, Rowo, dan Kambangan yang letaknya di tengah hutan Petungkriyono. Kalau di google maps cuma ada nama hutannya saja, tidak ada nama kelurahan atau kecamatannya jadi orang akan mengira disitu tidak ada kehidupan padahal nyatanya ada. Perjalanan ini bertujuan untuk sowan ke Pak Bau/Pak Dusun kami mumpung masih Hari Lebaran sekalian temu kangen sama keindahan alam dan kehidupan dusun terpencil tengah hutan tersebut. Awalnya saya tidak konfirmasi untuk ikut tetapi hari sebelumnya saya mendapatkan email undangan untuk mengisi di sebuah Room bernama Ripple Forum yang tersedia besok di Make a Difference Festival 2017 yang akan saya ikuti tanggal 21-23 Juli di Kwai Tsing Theatre, Hongkong. Sangat terharu saat membaca email undangan tersebut karena email tersebut ditulis secara personal oleh panitia yang menyatakan bahwa sangat tertarik dengan cerita saya tentang Project Social di Dusun Sipetung. Untuk tau lebih lanjut tentang project socialnya silahkan klik disini Story of Sipetung Village.



Jadi ceritanya waktu apply Make a Difference program dalam essay personal statement saya menulis tentang salah satu kegiatan yang sedang saya lakukan yaitu project social membantu Pak Bau Sipetung mengolah kopi dengan cara yang lebih modern. Saya menceritakan kondisi dusun Sipetung yang penuh dengan natural resources tetapi sayangnya tidak diolah dengan cara yang modern atau dengan teknologi yang lebih baik sehingga nilai jualnya rendah sekali. Setidaknya sampai level tengkulak masih sangat rendah. Dalam email tersebut panitia ingin mengetahui seberapa besar impact dari bantuan yang telah saya lakukan, berapa orang yang telah berubah hidupnya, berapa pemuda yang mengikuti pelatihan dan sebagainya. Jadi penjelasan yang lebih spesifik tentang dampaknya, dilihat dari measurementnya. Nah akhirnya saya memutuskan untuk ikut sowan buat ngasih tau ke Pak Bau juga tentang kabar baik ini sehingga nanti bisa expand networking, dan produk kopi Sipetung bisa Go International YEAH!. 

Perjalanan saya lakukan dengan Afin(Psikologi), Dafi(Teknik Elektro), Thundra(Elektronika dan Instrumentasi), Dini(Biologi), dan Faisol(Sejarah) naik mobil dengan bapak supir tangguh kami Thundra, Makasih ya Thundra. Oiya menarik kan komposisi asal jurusannya dalam satu mobil itu? Iya menarik sampai sepanjang perjalanan gabosen-bosen ngobrol, debat, sampai bikin marah hahaha. Perjalanan selama hampir kurang lebih 5 jam dari Yogyakarta sampai Pekalongan tepatnya Pasar Doro Pekalongan yaitu pasar sebelum kita memasuki hutan Petungkriyono. Perjalanan melewati hutan Petungkriyono sendiri menghabiskan waktu 2-3jam. Menyenangkan bisa journey lagi lewat hutan perawan yang tampakannya lebih serem dari Taman Safari ini. Jadi Hutan Petungkriyono merupakan salah satu hutan yang masih perawan di Indonesia, maksutnya perawan yaitu hutannya belum pernah terjajah sebelumnya jadi belum pernah ada eksploitasi besar-besaran dan kemudian di reboisasi gitu enggak, jadi benar-benar belum terjamah. Makanya tampakan masuk Hutan Petungkriyono sepanjang perjalanan akan disuguhi pemandangan lebatnya tumbuhan dan pohon-pohon tinggi dengan cabang-cabangnya yang menjuntai. Pokoknya kalau memasuki jalan lewat hutan ini siap aja kendaraan dalam keadaan fit karena kalau tiba-tiba macet di jalan, udah deh wassalam karena sepanjang jalan tidak ada bengkel tidak ada kehidupan. Jarak antara dusun jauuh jauuuh banget. 

Walaupun ga naik Doplak yaitu kendaraan khas Petungkriyono berupa pick up terbuka dengan besi-besi pegangan untuk naik di dalam bak pick up tersebut yang kalau lewat hutan Petungkriyono itu sensasinya sangat menyenangkan seperti naik roller coaster atau seperti sedang rafting jika pas hujan tetapi saya harus tetap menikmati perjalanan menyenangkan ini. Sudah hampir setahun yang lalu saya lewat jalan tersebut. Masih sama suasananya seperti memasuki Taman Safari dengan suara-suara Owa atau Monyet Jawa bahkan sering juga muncul di kanan maupun kiri pandangan mata, atau burung elang yang terbang dengan rendahnya dekat sekali sehingga tampak jelas. Menyenangkan!  

Berkat KKN di Petung saya baru sadar bahwa Indonesia itu kaya sekali, kaya banget malahan. Di Hutan Petungkriyono itu buanyak banget natural resources yang bisa dimanfaatkan dan bisa diolah menjadi suatu komoditas atau produk tertentu. Banyak banget nget. Selain itu kehidupan di desa itu menarik, banyak kegiatan-kegiatan tradisional yang saya penasaran pengen ikutan dan beneran tahun lalu dapat melaksanakannya walaupun cuma satu kegiatan diantara banyak kegiatan lainnya. Kegiatan kayak mencari rumput di hutan untuk pakan ternak, panen cengkeh, memetik kopi di hutan, membuat kolang-kaling, membuat gula aren dan lain-lainnya. Kegiatan yang bisa saya lakukan waktu KKN disana yaitu merumput, ya benar merumput untuk pakan ternak. Soon lah launching cerita pas KKN.

Nah kembali ke awal, pas sampai disana temu kangen dengan keluarga Pak Bau kemudian Pak Bau membawa saya ke LKP Rimba Pelangi diperlihatkan tentang progress dari LKP yang Pak Bau buat. Jadi setahun setelah KKN dan beberapa bulan setelah kejadian ini Si Connector dan Kepala Dusun progress yang dilakukan Pak Bau untuk memajukan masyarakatnya sangat signifikan. Waktu di sana saya senang karena Pak Bau sudah mempunyai alat yang cukup memadai dalam hal pengolahan kopi seperti alat roasting berkapasitas 3-5 kg yang didapat dari teman Pak Bau secara gratis dan ada alat grinder juga yang didapat Pak Bau dari bantuan pemerintah. Tetapi Pak Bau cerita kendala satu-satunya yang dihadapi masih tetap pada pemahaman masyarakat untuk diberi tau bahwa memetik biji kopinya jangan yang biji kopi hijau. Karena kata Pak Bau masyarakatnya pada bilang 'Kalau ga segera dipetik nanti dimakan monyet.' sehingga Pak Bau cukup kesulitan untuk mengolah kopi yang baik dan benar dari awal pengerjaan karena bahannya saja salah yaitu ada biji kopi yang masih hijau.

Kemudian ngobrol hal lain, Pak Bau menunjukkan progress dalam mengolah sirup jahe. Waktu itu Pak Bau juga ngobrolin tentang idenya untuk mengolah kolang-kaling menjadi komoditas yang nilainya lebih tinggi kalau dijual jadi tidak hanya mentah berupa kolang-kaling saja tapi dibuat menjadi kayak nata de coco gitu di bungkus dalam gelas-gelas plastik sehingga bisa dipasarkan.

Seneng sebenernya kalau ngobrol dan ngide sama Pak Bau sekeluarga. Seneng juga ngobrol-ngobrol sama penduduk desa, mbah-mbah, ibu bapak sana tentang apa aja random, saya kalau nanya emang suka random-random. Jadi obrolan seperti: kenapa ya ibu harus merumput tiga kali sehari? Kenapa ya warga sini buat gula arennya sendiri-sendiri kenapa ga buat koperasi atau ukm khusus buat gula aren gitu terstruktur dan terorganisir? Kalau petik kopi dimana mau ikutan bu? Sekarang lagi masa panen apa bu? Loh kenapa bisa jahe sekarang jadi murah banget? Kok bisa jadi busuk-busuk jahenya? Kalau penghasilan hanya dari bertani dan beternak aja terus kebutuhan sehari-hari dari apa dong? Kan panen padi setahun cuma berapa kali? Jual sapi 2 tahun sekali? Kenapa ayam disini tidak dikandang kan jadi kotor tempat sekitarnya? Kenapa itu kepala sapinya besar banget badannya juga besar sih? Jenis sapi apa pak? dan pertanyaan-pertanyaan lainnya.

Nah hal-hal kayak gitulah yang membuat kadang pikiran Hanum ini bisa liar. Liar kemana-mana. Connecting the dots. Di dalam otak kalau liat, dengar dan ngrasain hal-hal kayak gitu bisa muncul: Kenapa ga gini? Kenapa ga dibuat ini aja? Wah harusnya ini bisa dimintain tolong sama (entah temen saya, komunitas yang saya tau, platform yang pernah saya dengar, program pemerintah bagus yang saya tau, dan resources-resources lainnya)? Hmm bisa nih dibuat kayak gitu? dan statemen-statemen liar lain yang penuh di otak tiba-tiba. Yang akhirnya ngebuat saya kadang pusing sendiri karena bingung ngimplementasiinnya gimana hehe. Dan itu sering saya obrolkan juga dengan Pak Bau, dengan menggebu-gebu saya cerita pak kenapa ga gini? Pak kebetulan saya punya kenalan atau saya kebetulan tau ini itu dan sebagainya.

Hal itulah yang membuat diri saya melihat lagi ke dalam inner heart saya, hal-hal fundamental yang core problem nya saya ketahui yang akhirnya menimbulkan suatu statement: sebenernya apa yang ingin saya lakukan, capai, dan kontribusikan dalam hidup saya. Apa yang ingin saya lakukan ke depan. Menjadi apa saya di masa depan saya yang akan saya jalani berpuluh tahun lamanya(InsyaAllah). Dalam ranah hidup seperti apa yang ingin saya selami. Pertanyaan masa depan yang penuh dengan pertimbangan dilihat dari kesenangan saya apa, minat terbesar saya apa, apa yang membuat saya semangat, apa yang membuat saya ingin terus belajar-belajar dan belajar, apa kelemahan dan keunggulan diri saya, dan hal lain-lain. Apa yang saya cari? Apakah saya mencari meaning? atau saya mengejar kecukupan finansial?  Apakah saya memperdalam ilmu? Bahkan sampai pada pertanyaan: kemudian dengan siapa atau emang ada yang mau menjalani hidup seperti mimpi, cita, minat dan kesenangan seperti saya? atau mungkin bisa mungkin perlu melebur tapi toh kalau melebur juga pasti ada cross sectionnya kan?

Ya seperti itulah pertanyaan quarter life crisis. Kenapa saya mempertanyakan hal-hal seperti itu karena di umur seginilah saya akan making big decision yang kalau kata mas saya 20-25 itu saat dimana kamu making decisions dengan speed yang cepat jadi tidak ada kata menyesal, takut, pertimbangan oke sih tapi lebih tekankan pada try, take risk. Apakah saya akan menjadi pekerja profesional? pekerja birokrat? pekerja kontraktor? akademisi? freelancer? expertise? atau malah entrepeneur? sociopreneur? penulis? pekerja seni? daaan masih banyak lagi. Antara realistis atau idealis perlu diperhatikan.

Tapi semua itu sekali lagi kalau menurut saya coba deh mulai dari Connecting the dots. Saya percaya bahwa Allah memberikan titik-titik kehidupan setiap orang yang akhirnya akan bermuara pada suatu jawaban 'untuk apa sebenarnya saya dilahirkan' sebagai apa, dan kenapa, semua itu sudah ditakdirkan oleh Allah dengan goresan penaNya. Karena dengan Connecting the dots insyaAllah keunggulanmu akan terasah dan ketidak-unggulanmu bisa tertutupi atau bisa kamu keep, mungkin untuk orang lain, bukan kah perlu ya saat teamwork?

Dan saat sudah making big decision saya hanya ingin mengatakan pada diri sendiri: Jalani dengan sungguh-sungguh day by day langkah sekecil apapun dengan keyakinan yang besar Allah akan membimbing kamu dengan niat tulusmu menjalani hidup yang lebih baik dan lebih bermanfaat. Jangan hilang bayang-bayang baik itu, mimpi baik yang sudah tergambar jelas dalam nuranimu. Jangan takut berbuat salah, malah justru harus salah, harus beresiko, harus gagal biar tough-nya juga semakin kuat. Setiap pilihan ada konsekuensinya, jalani dengan sabar dan ikhlas jangan pernah berhenti berprasangka baik pada yang Maha Kuasa atas segala.

Makasih sudah baca.
Sangat diharapkan comment nya, mungkin kalian bisa sharing jajakan quarter life crisis seperti apa yang sedang kalian hadapi sehingga kita bisa saling belajar dan berbagi pengalaman serta pandangan :)               


14 Juni 2017

Mobilmu dan Jalan Raya Kita

Perjalanan tadi saat berangkat melihat ada mobil mewah melintas didepanku untuk menyeberang. Mobil mewah yang tentu menunjukkan kebermampuan pemilik mobil tersebut. Sesaat aku berpikir: menyenangkan sekali jika aku punya mobil seperti itu? tentu hidupku akan lebih nyaman, kemanapun aku pergi tubuhku terlindungi dari sengatan matahari, ber-AC pula.

Tetapi kemudian di tepi jalan lain aku melihat becak itu sedang ditiduri oleh pemiliknya. Sejenak angan-angan mobil mewah itu kabur remang-remang dan berganti pada pikiran: 'kasian bapaknya masih setia dengan pekerjaannya yang bahkan sudah tergerus oleh jaman yang serba mudah ini.' Kemudian ku jalankan motor lagi, selama perjalanan aku berpikir. Ternyata gap orang kaya dengan orang miskin di Indonesia itu bener-bener jauh, jauh sekali, dan bertambah lebar. Apakah itu suatu permasalahan? Bisa sih dibilang permasalahan tetapi bisa juga tidak karena hal ini menyangkut urusan personal yaitu pendapatan. Dan itu adalah suatu hak yang dimiliki oleh masing-masing personal tersebut. Jadi ngapain dipermasalahin? Tetapi aku tidak ingin menyoroti tentang itu. Gaya hidup bolehlah memilih masing-masing tetapi aku ingin lebih menyoroti kepada fasilitas publik yang digunakan bersama yaitu jalan raya. 

Pola pikir sederhana yang terjadi di Indonesia adalah seperti ini orang berusaha untuk menjadi kaya, mendapatkan uang sebanyak-banyaknya, dan menjadi bahagia dengan apapun yang bisa dibeli atau didapatkan. Sudah selesai. Banyak orang berpikir gaya hidup seperti itu yang nyaman dan menyenangkan. Tetapi kemudian aku berpikir, is it matter? apa itu suatu keharusan? Maksutku cobalah lihat. Saat kamu keluar rumah dengan mobil mewahmu dengan AC yang menyala mendinginkan tubuhmu membuatmu nyaman tanpa keringat. Sesampainya di jalan raya besar kamu menghadapi kemacetan yang panjang. Ingat saat kamu keluar dengan mobilmu dan kemudian menapaki jalan raya saat itulah kamu menggunakan fasilitas publik. Ingat fasilitas publik. Paham kan publik itu artinya apa?

Kenapa ya orang lebih mempermasalahkan oke aku naik mobil ke tempat kerja biar lebih nyaman, aman, mudah, dan gengsi(?) daripada mempermasalahkan kalau aku naik mobil sementara cuma aku doang penumpangnya kenapa aku ga naik angkutan umum saja ya atau motor mungkin agar space di jalan raya yang fasilitas publik itu bisa lebih luas dan digunakan oleh yang lain? atau yaudah aku mau naik angkutan umum saja biar ga nambah macet terus kalau harus jalan kaki pun akan mengurangi polusi membakar kalori? 

Paham ga maksutku kenapa orang itu matter sama aku beli mobil naik mobil mewah nyaman nih? It's okaay It's okaay. tetapi coba berpikir lagi ada yang lebih matter daripada itu..
Disaat penduduk di negara-negara maju sudah sadar dengan pemahaman fasilitas publik dan kepemilikan barang personal, dan negara-negara tersebut sudah menerapkan banyak sekali teknologi angkutan masal, bahkan sekarang mulai digalakan dengan bahan bakar renewable energy sementara di sini masih mendebatkan: aku mau naik mobil aja panas di luar, toh aku beli sendiri mobilnya...sementara saat dia keluar dan mengemudikan mobilnya, dia menggunakan fasilitas publik: jalan raya. 
terus ada yang bilang: lah aku udah bayar pajak loh
semua orang juga bayar pajak kali.

Sedih sih kadang saat pengemudi mobil mewah lebih di-appreciate 'wah'nya ketimbang orang-orang setia pengguna angkutan umum. Sedih saat orang lebih matter pada urusan personal padahal dia sedang menggunakan fasilitas publik. Sedih juga saat mendapati di kampus sendiri mobil bertebaran dimana saja, termasuk dosen-dosenku juga yang hanya satu penumpang per mobil. Padahal kita belajar sampai larut untuk belajar tentang transportasi, angkutan masal dan perhitungannya pula. 

banyak kok di Indonesia yang masalah remeh lebih penting atau matter dibanding masalah-masalah krusial dan vital untuk kepentingan bersama. atau mendebatkan yang lain, yang sangat tidak lebih penting dan seharusnya sangat tidak perlu untuk diungkit-ungkit secara terus menerus. banyak kan? lagi ngetren malah...hmmmmmmm.....yaudah gapapa namanya juga masyarakat berkembang, sedang berproses. optimis aja :)

   

21 Mei 2017

Random eps.2

Aku orangnya kalau youtube-an suka random. Random banget. Tapi random pada satu jenis topik video yang bisa bikin aku terenyuh, atau kayak 'awww so cute' 'full of kindness' 'what kind of meaningful story'. pokoknya video yang bisa bikin aku kalau nonton itu kayak huhu terharu sekali please. terharu yang bahagia gitu sesuatu yang merecharge sisi humanis dan feminisku. Kalau ga video yang sejenis biasanya video goodnews. Nah padahal video-video kayak gitu susah juga dapetnya atau random munculnya. tiba-tiba ada di home facebook, di timeline twitter, kadang muncul sendiri atau kepikiran cari keyword yang pas di youtube apa yaa. Salah satu keyword yang sering aku tulis di youtube in my spare time gegoleran gitu satu sih yang paling sering yaitu: 'Pregnancy Announcement' ya ini benar. benar sekali. Aku sampe bisa ngabisin waktu berjam-jam cuma nonton Pregnancy Announcement Compilation dari #1 sampai #9 wkwk dan gabosen-bosen. Iya beneran. HAHAHA. aku sendiri juga gapercaya kok bisa :'''
Setiap nonton itu emosinya kayak bisa kerasa banget..aku gapaham sih aku yang lebay atau gimana tapi aku ngerasa ikut larut dalam surprise goodnews itu. Coba deh nonton! tapi awas! it's a trap!

 

20 Mei 2017

Day 6: Menikah dan Berumah Tangga

Hai readers maafkan Hanum ya Day 6 dan 7 nya ke skip dua minggu huhu maaf. tetapi rencananya memang launching #7daysQuranChallenge-nya saya publish seminggu sebelum ramadhan :) Sehingga saya berharap hari-hari kemudian bisa lanjut Quran Challengenya selama bulan Ramadhan dan temen-temen bisa mulai ikutan #OneDayOneHadist atau #OneDayOneIslamicStory atau #OneDayOneDua and etc. Yuk temen-temen mari kita sama-sama meningkatkan semangat iman dan taqwa kita di Bulan yang penuh Keberkahan, menjemput pahala-pahala yang bertebaran dan juga menebarkan kebaikan-kebaikan di Bulan Suci ini :)

Di post kali ini saya akan membahas tentang....jeng jeng... Pernikahan... ya benar. Setelah kemarin dua minggu yang lalu teman saya, Zahratul Iftikar melangsungkan pernikahannya dengan Khoirul Fahmi, saya menjadi tertarik untuk membahas tentang pernikahan ini menurut buku yang saya baca lagi dari M.Quraish Shihab berjudul Perempuan. Temen-temen kalau mau diskusi monggo banget karena memang saya ilmunya juga masih sangat sedikit. Yuk saling belajar menjemput fitrahNya! :)

Post ini akan sangat panjang sepertinya selain karena babnya paling panjang juga karena bab ini paling menarik menurut saya hehehe :)



'Segala sesuatu telah Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat (kebesaran Allah)' (QS. adz-Dzariyat:49)

12 Mei 2017

Project Child Indonesia: Be a Volunteer of Drinking Water Program



Jadi semester ini saya menjadi volunteer di sebuah NGO lokal Yogyakarta namanya Project Child Indonesia (http://volunteer.projectchild.ngo) yaitu sebuah NGO yang fokus geraknya dalam hal kesehatan, lingkungan bersih dan hidup sehat bagi anak-anak Indonesia.
The vision of Project Child is for every child in Indonesia to have the opportunity to learn, to have a healthy start, and to feel supported and secure living in a clean environment that is prepared for natural disasters.
Ada beberapa program yang ditawarkan oleh Project Child Indonesia dalam kegiatan volunteernya. Yang saya ikuti namanya Drinking Water Program. DWP adalah sebuah project dimana PCI mem-provide access to healthy drinking water yang baik untuk diminum langsung di beberapa sekolah binaan PCI.

9 Mei 2017

In Between

ini post purely my personal opinion, sharing insight dari apa yang aku alami beberapa tahun belakang ini, terutama dalam kehidupan kampus hehe, enjoy it, and let's discuss, sangat open dengan opini kalian juga :)

Baru kenal istilah ini beberapa hari yang lalu. Jadi secara awam in between itu sebutan golongan orang-orang antara. Antara si agamis dengan si duniawi, antara akademisi dengan si titip absen setiap hari,  antara si sederhana dengan si sosialita, antara yang suka nongki-nongki dengan yang kuliah-pulang-kuliah pulang, antara yang sibuk kemana-mana rapat dengan yang selonya kebangetan, antara yang si aktivis kontributif dengan yang lurus-lurus aja, dan antara-antara yang lainnya. Aku ga ngejudge salah satu golongan mereka adalah golongan baik dan yang satunya golongan buruk atau yang satu golongan bener dan satunya golongan salah. Karena hidup terlalu sempit kalau hanya dilihat dari kacamata kuda seperti itu.

In between itu orang-orang yang dia bisa adaptif di golongan-golongan yang disebutkan diatas, dalam artian, dia bisa ngobrol dan berinteraksi dengan si agamis tapi ada suatu masa dia juga bisa dengan si duniawi, tetapi dengan kadar yang tidak berlebihan atau tidak terpengaruh secara berlebihan. Jadi kayak it’s okay now im in your circle and I respect it but I also have my own principle and integrity. Inget own, karena setiap orang pasti juga punya their own integrity and principle. In between ini ngejelasin dimana golonganku berada, ini seriously baru sadar pas curhatanku ditanggepin Dina. Kalau ibuku tanggepannya bilang itu termasuk golongan ‘moderate’ ya ditengah-tengah, intinya kamu punya experience bertemu macem-macem golongan orang dan jenisnya.