16 Maret 2017

Random

Katanya umur 20an adalah saat hidupmu terswitch dengan ritme yang cukup cepat, level hidup yang cukup besar gapnya. Fluktuasinya tinggi. Maksutnya gimana? Semisal baru kemarin kamu menjalani peran sebagai anak yang merawat orang tua sakit, mengubah total pola hidupmu dan keluarga menjadi lebih sehat kesana-kemari mengurus administrasi di 3 rumah sakit berbeda dengan 2 pasien berbeda, hari berikutnya kamu sudah berada di kerumunan orang pencari informasi beasiswa tak terhitung banyaknya dan kamu bertemu dengan orang asing yang sangat baik sekali yang akhirnya menjadi korespondenmu, sorenya kamu sudah di kereta siap menjalani peranmu yang lain sebagai seorang tante sekaligus nanny dan lagi kamu melihat hal-hal lain di kota lain, banyak pelajaran yang kamu dapatkan. Tiga hari kemudian kamu sudah di ruang kerja mengerjakan tugasmu dengan profesional dan banyak tuntutan, malamnya kamu sudah di tengah kelompok pecinta buku yang kamu dan teman-temanmu dirikan. Siang hari berikutnya kamu sudah di SD menjadi volunteer bersama orang asing, kemudian kamu langsung meluncur untuk liqo bersama gengmu, selesai itu kamu kembali ke ruang kerja. 3 hari berikutnya kamu berkutat menyusuri sungai melihat kenyataan hidup di bantaran sungai, dengan pekerjaan dirty yang kamu lakukan, sampai dianggap pegawai pemerintah yang sedang survey siap menggusur mereka. Kemudian pagi hari selanjutnya kamu sudah duduk manis di ruang pucat untuk ujian ielts. Ditengah-tengah kamu menjalankan peran itu hape berbunyi kabar-kabar menyenangkan dan menyedihkan bermunculan. Dari mulai bertemu dosen, temen-temenmu, relawan, orang asing, kepala dusun, nanny, dan berbagai macam orang lainnya. Tenaga, pikiran, emosi, terswitch dengan cepatnya, dengan mudahnya, dan kamu harus semakin kuat mengontrolnya, memanage waktu dan strategi pengerjaan.

Kadang capek kemudian kepikiran: rasanya keterlaluan benar ini hidup! Tetapi kalau ingat lagi kata-kata mas mbak yang sudah lebih berpengalaman 16-17an diatasku mereka selalu bilang: ‘ya seperti itu, mungkin kamu belum merasakan dampaknya sekarang tetapi 10-20 tahun mendatang buktikan ya omonganku.’

Bagus sih banyak bertemu dengan orang dengan berbagai jenis karakter, jalan hidup, pandangan hidup,  jadi ngerti: oh apa yang harus aku siapkan dari sekarang untuk masa depan kelak yang semisal jalan hidupnya pengen ini itu. Di sisi lain juga semakin menambah rasa toleransi terhadap hidup yang dijalani, semakin realistis dan sekali lagi bukan tentang apapun tetapi sadar kalau :

“Namun, sekarang aku memiliki filosofi baru bahwa berbuat yang terbaik pada titik dimana aku berdiri sesungguhnya sikap yang realistis. Maka aku sekarang adalah orang yang paling optimis, tak pernah sedikitpun aku mengompromikan cita-cita itu”
-Sang Pemimpi, Andrea Hirata

Curhat semata, pengen diuangkapin apa-apa aja yang
aku dapatkan beberapa hari ini tetapi terlalu penuh di otak hehe
Ngobrol yuk aku lebih suka cerita by lisan biar kita bisa saling elaborate

Hanum, 10:47 PM 3/16/2017

2 Februari 2017

Bani Sudibyo

Jadi ceritanya beberapa hari ini di Yogyakarta dan sekitarnya tiap malam hujan. Alhasil sering kehujanan, padahal juga pake mantol tapi masih kehujanan. Terus sekarang badan jadi sedikit meriang. Padahal besok beberapa hari kedepan mau ada acara-acara 'menarik' dan deadline 'menarik'. Kebetulan tadi juga udah telfon anak kecil keponakan cowok satu-satunya yaitu Si Perut Besar yang di Bandung hahaha

Ngabarin kalau besok aku mau dateng kesana, terus minta dioleh-olehin apa sama tante. Sebelumnya beberapa hari kemarin Si Perut Besar ulang tahun yang ke enam. Iya ke enam. Iya tantenya 21 tahun. Nah terus kata ibunya atau Mbak ku. Iya mbakku. Iya aku sama mbakku selisih 17th. Bilang kalau kemaren pas mau ultah Si Perut Besar maunya dibeliin kue ultah sama Tante Hanum. Terus kan terharu ya :') padahal sini sering nggodain dan maenin Si Perut Besar hahahaha. Terus tadi pas telfon 

'He anak kecil, besok tante mau ke Bandung loooh' 
'Iyaa? Kapan tante teh ke Bandung?'
'Besok minggu sampe' 
'Minggu besok? Pagi atau malam?' Dengan suara imut yang menyebalkan
'Emm minggu apa ya pagi kayaknya liat besok, anak kecil mau dibawain apa? Cieee yg kmaren ulang tahun' 
'Mau dibeliin maenan yang segitiga' 
'Hah apaan tuh maenan segitiga?' 
'Itulo maenan segitiga tante' 
'Ya tante mana tau' 
Terus percakapan berlanjut hanya ngomongin maenan segitiga yang gajelas kayak apa :( 
'Gamau ah, besok tante beliin kue ultah aja yaa maugaa?' 
'Hmmmm gamau' 
'Loh kok gamau katanya kmaren minta dibeliin kue' 
'Gamau aah adik Tsaqif' 
Jadi namanya Tsaqif 
'Yaudah tante beliin kebutuhan sekolah aja, buku tas pensil atau apa?' 
'Hmmm kebutuhan sekolah apa ya buku pensil rautan penghapus masih, tas dari mbah kokong masih, hmmm apa ya' 
'Yaudah tas aja kan itu udah lama' 
'Hmmmm, oooh kebutuhan ngaji boleh tante?'
'Ooooh boleh iya kebutuhan ngaji aja' 

Jadi Si Perut Besar ini anaknya hiperaktif, yaiya cowok, tapi manut banget sama kakaknya, Shafa. Apa-apa pasti Kakak Shafa, 'Gamau ah aku maunya sama Kakak Shafa, ga sama tante.' 'Engggaak kata Kakak Shafa gaboleh tante' Pokoknya semua percakapan itu dengan suara yang imut menyenangkan sekaligus nyebelin. Tapi walaupun terkenal hiperaktif bahkan sampe Mbah Kokong kalau di Bandung lebih dari 3 hari aja bisa stress menghadapi anak kecil ini, Perut Besar jago banget math. Kata Mbakku, Perut Besar kalau di SD nya, iya dia udah SD sama Kakak Shafa, Perut Besar selalu minta PR padahal kelas itu gapernah ada PR. Perut Besar selalu minta PR ke bu gurunya. Awalnya mbakku bingung kok tiap hari ada PR masih kecil juga baru SD kelas 1. Usut punya usut ternyata si anak kecilnya sendiri yang minta dan selalu dikerjain. Tiap hari minta lagi. Dan mintanya PR Math. 

Sementara si kakaknya, Kakak Shafa dia gajago-jago amat math. Tapi dia sukaaaaa banget namanya Membaca. Dia ikut Olimpiade Sains sama kayak Uni Dea yang di Jakarta karena juga suka Sains. Soalnya mereka suka baca buku Why! HAHAHAHAHA Siapa dulu dong tantenya yang beliin! :'D 
Aku udah tau si Kakak Shafa emang sukanya membaca dia lebih bagus di kekuatannya membaca. Sama kayak Uni Dea, kalau baca 1 buku Why bisa 2 hari selesai. 

Suatu hari dulu pas masih kelas 4 juga, aku beliin Why yang seri ocean. Terus ada percakapan yang bikin tantenya seneng. 

Di lantai bawah
'Buk tauga aku habis baca buku bagus, why ocean judulnya, disitu banyak cerita-cerita hewan laut yang seru-seru. Aku suka bacanya' 
'Oiya to' jawab ibunya dengan biasa seperti biasanya -_- ya emang mbakku sering gitu 
'Iya bukunya dibeliin sama tante' 
Terus cerita tentang hewan-hewan laut ke ibunya 

Kebetulan aku di lantai atas denger sambil cengengesan senyum-senyum gajelas: 
Iyaaa! Tante tauuu kamu suka! Tante tau kamu lebih suka baca daripada berkutat dengan buku-buku latihan les Kumon! Wkwkwkwk

Sama kayak Uni Dea yang di Jakarta, 
'Ma kan aku abis baca why judul fosil tauga Ma ternyata fosil nenek moyangnya burung itu bisa sampai 250juta tahun loh ma, keren banget kan' 
'Oiya?' jawab mamanya dengan biasa seperti biasanya juga -_- 
'Iya ma bayangin 250juta tahuuun lama banget yaa itu lebih tua dari mbah kokong, mbah uyut-uyutnya lagi mbah kokong hahahah' 

Aku selalu suka sama percakapan-percakapan gitu. Diskusi yang bisa bikin anak itu terus tanya, iya ya kenapa ya, kok bisa ya, kenapa ya, dan sebagainya. Menciptakan rasa ingin tahu yang besar. Kenapa penting? Karena bagiku semakin dini anak itu curious semakin mentalnya kebentuk, dia bisa bertanya apapun, menumbuhkan rasa percaya dirinya, menumbuhkan toleransi, sadar kalau jawaban itu banyak versinya jadi tau kalau bukan tentang mana yang paling benar, menghargai pendapat orang lain dan masih banyak banget manfaatnya. Jadi semakin mereka dewasa mereka sudah bisa menuntun diri sendiri dengan baik, autopilot. 

Terus gue juga baru sadar, emang ya anak pertama itu beban dan pengorbanannya banyak. Sejak kecil lagi.  Sering ngalah buat adiknya, sering ngalah buat salah, terus tau diri kalau punya adik yang lebih 'diperhatikan' sekitar. Terus rajin. Iya Kakak Shafa sama Uni Dea rajin banget, rapi, bersih, ga diajarin bahkan. Semua serba tertata, rajin belajar juga. 

Semakin hari setelah perhelatan kegiatan kampusku memudar karena dah masa tua. Aku lebih sering maen sama anak kecil. Emang aku program buat semakin menuju fase kehidupan setelahnya aku pengen banyak bonding dengan my whole Bani Sudibyo Family. Dan itu menyenangkan! Aku suka! :D 

31 Januari 2017

Peran

Semakin kesini semakin paham, kalau setiap orang itu punya peran hidupnya masing-masing. Peran hidup yang berawal dari dia sendiri yang memilih atau semesta yang memilihkan untuknya. Kamu gabisa begitu saja langsung ngejudge bahwa ini orang gimana sih lalala atau ya pantes gitu orang kaya enak nyaman. 

Karena kita gatau kehidupannya seperti apa, seharian dia mengalami apa, dalam peran apa dikeluarganya. 
Tulang punggungkah? Anak pertamakah? Anak kedua? Terakhir? 
Atau peran dalam pekerjaanya. Mahasiswa kah? Dosen kah? Satpam? OB? Tukang parkir? Penjaga kasir? 
Setiap status itu punya perannya masing-masing.
Tidak ada yang lebih baik, atau sangat baik. Setiap orang punya dan berhak memiliki berhak memutuskan perannya dengan status apapun itu. 
Apakah anak muda dgn status mahasiswa yg mndptkan pendidikan lebih baik dari anak muda yg tidak bisa bersekolah? lebih beruntung iya.

Aku sering malu sama diriku sendiri saat banyak cerita yang aku temui di sekitar, yang kelihatannya dari luar mungkin aku 'lebih beruntung'. Dan dengan status 'lebih beruntung' itu menjadikanku semakin tinggi, dan saat mendengar cerita-cerita itu malu rasanya. 

Ada ibu jualan nasi rames depan kos. Suatu hari, dia punya pekerja anak kecil gitu seumuran SD. Kirain keponakan ibunya dipekerjakan disitu. Tapi ternyata waktu aku tanyain 'Buk keponakannya ya?' 'Bukan mbak hehe' 
Jadi anak SD itu anak pertama dikeluarganya rumahnya di gunung kidul, punya adik masih kecil. Gabisa sekolah, ga ada uang, keluarganya miskin, dia harus kerja bantu orang tua. Terus ditolong sama ibu penjual nasi rames depan kosku itu, disuruh tinggal dirumahnya, makan disana, digaji dipekerjakan bantu jaga warung :')

Seringnya ngedenger cerita sejenis, rasanya kayak: Ya aku gaboleh gabisa dan gaseharusnya memandang rendah orang. Seperti apapun itu keadannya. Harus ramah, harus menghargai. Dan aku juga gabisa gaboleh dan gaseharusnya memandang tinggi diri sendiri hanya karena aku 'lebih beruntung', yang malah membuatku semakin berjarak dengan sekitar.

Atau ceritanya Mbak Mar, Nanny-nya dea dinda. Udah pernah aku ceritain disini. Dulu waktu aku semester 5, dia cerita kalau dia excited banget bisa kuliah, kejar paket SMA terus daftar kuliah jurusan ekonomi di PTS dekat rumah masku. Dia  dikuliahin sama masku dengan syarat gaboleh keluar kerja dari Nanny. Jadi dia setiap pagi siang sore kerja, malamnya kuliah. 5 hari dalam seminggu di Jakarta naik angkot setiap malam seperti itu terus, kadang kuliahnya sampai malem banget. Belum, kalau ada tugasnya juga. Tapi dia seneng, semangat banget. Aku belum pernah ngeliat orang sesemangat itu kuliah. 

Kemaren pas ketemu lagi obrolannya udah beda. Topiknya menarik: IPnya cumlode, kalau udah lulus pengen kerja apa, dosennya gimana, temen-temenya gimana, tugasnya apa aja dan lain-lain. Lebih educated. Dan pas waktu ngedengerin rasanya kayak ikut bahagia. Dan senang karena melihat sendiri bahwa pendidikan benar-benar bisa mengubah seseorang menjadi lebih baik. 

Kalau denger-denger cerita kayak gitu rasanya kayak: ngeluh dikit aja, dilarang. Gaboleh. Harus rajin, banyak-banyak bersyukur. Hidupnya udh enak :')
Pilih peran, segera. Tentukan. Jalankan dengan baik. Sebaik-baik pemanfaatan. Mandirikan dirimu. Jangan merepotkan. Get your own living. Bersyukur lah dengan sekuat-kuatnya perjuangan untuk kehidupanmu yang sudah baik atau akan lebih baik. Agar kamu bisa bermafaat secara maksimal kelak di masa depan.

4 Januari 2017

Kerjasama dengan Winrock International

Baru saja diberi kabar menyenangkan dari Pak Bau Sipetung tentang progres produk kopi sipetung yang akhirnya dikasih nama sama Pak Bau adalah COFFE JAVA TLOGOPAKIS, yeaaah! cool right? udah sampe ada poster dan segala kemasannya! LPK yang dibuat Pak Bau sudah berjalan akhirnya sudah punya cafe kecil sendiri di tempat wisata Curug Bajing dan produk siap dipasarkan :)

terus emang kenapa mbak hanum?
Bahagia dongggg. Kenapa? Emm karenaaa apa yang aku lakukan sekecil menghubungkan orang-orang baik bisa berbuah lebih baik lagi, lebih mandiri, impactnya lebih pas.
Emang mbak hanum dapat apasih? Emm Dapat kebahagiaaan kan udah kubilang :p bahagia saat Pak Bau sering tanya mbak ini gimana ya? mbak seharusnya gimana ya? dan sebagainya, kemudian bahagia lagi saat diucapin terimakasih padahal sini cuma modal ngomong dan ide aja hehe :D terus jadi tau juga pengetahuan tentang dana desa gimana segala peraturan, aluran pendanaan, birokrasi dan sebagainya. Jadi semakin paham celah-celah kecil yang bisa diisi secara efektif oleh mahasiswa kayak aku gini gimana bagian mana sehingga aku bisa menjembatani antara pihak Desa atau masyarakat yang sebagai sasarannya dengan pihak pemerintah yang mempunyai dananya dan programnya. Masih ada yang kurang sih tetapi gapapa yang penting bisa mandiri dan berkembang dulu hehe, aku percaya saat pengembangan desa dilakukan oleh masyarakatnya sendiri, secara aktif memajukan desanya maka kebermanfaatan itu akan sustain. Kalau kepikiran ide, banyak, tetapi tahan dulu hehe.

Alhamdulillah lagi beberapa hari kemarin ditawarin project oleh suatu NGO dari Amerika yang fokus pada bidang pertanian, nama NGO nya Winrock International (https://www.winrock.org/country/indonesia/) gara-gara post-ku di ig tentang Si Connector dan Kepala Dusun, kebetulan yang nawarin itu anak FIM 17 dan sekarang sedang disusun rencana semoga segera bisa dilaksanakan. Wah seneng mbak hanum? Iyah! seneng!!! :D
Tapi perlu dijaga nih hal-hal kayak gini cenderung meningkatkan pikiran-pikiran dan ideku menjadi liar wkwkw perlu dikontrol dan lebih ditata
Terus baru tau bahkan sekarang Sipetung udah punya websitenya sendirii! Pake programnya pemerintah yang sejutadomain itu! padahal baru mau aku bilangin tetapi udah dibuat sama Mas Wasis! wuhuuw keren! Go visit: http://visitpetungkriyono.id/

Allah kenapa Engkau selalu menginginkanku untuk di ranah seperti ini?
Ya aku suka, tetapi kenapa Allah?
Kuatkan dan teguhkan niat hamba untuk menggapai ridhoMu :)
Alhamdulillah untuk titik-titik kehidupan yang selalu Engkau beri, begitu indah, seru, menegangkan, sekaligus menyenangkan!

3 Januari 2017

2016-2017

Tahun 2016 menurut saya adalah tahun yang mengajarkan banyak hal, Alhamdulillah tahun ini sekali lagi diberi perjalanan oleh Allah untuk bertemu dengan orang-orang baru, tempat baru, komunitas baru, pertemanan baru, makna baru. Yang akhirnya membuat saya banyak belajar serta bersyukur atas hidup yang saya miliki. Saya punya notebook kecil daily activities warna orange kertas polos paperart, di notebook tersebut setiap pergantian semester selalu saya isi Evaluasi dan Resolusi. Berhubung banyak yang nulis di blog tentang evaluasi dan resolusi jadi pengen ikutan :p

EVALUASI
1. Bertemu dengan berbagai jenis orang dengan berbagai peran dan kebermanfaatannya
Forum Indonesia Muda
Di tahun ini Alhamdulillah saya bertemu dengan orang-orang baik yang kontribusinya ga tanggung-tanggung impactnya. Mulai dari FIM(Forum Indonesia Muda) yang dimana saya bertemu dengan orang cerdas, kontributif, aktif, passionate dan masih banyak lagi karakter anak FIM yang oke-oke itu :’) tapi ada benang merah yang saya dapatkan dari mereka yaitu kebanyakan mereka seorang kreator. Yang paling saya suka tetep pembicara-pembicara di seminar FIM, sumpah keren banget, keren banget. Insight yang mereka berikan ngena banget tentang kamu mau berkontribusi dengan cara bagaimana, kehidupan ke depan bagaimana menghadapinya, dan lain-lain. Jadi punya gambaran banyak jalan hidup yang bisa dicoba atau ‘gila ya ada gitu yang nglakuin hal itu dan berhasil’. Setidaknya saya merasa menemukan habitat saya di FIM ini hehe. 




KKN
Kemudian KKN, mau cerita gimana ya perjalanan KKNnya panjang bahkan setelah KKN juga masih panjanggggg berlanjut sampai sekarang. Di KKN ini saya ditempa untuk lebih humble, melepas segala atribut kemahasiswaan saya agar bisa berbaur dengan sekitar yang akhirnya dapat melihat dengan jelas, menata tindakan, dan berpikir jernih tentang masalah di masyarakat kenyataannya bagaimana dengan segala aspek yang ada, menemukan solusi yang pas sekaligus efektif untuk dilakukan bersama masyarakat. Di KKN ini saya menyadari bahwa Indonesia itu Kaya banget!!! Sumber Daya Alamnya melimpah ruah! Tetapi kalau tidak bisa mengelola dan mengolahnya dengan baik ya percuma. Simak ceritanya di Story Of Sipetung




Saya menyadari bahwa saya seorang extrovert, suka jalan-jalan, melihat hal-hal baru, kehidupan baru, bekerjasama dengan orang baru dalam ranah yang saya suka (volunteerism). Awalnya saya merasa lelah banyak membantu teman, menjadi yes man, tetapi kemudian saya sadar bahwa dibalik niat yang tulus perlu tindakan yang optimal pula, saya sadar bahwa bukan tentang mereka yang saya bantu tetapi tentang diri saya sendiri bagaimana saya membangun diri untuk 'merealisasikan niat menjadi tindakan nyata'. Perlu belajar lagi membedakan antara antusiasme dengan niat beneran hehe. 

Saya banyak bertemu dengan berbagai karakter orang, berbagai topeng, berbagai pikiran, dan semakin hari saya merasa semakin mengerti tentang dont judge people by its cover, jadi jangan meremehkan jangan menutup diri dari berbagai golongan, yang perlu diperhatikan itu prinsip dan integritas diri saya sendiri dalam kondisi apapun. Selain itu saya juga jadi mengerti tentang listen to others, inget listen! just listen be empathic! empati bukan berarti terlibat tetapi merasakan karena terkadang kita juga tidak mengerti harus memberi bantuan apa. Saya harus mengontrol diri untuk tidak terlalu terlibat hehe 

2. Berbuat baik itu tidak hanya berbuat baik saja tetapi berbuat baik dengan cara yang cerdas.
Di tahun ini saya diingatkan oleh seorang teman, Dahlia Anggita Zahra, belajar bahwa berbuat baik saja tidak cukup, berbuat baik haruslah dengan cara yang cerdas. Sehingga diharapkan dapat menjadikan impact yang lebih luas, lebih efektif, dan terutama lebih sustain. Banyak contoh komunitas, pekerja sosial dan relawan yang telah saya temui saya ketahui kiprahnya tentang berbuat baik dengan cara yang cerdas. Sulit memang tetapi malah justru itulah akar dari segala permasalahan yang dapat diselesaikan. Bagaimana berbuat baik dengan cara yang cerdas? InsyaAllah akan saya pelajari di 2017 ini

3. Terlalu berambisi kemudian sadar bukan hanya hasil yang dikejar tetapi proses dan niatanya.
Di semester 7 ini saya punya banyak target, yang saya jalankan bersamaan, dan hasilnya? FAIL, waktu saya banyak terbuang, tidak fokus, setengah-setengah, panik, jadi beban pikiran tiada akhir. Kemudian saya sadar bahwa ada yang tidak pas, ada yang salah dalam perencanaan, terutama ada yang salah terhadap niat dalam hati ini. Saya banyak tidak fokus di sisa setengah tahun 2016 ini, mencoba hal-hal yang saya sadar persiapan saya kurang, padahal yang dicoba banyak, nah kemudian, fail, fail lagi, sudah fail tidak sabaran pula. Astaughfirullah. 

RESOLUSI
1. Tambah mendekatkan diri pada Allah 
Allah, sesungguhnya hamba rindu, ketenangan, kerendahan hati, kesejukan dari peluk hangat kasihMu. Allah, hamba ingin mencintaiMu dengan sederhana, dengan hati yang selalu terpaut untukMu, dengan jiwa yang selalu menghamba padaMu, ditempat sunyi bisa mencurahkan semua. Allah, hamba ingin mencintaiMu dengan sederhana, dengan kebaikan, kebahagian, dan nikmat sederhana seperti yang selalu Engkau berikan padaku. 
Allahumma a’inni ‘ala dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibadatika’

2. Tambah berbakti kepada orang tua dan lebih dekat dengan keluarga 
Saya sadar umur saya akan menginjak 21 tahun dan saya merasa tahun ini akan menjadi tahun krusial, banyak target 'besar' yang ingin saya wujudkan. Dan saya percaya dukungan keluarga terutama orangtua sangat saya butuhkan, untuk selalu mengingatkan diri saya agar fokus pada impian dan terus melangkah maju karena keluarga akan selalu memelukmu dan menyayangimu dalam keadaan apapun. Sehingga saya tidak ingin mengecewakan mereka. Apalagi saya sekarang sudah punya 5 keponakan! wohoow! 

2. Keep Calm, Focus, and Sabr pada target dan impian sendiri 
Nah ini! perlu dipilah-pilah lagi targetnya, yang mau dicoba apa, kemampuan seberapa, waktunya gimana. Prihatin hanum, menempa diri, mengasah pedang, dan menghidupkan potensi. Semua ini tentang 'be a better Hanum' BE BETTER!! niatnya diperbaharui terus ya! Demi kehidupan yang lebih baik dan bermanfaat.
Making a big life change is pretty scary but know what's even scarier? Regret!

3. Positive mind, positive word, be a positive! have a big smile! :D
hatinya dibersihkan terus hehe perbanyak istighfar

4. Happy Learning!
Di tahun ini saya terus menuntut diri untuk profesional, tidak boleh moody, menata hati, mengontrol emosi dan belajar untuk memberikan feedback yang baik terhadap kritik yang diberi. Ingat! bukan tentang orang lain, tetapi tentang dirimu sendiri, karakter yang ingin kamu kembangkan sendiri.
Just because you took longer than others. Doesn't mean you fail. Remember that! Keep focus on your goal dear! :)  

Nah itulah, untuk yang lebih detail tentang penjabaran target jadi konsumsi pribadi di notebook orange kali ya terlalu panjang nanti disini. Jadi bagaimana dengan resolusi kamu? :) 

“Orang-orang beriman selalu punya caranya sendiri untuk menata hatinya meski apa yang ia terima dalam kehidupan berlawanan dengan keinginannya. Saat ia mendapat musibah, air matanya menetes. Tapi hatinya terilhami untuk meyakini bahwa apa yang diberikan Allah kepadanya adalah yang terbaik baginya. Fisiknya mungkin lelah, tapi ia kuatkan hatinya karena taqwa. Rasa sedih mungkin menyapa, tapi ia sematkan lebih besar rasa sabar disana. Maka bagi merekalah, kasih sayang Allah terlimpah mengiring masa…” - Dewi Nur Aisyah 

2 Januari 2017

Dea Dinda


Jadi barusan tadi sekitar jam 10 pagi, anak kecil dua keponakan dari Jakarta sudah balik lagi ke rumah mereka. Seminggu lebih satu hari mereka pulang kampung ke rumah Simbah Bantul (maksutnya dirumahku). Dalam rangka libur akhir tahun dan libur sekolah. Keponakanku yang 2 dari Jakarta ini namanya Dea dan Dinda. Dea kelas 4 SD, sering dipanggilnya Uni Dea, jadi Uni itu bahasa Padang artinya Mbak, kalau Dinda kelas 3 SD beda mereka 13 bulan (disebut-sebut terus sama si Dinda: 'iya tante kan aku sma Uni Dea bedanya 13 bulan') dipanggilnya Dinda. Di Jakarta Nanny mereka namanya Mbak Mar, yang pernah aku ceritain betapa masih semangatnya kerja sambil menempuh kuliah malam hari di sana itulooh. Dua anak kecil ini sekolahnya di tempat yang sama deket rumah mereka daerah Keramat Jati, nama SD nya SD Buah Hati. (Ini penting kenapa aku sebut! Nanti ada lanjutannya) 

Di Yogya seminggu emang ngapain aja? 
Maen, nonton maruko-chan big hero moana finding dory tottoro gabosen diulang-ulang, terus gangguin tante, rebutan remote tv sama mbah kokong, ngaji sama mbah uti, baca why, masak sosis bakar, dan masih banyak lagi. Tapi yang paling favorite cuma satu dan itu dilakuin hampir tiap malem selama di Bantul, bahkan kalau ga dilakuin sampe dihitung yaitu: Maen ke Alun-alun Bantul! Ya benar maen ke Alun-alun Bantul! Sampe tantenya aja bosen nganterinnya tiap malem minta ke Alun-alun Bantul :(

Emang di Alun-alun ada apasih? 

9 Desember 2016

[KEEP] 29 Incredible Nature Documentaries For Kids

That's so cuteeeyy! There is a bunch that I haven't seen before and of course, I want to complete it, can't wait to have some new ones to check out! :'D
Actually I have some of the collection on the list: 
Bears: Scout and Amber with their superhero mom Sky, David Attenborough on the fascinating way to explain how could be the Elephant eat salts every night, and some cuteness overload of baby cub African Cats, and the others incredible Disney Nature Documentary! 


My kids love animals and enjoy watching nature documentaries– especially when they feature animals! I started making a list of favorites, and gathering suggested titles of nature documentaries from my friends. Although these titles have all been recommended for kids, remember that with nature documentaries, it’s real life: children (or their parents) may be disturbed by some images of predators hunting, catching, and eating their prey, the occasional mating scene, or birth scene. It’s best for parents to view with their children (or preview beforehand) so we can either fast forward through the scary scenes or be available to answer their questions. Here are 29 nature documentaries for kids that are educational and inspiring, and will teach you about life on Earth with phenomenal cinematography and fascinating . This post contains affiliate links. Thank you for your support!

1. PLANET EARTH

Planet Earth is our #1, absolute favorite of the nature documentaries perhaps because it came out in 2007 when my daughter was 2 and I was pregnant. I had to rest a lot and we would snuggle and watch the box set (we had the David Attenborough version). We were overjoyed when the polar bear mama and her cubs emerged from their icy bed, imitated the baboons crossing the water without getting their paws wet and the silly birds of paradise dancing, closed our eyes when the wolves chased the baby caribou or the great white shark caught its dinner, cried when the polar bear couldn’t get its food… but my daughter’s favorite moment, that had her in belly laughs every time, was the ducks jumping from their nests onto the forest floor:
DOCUMENTARIES ABOUT ANIMALS / CRITTERS

2. AFRICAN CATS

This is a Disneynature documentary that is narrated by Samuel L Jackson. What makes the Disney nature documentaries different is that they tell a story about the animals- in this case a family of lions and a family of cheetahs. Kids are enraptured by the incredible footage, and literally can’t look away from the screen. You can buy it on amazon, or watch it instantly.

3. ANIMALS ARE BEAUTIFUL PEOPLE

We picked up this oldie-but-goodie at our library, but you can also watch it instantly on amazon,or get the DVD. This 1974 classic hilariously talks about creatures of the Namib Desert, and your kids will want to watch it over and over.

4. ANTS: NATURE’S SECRET POWER

After watching this in-depth report on ants, you will never look at these tiny insects the same! You can watch instantly on amazon or– we were lucky to find the full film on youtube

5. BEARS 

Another of the Disneynature documentaries, this time all about brown bears! We love the baby cubs “Amber” and “Scout” and the fast-paced and exciting story in the Alaskan wilderness. The films from Disneynature are great introductions to nature documentaries if you have kids who aren’t used to the genre. There’s a DVD, and you can stream it on-line. If your kids really like bears, and are at least elementary aged, PBS Nature: Fortress of the Bears was streaming on netflix when I last check, and they also have a DVD available.
Hasil gambar untuk bears disneynature

5 Desember 2016

Jangan Berhenti dan Jangan Menyerah. Sekalipun.

Aku baru saja kepo blog teman yang selalu aku kagumi dan aku ingin sekali suatu hari berkata padanya sesuai impiannya: Thank you, because of you i fight and i win. 
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
[PART I]
Tersebutlah anak gadis berumur 20 tahun hidup dengan nyaman dan aman. Suatu ketika anak gadis itu terpikirkan oleh suatu ide, ide yang menurutnya brilian dan it can make a big impact she said. And then she made this idea for her favorite dream list, beautiful dream. And she thought that this is my passion and I want to do it too much!

Actually then she tought: but I think that the world difficult to understand what I want to do. Hmm.. :( how can I reach my dream or make the world understand on what I want. It is not normally people do.

But she wont give up! 

She searched anything which related to her dream she was wonder is there any place or any people who thinking like her and have done the project. And she found it! She learned from the website and she  was really inspired with the action project which closely like her dream. Dan kemudian dia merancang, thinking too much  dengan apa yang ingin dia lakukan untuk mengawali project itu. Yang sebelumnya dia juga pernah tetapi temannya tidak begitu sepassion sepertinya. So she decided to take the action project alone at first. Beruntung, saat itu dia dipertemukan dengan seorang ibu pembimbing yang baik,yang sangat ramah, sangat peduli,dan sefrekuensi dengannya, dia menceritakan apapun tentang mimpinya itu: mengapa mau melakukan itu, bagaimana melakukannya, dan sebagainya.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
[PART II]
Finding Your Element

Sewaktu itu seorang gadis merenungkan apa yang terjadi dalam hidupnya:
'Begitu berat' katanya

Setelah kejadian-kejadian yang menimpanya, tidak, bukan fisik. Tetapi keyakinan, persakitan keyakinan yang gadis itu hadapi begitu besar akhir-akhir ini. Gadis itu sedang menghadapi masa yang orang modern bilang: “Quarter Life-Crisis”. Dia yakin terhadap jalan hidup yang akan dia tempuh, jalan yang sudah dia rancang menuju mimpi indah yang dia teguhkan. Tetapi sekali lagi, berkali lagi lingkungan sekitarnya meremehkan.

'Buat apa?' kata mereka
'Memangnya kamu bisa?'
'Sudah jalani arus yang ada, ikuti saja arus itu jadikan diri lebih cepat mengikuti arus itu' kata mereka

Tetapi hatinya berkata lain. Kamu bilang nafsu? Idealis? Atau ah ada udang di balik batu pasti?
'Hmm..sudahlah, aku sudah lelah dan kebal,' katanya meyakinkan diri.

Gadis itu begitu yakin sampai dia tidak lagi mau mendengarkan mereka, dia sendiri sekarang, menuju, membuktikan, dan melakukan mimpi indahnya itu. Begitu keras, sunyi, tetapi berjalan tanpa menyerah. Baiklah jika memang mereka tidak paham, tidak masalah aku akan tetap berjalan, aku raja disini, katanya kepada hati.


Dan saat itulah gadis itu berjanji pada dirinya sendiri: 'Aku tidak akan berhenti dan menyerah, sekalipun.' 

Hanum's Favorite Video

kangen, pengen ke Bromo lagi, plis mau voluntourism lagi qaqa :'

video


video

mau ketemu Mama Mia! Kak Ferra ajak ke Kopernik :'



WaterRoam: innovation of water filter to help an access Clean Water 



More than a toilet. Unilever Project.


You are not alone dear :)


4 Desember 2016

Si Connector dan Kepala Dusun


Bahagia hari ini disponsori oleh foto ini.
Semua berawal dari: 'Pak Bau kalau mau belajar kopi atau beli alat-alat buat ngolah kopi, maen ke yogya aja pak, kebetulan saya punya temen dia punya cafe gitu dan sering ngadain kelas belajar kopi, di cafenya juga djual alat olahan kopi.' (read Pak Bau: Pak Dusun)

Selang beberapa bulan selesai KKN, Pak Bau tiba-tiba telfon: 'Mbak nanti sore saya sampe yogya, saya mau belajar kopi di cafe temen sampeyan, rika selak penting mbak pokoke aku kudu belajar kopi secepatnya.'
Waktu itu lagi hectic di kampus tiba-tiba dapat kabar, bingung mau jemput gimana, nginep dimana dan sebagainya, tapi yaudah lah gapapa yg penting niatnya jalan.
Kemudian akhirnya sampai yogya, malam hujan deres langsung ke @dongengkopi udah janjian dengan Mas Renggo buat belajar seluk beluk mengolah kopi dan di sanalah kami yang awam kopi ini diajari berbagai teknik pengolahan kopi, penyeduhan, pengemasan, dan semuanya. Beruntung sekali waktu itu dongeng lagi sepi sehingga banyak waktu untuk Pak Bau yang mau belajar begitu kata Mas Renggo dan Barista dongeng.

Mas Renggo: 'Bapak asli mana to?'
Pak Bau: 'Rika asli pekalongan mas, di sipetung,'
M R: 'Ohwalah bapak dari Petung to, wah bapak harus ketemu Mas Pujo! Dia yg ngenalin kopi petung sama saya, yg ngajarin saya kopi juga.'
M R: 'Mbak tak kasih alamatnya Mas Pujo, mbak nanti anter Pak Dusun ke Mas Pujo ya mbak, harus, pokoknya harus, diselakke(disempetin) mbak'
Awalnya bingung, emang kenapa sih harus banget ketemu Pak Pujo, yaudah coba dihubungi, lewat email karena katanya bapaknya sukanya lewat email. Waktu itu tanya juga keasistennya katanya Pak Pujo sedang keluar kota. Yaudah mungkin emang belum kesempatannya.

Kemudian pagi harinya jam 6 jemput Pak Bau dirumah Fiko temen kkn, siap mengantar untuk membeli alat-alat seduh kopi dan bahan2 buat packagingnya. Waktu pas mau jalan tiba-tiba ada email masuk dari Pak Pujo balesan dari email dgn subjek: 'Mahasiswi KKN UGM dan Kepala Dusun Sipetung ingin berkunjung'

Pak Pujo: 'nggih mbak...walah sorry nembe mbukak email sekarang...saya baru pulang dari semarang...iya Pak Bau diajak kerumah kene tak enteni.'
Bahagia, Allah Maha Baik, skenario yg sangat baik. Terus akhirnya kita langsung meluncur ke rumah Pak Pujo. Sampai sana kita dibuat kaget ternyata Pak Pujo itu dlu pernah KKN di Sipetung juga pas jamannya Kakek/Simbah-nya Pak Bau.

Pak Pujo: 'Walah sampeyan iseh kelingan aku ra, aku mbiyen kkn neng petung pas kowe disunat haha sampeyan cucune Mbah Bau to.' (Kamu masih inget aku ga, aku dulu kkn di petung saat kamu disunat haha, kamu cucunya Mbah Bau kan)
Hehehe, jadi dulu Pak Pujo pernah mengadakan riset di Petungkriyono dan belajar mengolah kopi Petung yang akhirnya telah membuat dia berhasil dan sukses dengan riset tersebut. Terus yang bikin herannya lagi Pak Pujo ini trnyata mantan dekan FIB UGM dan mantan wamendikmud kabinet indo bersatu II pengganti Bu Wiendu, padahal nyentrik banget bapaknya hehe. Dan disana kita dibuatin kopi robusta, dan itu adalah kopi terenak yang pernah aku minum, sumpah! Disana Pak Bau belajar banyak hal, diajarin fundamentalnya mengolah kopi itu bagaimana, jangan hanya melihat dari nilai jualnya saja tetapi mindset pengolahan kopi yang baik dan benar bagaimna.

Pak Pujo: 'Gini aja sampeyan sesuk sinau neng kene bab kopi, 3 dina cukup, aku seneng sampeyan asli wong petung gelem sinau bab kopi sing bener pie, aku pengen balas budi aku sukses mergo risetku ning petung aku oleh ilmu seko petung saiki tak balekke lewat kowe.'
(Gini aja kamu besok belajar di sini bab kopi, 3 hari cukup, aku senang kamu asli orang petung mau belajar bab kopi yang bener gimana, jadi aku ingin balas budi aku sukses karena risetku di petung aku oleh ilmu seko Petung sekarang aku kembalikan lagi lewat kamu.)

Terus langsung mrinding, gila ya :' Allah Maha Baik dengan skenarionya yg baik. Kemudian setelah ngobrol asik dan nyentrik dengan Pak Pujo tentang seluk beluk kopi jam set 9 pagi kita pulang karena harus segera mengantar Pak Bau beli alat-alat seduh dan travel berangkat jam 10 pagi. Waktu itu hectic dengan aku, @zhriftikar yang menemaniku, krna ngejar jam dan gatau pasti ada atau ga alat-alatnya akhirnya nemu tokonya dan kebetulan pas banget deket travel, pun bapak travelnya malah mau jemput Pak Bau. Terus akhirnya Pak Bau pulang ke dusun dengan membawa ilmu kopi dan alat-alat seduh.

'Terimakasih ya mbak aku malah ngrepoti sampeyan terus. Tapi seneng aku mbak iso ketemu Mas Pujo, ra nyono tenan yo mbak.'
(Terimakasih ya mbak aku malah ngrepoti kamu terus. Tapi seneng aku mbak bisa ketemu Mas Pujo, ga nyangka banget ya mbak)

Kemudian kemaren Kamis, Pak Bau kasih kabar:
'Mbak aku OTW yogya mau ke Pak Pujo'

Waktu itu aku lagi KP dan gapaham ini gmna ya, oh ternyata Pak Bau naik motor jadi bisa langsung ke Pak Pujo. Dan akhirnya foto ini yang bikin aku seneng hari ini, Pak Bau sudah belajar kopi dengan Pak Pujo dan siap untuk mengajari warga dusunnya mengolah kopi yang baik dan benar bagaimana di Lembaga Pelatihan Khusus yang dibuat Pak Bau baru-baru ini.


Saya merasa sangat beruntung apa yang telah saya lakukan sangat kecil dan sedikit dibanding dengan apa yang saya dapatkan: kebahagian, ketulusan, semangat ingin belajar, dan semuanya. Rasa terimakasih tulus itu lebih dari cukup buat saya.
Next time mungkin Pak Bau akan belajar lagi di yogya untuk mengolah pupuk kompos dengan Pak Kismiyadi salah satu Kepala Dusun di Sleman yang berhasil mendirikan UKM pupuk komposnya sendiri.

;)

See you


3 Desember 2016

Introduction: A Brief History of Hanum's Reading Habit and Book Collections

Hai semuanya! :) Bonsoir!

Ingat tidak dengan Antiwacana yang saya ceritakan dengan detail di pos sebelumnya? wkwkw maaf ya akhirnya berakhir dengan wacana juga, ga wacana sih cuman agak telat. Saya perlu memberi penjelasan ga kenapa bisa molor? Liburan ke Bandung nengok keponakan baru! Iya, saya punya keponakan baru yang kelima :' yang katanya mirip banget sama tantenya pas waktu kecil: pipinya gembul.Oke baik, di pos ini saya akan menjelaskan awal pertama tentang Hanum's Reading Habit dan beberapa koleksi bukunya Hanum. 

The History of Hanum's Reading Habit and Book Collection
Awal dari saya suka membaca adalah saat SD kelas 5, dulu waktu SD saya pernah diajak ibu saya datang ke kajian yang di depan tempat kajian ada beberapa orang menjual buku-buku islami. Terus ngeliat-liat dan menemukan buku yang langsung saya pengen beli. Tetapi aneh emang kenapa tiba-tiba pengen beli buku itu padahal sama sekali tidak ada unsur kata anak-anak-nya dalam judul buku tersebut. Buku yang saya merasa beruntung memiliki judulnya 'Ketika Cinta Berbuah Surga' karya Habibburahman El Shirazy. Yakan dari judulnya aja gitu, kayak roman-roman islami dewasa. Tetapi entah kenapa saya ngotot pengen beli dan alhamdulillah-nya dibeliin. Kemudian pas baca bagus banget, jadi buku itu berisi kumpulan cerpen pada jaman Rasulullah yang sarat makna disajikan dengan baik dan mudah dipahami. Dibaca dari awal sampai akhir, semua kisah dalam buku ini penuh ajaran tentang akhlak, kearifan, kebijaksanaan hidup yang semuanya diceritakan dengan indah, mengalir dan komunikatif. Saya pernah meresensi buku ini sebagai salah satu tugas masuk organisasi Ketika Cinta Berbuah Surga dan saya pernah membahas salah satu cerpennya di Kalimat Pengusir Malaikat. Buku ini sering saya baca karena menyejukkan hati dan pikiran makanya sampai lecek banget bukunya wkwk. 

Ada salah satu cerpen yang saya suka baca berulang-ulang, judulnya 'Malu Kepada Allah' dalam cerpen tersebut dikisahkan seorang ayah bernama Abu Muslim, dia mempunyai keluarga kecil dengan anak yang masih kecil. Dia seorang yang miskin tetapi taat beribadah. Pada suatu hari istrinya mengeluh bahwa di rumah tidak ada makanan dan bahan-bahan apapun yang bisa dimasak. Kemudian istrinya memintanya untuk meminta bantuan kepada khalifah berupa makanan, kayu bakar dan kebutuhan rumah tangga lain karena Abu Muslim orang yang paling dekat dan dihormati khalifah. Abu Muslim menolak permintaan istrinya tersebut, dia menjawab bahwa dia sangat malu kepada Allah kalau sampai meminta bantuan kepada makhluk ciptaan Allah padahal Allah Maha Pemurah dan dia tidak mungkin meminta bantuan kepada selain Allah. Nah terus Abu Muslim ke masjid dan sholat dua rakaat, seusai sholat dalam doanya dia berdoa memohon pertolongan kepada Allah. Nah ternyata saat dia berdoa ada orang yang ga sengaja mendengarnya dan ternyata salah satu pengawal istana khalifah. Kemudian orang tersebut segera menceritakannya kepada khalifah dan khalifah segera mengirim bantuan sesuai dengan doa Abu Muslim ke rumahnya. The End. Sebenarnya ceritanya lebih bagus dan indah daripada yang aku paparkan diatas wkwk. Setelah beberapa tahun berselang saya jarang menemukan buku bagus ini di toko-toko buku, tetapi akhir-akhir ini saya melihatnya lagi dicetak lagi dengan cover yang baru. Sejauh saya membaca beberapa karya Habibburahman El Shirazy, menurut saya yang paling bagus tetap yang Ketika Cinta Berbuah Surga, gatau saya merasa ceritanya mengalir indah tidak berlebihan dan ceritanya pun rasional tidak seperti romannya yang lain hehe. 


Nah itulah awal pertama saya suka baca buku, kemudian waktu SMP saya baca semua bukunya Raditya Dika. Bayangkan saya punya semua bukunya bahkan dalam setiap buku yang saya punya ada tandatangan asli Raditya Dika wkwkwk, gimana dapetnya? udah jangan tanya sampai ke seminar dan meet and greetnya dijabanin wkwk, maaf itu emang jaman freak. Selain itu, waktu SMP saya juga mengoleksi novel Andrea Hirata, baru setelah itu saya tidak minat lagi bukunya Raditya Dika wkwk. 

26 November 2016

Perempuan Penembus Batas

Akhirnya terbit juga, bagus! Cool! Inspiring banget!!
Mama Rosalinda, Kak Rosa Dahlia, dan lainnya 
Huhu emang nyebelin orang-orang pemilih jalan terjal nan sunyi :')


Apalagi kata pengantarnya, kusuka :)


17 November 2016

"Tuhan itu nggak kurang skenario untuk membalas sebuah ketulusan"
-kata Mas Hendra, 2016

15 November 2016

AntiWacana

Bonjour tout le monde! Ca va bien?

Beberapa hari ini saya merasa sangat selo, gatau saya yang menyelokan diri atau emang selo. Dan keseloan saya itu diisi dengan hal yang sangat tidak produktif yang sering saya lakukan yaitu tidur. Ya Benar! saya suka sekali tidur, galau dikit tidur, pusing dikit tidur, kenyang dikit tidur, rebahan dikit tidur, bosan dikit tidur, jadi kalau banyak muda-mudi merasa sangat tidak produktif saat bersosial media atau berselancar di line today, saya merasa sangat tidak produktif saat ketiduran dalam waktu yang lama :( bahkan lebih lama dari porsi saya berselancar di websitenya boredpanda yang sangat menghibur itu. Akhirnya website itu saya banned, block dari kehidupan persosialan media saya. Yang butuh hiburan silahkan kunjungi website tersebut tetapi awas candu menyerang.

Nah karena setiap bangun dari tidur yang ada hanya rasa menyesal, panik, dan buyar, akhirnya saya memutuskan untuk mengisi rasa-rasa mau tidur itu dengan hiburan yang menyenangkan tetapi juga produktif. Yang tentunya selain bisa improve skills juga meningkatkan rasa bahagia saya. The reason behind nya juga karena tadi barusan baca quote yang menusuk di dada dan ulu hati (alay)

"Syaithan memperkuat dirinya dengan hawa nafsu dan segala hasrat yang ada di dalamnya. Jangan sampai engkau tergoda dengan keinginan-keinginan nafsumu. Salah satu bentuk dan karakter nafsumu adalah rasa aman, lalai, kesenangan, kekosongan waktu, dan kemalasan."
-Imam Al Ghazali dalam Tahdzib Mukaasyafah al-Quluub

Astaugfirullahaladzim. Langsung inget diri ini masih dikelilingi hawa nafsu-hawa nafsu tersebut. Akhirnya disinilah saya dengan post judulnya Anti Wacana yang akan menuliskan rencana-rencana ke depan yang tentunya semoga tidak menjadi wacana. oke let see

Review Book 
Jadi beberapa hari kemaren banyak yang tanya kepada saya tentang buku. Num pinjem buku dong. Num kamu punya buku genre apa aja. Num pokoknya aku pinjem buku yang menurutmu bagus buatku etc. Semenjak saya beberapa kali mengepos tentang buku yang saya baca atau beli, jadi banyak yang tau kalau saya suka baca buku. Begitupun setelah saya dan beberapa temen-temen bem teknik membuat grup line: "Bookworm" yaitu kumpulan orang-orang freak penggila buku yang katanya kalau ke bookfest, toko buku, big sale book, dan sejenisnya lebih bahagia daripada diajak makan atau jalan-jalan lainnya, lebih bahagia saat dapat menekuri buku berjam-jam dan sangat bahagia sampai terharu saat melihat buku yang selama ini dicari ketemu(alay, ya mungkin itu berlaku untuk saya saja-_-). Awalnya saya ga terlalu menganggap penting tentang keperluan untuk berbagi atas apa yang saya baca bahkan saya terkesan bersembunyi saat membaca, bukan bersembunyi sih tapi emang kalau membaca ada waktunya sendiri, me time, di kursi goyang rumah yang sangat nyaman itu, jadi ga harus tiap kemana saja baca, jadi kalau ga dipancing ngobrol tentang buku mungkin gatau kalau saya suka baca hehehe.

Kemudian tadi pas waktu selo menyerang dan saya browsing review book bagus dari blog dan website yang sering saya kunjungi: 'Bahagianya ada yang review jadi tau harus beli atau enggak'. Terus sadar dan sejenak berpikir: 'Hmm iya ya oh jadi gini yang dimaksut orang-orang yang suka review buku. Wah beramal ya, bisa membahagiakan orang yang bahkan tidak dikenal dari server komputer ujung dunia lain. Boleh juga, mau dong.' Nah Jadi sesimpel itu alasannya, yaitu karena saya sudah menemukan niat yang pas saat saya ingin berbagi review book koleksi saya. Sebenarnya dulu pernah ada wacana review book gini juga cuma karena strategi perencanaanya yang tidak detail, plan yang tidak matang akhirnya berakhir ke draft doang, terus draft nya usang. Akhirnya dibuang :( Oke doakan yang ini semoga istiqomah ya.

Rencana post Review Book:
a. Introduction: A Brief History of Hanum's Reading Habit and Book Collection
(wkwkwkwkwkwk leh uga nih judul)
b. Most Favorite Book
c. Most Inspirational Book
d. dan lain-lain bebas.
Rencana saya akan memposting review book sebulan 1 kali dulu jadi pada weekend (hari Sabtu) minggu ke 4 tiap bulannya. Nah berarti untuk bulan November ini saya akan mempost pertama kali di laman Review Book pada tanggal 26 November 2016 kemudian tanggal 26 Desember 2016 dan seterusnya.

Clean Water and Sanitation
Saya merasa sangat bersyukur dipertemukan oleh orang-orang yang dapat memahami apa yang saya minati, dapat terbuka dan dapat diajak diskusi atau setidaknya mendengarkan minat saya terhadap issue ini. Bukan dengan berwajah masam, atau tidak tertarik karena baginya tidak penting atau aku-tau-pun-tidak-berpengaruh. Dan dengan orang-orang spesial inilah hidup saya mulai fokuskan, sacrifice saya tinggi untuk mereka. Memang sangat membahagiakan saat kamu berada di sekeliling orang yang mendukungmu dan tau potensi besarmu.

Saya akhir-akhir ini sering diajak Bu Saras, dosen pembimbing, mentor dan supervisor peoject saya, untuk survey ke beberapa tempat mulai dari daerah bantaran sungai, pucuk gunung, dari hulu ke hilir sungai pokoknya. Survey tentang Sanitasi Berbasis Masyarakat (SANIMAS) salah satu program pemerintah yang baru. Di saat-saat survey tersebut saya melihat banyak kenyataan di lapangan program pemerintah bekerja seperti apa, bagaimana birokrasinya, kinerjanya dan sebagainya yang sering membuat saya mengkerutkan kening, memasang muka 'hmmmmmmmm' tetapi banyak juga saya memasang muka dengan mata berbinar dan mengangguk-angguk setuju oleh pendapat TheChiefofVillage yang saya merasa pola pikirnya sangat bagus, kritis dan mempunyai keinginan belajar kuat. Nah terus tumbuh dalam diri saya keinginan agar semakin banyak orang tau dengan orang-orang luar biasa ini dengan kontribusi mereka yang luar biasa pula.

Nah rencana saya akan membagi 2 topik dalam laman ini yaitu
1. Journey On Clean Water and Sanitation Problem, berisi tentang story journey saya selama survey ke beberapa tempat yang sekiranya dapat menunjukkan keadaan di sekitar kita terutama daerah bantaran sungai itu bagaimana. Atau journey saya bertemu dengan TheChiefOfVillage yang sangat menginspirasi and have courage to make better life and better place for their communities.
2. Why Sanitation Matters, berisi tentang sebagian besar opini saya tentang masalah clean water and sanitation, program-program pemerintah dan fakta serta data masalah terkait. Selain itu sebagai ajang saya untuk meningkatkan awareness pembaca tentang betapa pentingnya menjaga lingkungan yang related sama sanitation problem. Please! Saya ingin kalian membuka mata dan pikiran sampai beberapa tahun kedepan fakta dan prediksi apa yang akan terjadi.

Rencananya saya akan memposting tentang issue ini sebulan sekali pada weekend ke 2 tiap bulannya tetapi hanya untuk topik yang kedua: Why Sanitation Matters, sementara untuk topik yang pertama randomly setelah saya melakukan survey. Rencana saya akan mulai memposting artikel pertama saya dalam laman ini tanggal 24 Desember 2016 karena saya UAS minggu sebelumnya hehe maap.

Jogging Tiap Pagi
Saya merasa berat badan saya sudah melebihi kapasitas saya bisa bernafas dengan baik dan lancar. Untuk itulah ini program AntiWacana yang sangat harus segera digalakan.
Rencananya saya akan memulai dari habits setelah sholat subuh langsung menggunakan pakaian olahraga lengkap dan jalan pagi atau jogging sehat. Selain itu program ini akan saya dukung dengan pola makan sehat, pagi: buah, siang: sayur+protein, sore: buah+oat, malam: sayur+protein. Semangat!!

Anglais et Francais
Jadi saya sedang giat-giatnya belajar 2 bahasa ini, karena...............ya emang dibutuhkan untuk masa depan yang ingin saya lalui. Nah berhubung saya orangnya malu (maksutnya malu-maluin), saya belajar english secara otodidak dan take course untuk French. Selain karena harga lesnya yang murah (iya murah banget dan worth it, terus pas aku tanyain mbak kok bisa murah gitu, iya kan pemerintah perancis kaya :'), saya suka belajar hal baru apalagi menghafal feminang maskulang dari benda-benda mati itu menyenangkan(read: menyedihkan). Latihan yang akan banyak saya lakukan diantaranya

Anglais:
Reading English Book,
News Update website keren-keren,
Writing some article on my-secret-blog-to-learn-anglais-francais
Francais:
Take Course, no absent,
Menonton video learnFrench yang host nya sangat cantik itu pas nonton jadi tidak membosankan, emang ya faktor muka itu ngaruh banget :'
Sing a song 'French Song' sudah ada beberapa lagu kesukaan, jadi kalau tiba-tiba denger lagi nyayi lagu francais biarkan saja saya dalam dunianya :'


YAKKK! Itulah Rencana Program-program yang ingin saya lakukan dalam kehidupan saya kedepan. Sebagai wujud dari menghindari hawa nafsu tadi: rasa aman, lalai, kesenangan, kekosongan waktu, dan kemalasan. Yang penting small but powerful, buat hiburan sekaligus beramal dan bersyukur! Wuhuuuw. Bismillah, AntiWacana! :)

Je vous en prie

Disaat kamu bangun dan mendapati dirimu dengan to do list rutin: kuliah, makan, sholat, ngelab, perpus, pulang, tidur
Terkadang kamu bosan 
Terkadang kamu lelah 
Terkadang kamu tidak sabar 
Kemudian 
Sering kamu membiarkan hidup berlalu begitu saja
Gaya hidup yang semakin tinggi
Makan saja lah yang penting makan
Yaudah beli saja lah lagian ada uang
Tidur dulu lah capek dikira sudah belajar banyak 
Dan hal-hal yang hidupmu terasa nyaman hanya dengan kamu menjalaninya saja
Kalau kasarannya gini: 
Ini uang buat kamu, udah sana lakukan apa yang kamu mau. 

Kemudian malam datang, kamu pulang menuju ke rumah
Di jalan kamu melihatnya 
Dia yang berpeluh dengan keranjang di depan yang masih penuh, dengan pakaian yang lusuh 
Di antara hujan deras kamu melihatnya masih dengan bunga-bunga yang belum satupun terjual
Di tepi jalan dia duduk menekuri keranjangnya tidak ada satupun yang berminat, dan saat kamu mendekat terlihat mata yang sangat kelelahan
Di saat kamu pulang dan mengira itu jam paling malam pulangmu ke rumah 
Kamu melihatnya lagi, dia memanggul jualannya di atas kepala berkeliling seharian sampai malam kemudian naik pick up itu di antar menuju tempat lain 
Sampai malam 
Semua terjadi saat kamu nyaman melakukan aktivitas rutinmu

Saat itulah aku sadar, aku harus bersyukur
Jadikan aku hambaMu yang baik 
Jadikan aku anak yang baik dan berbakti pada orangtua 
Jadikan aku mahasiswa yang baik terhadap dosen, tanggungjawab akademik, dan impian tertinggi akademisi
Jadikan aku teman yang baik 
Jadikan aku warga yang baik terhadap lingkungan dan pemerintah 
Jadikan aku orang yang merasa cukup, tidak boros-boros, sederhana, dan hemat
Hidupku nyaman
Aku harus berusaha lebih keras 
Hidupku nyaman 
Aku harus belajar lebih giat
Karena aku bersyukur