21 Mei 2017

Random eps.2

Aku orangnya kalau youtube-an suka random. Random banget. Tapi random pada satu jenis topik video yang bisa bikin aku terenyuh, atau kayak 'awww so cute' 'full of kindness' 'what kind of meaningful story'. pokoknya video yang bisa bikin aku kalau nonton itu kayak huhu terharu sekali please. terharu yang bahagia gitu sesuatu yang merecharge sisi humanis dan feminisku. Kalau ga video yang sejenis biasanya video goodnews. Nah padahal video-video kayak gitu susah juga dapetnya atau random munculnya. tiba-tiba ada di home facebook, di timeline twitter, kadang muncul sendiri atau kepikiran cari keyword yang pas di youtube apa yaa. Salah satu keyword yang sering aku tulis di youtube in my spare time gegoleran gitu satu sih yang paling sering yaitu: 'Pregnancy Announcement' ya ini benar. benar sekali. Aku sampe bisa ngabisin waktu berjam-jam cuma nonton Pregnancy Announcement Compilation dari #1 sampai #9 wkwk dan gabosen-bosen. Iya beneran. HAHAHA. aku sendiri juga gapercaya kok bisa :'''
Setiap nonton itu emosinya kayak bisa kerasa banget..aku gapaham sih aku yang lebay atau gimana tapi aku ngerasa ikut larut dalam surprise goodnews itu. Coba deh nonton! tapi awas! it's a trap!

 

20 Mei 2017

Day 6: Menikah dan Berumah Tangga

Hai readers maafkan Hanum ya Day 6 dan 7 nya ke skip dua minggu huhu maaf. tetapi rencananya memang launching #7daysQuranChallenge-nya saya publish seminggu sebelum ramadhan :) Sehingga saya berharap hari-hari kemudian bisa lanjut Quran Challengenya selama bulan Ramadhan dan temen-temen bisa mulai ikutan #OneDayOneHadist atau #OneDayOneIslamicStory atau #OneDayOneDua and etc. Yuk temen-temen mari kita sama-sama meningkatkan semangat iman dan taqwa kita di Bulan yang penuh Keberkahan, menjemput pahala-pahala yang bertebaran dan juga menebarkan kebaikan-kebaikan di Bulan Suci ini :)

Di post kali ini saya akan membahas tentang....jeng jeng... Pernikahan... ya benar. Setelah kemarin dua minggu yang lalu teman saya, Zahratul Iftikar melangsungkan pernikahannya dengan Khoirul Fahmi, saya menjadi tertarik untuk membahas tentang pernikahan ini menurut buku yang saya baca lagi dari M.Quraish Shihab berjudul Perempuan. Temen-temen kalau mau diskusi monggo banget karena memang saya ilmunya juga masih sangat sedikit. Yuk saling belajar menjemput fitrahNya! :)

Post ini akan sangat panjang sepertinya selain karena babnya paling panjang juga karena bab ini paling menarik menurut saya hehehe :)



'Segala sesuatu telah Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat (kebesaran Allah)' (QS. adz-Dzariyat:49)

12 Mei 2017

Project Child Indonesia: Be a Volunteer of Drinking Water Program



Jadi semester ini saya menjadi volunteer di sebuah NGO lokal Yogyakarta namanya Project Child Indonesia (http://volunteer.projectchild.ngo) yaitu sebuah NGO yang fokus geraknya dalam hal kesehatan, lingkungan bersih dan hidup sehat bagi anak-anak Indonesia.
The vision of Project Child is for every child in Indonesia to have the opportunity to learn, to have a healthy start, and to feel supported and secure living in a clean environment that is prepared for natural disasters.
Ada beberapa program yang ditawarkan oleh Project Child Indonesia dalam kegiatan volunteernya. Yang saya ikuti namanya Drinking Water Program. DWP adalah sebuah project dimana PCI mem-provide access to healthy drinking water yang baik untuk diminum langsung di beberapa sekolah binaan PCI.

9 Mei 2017

In Between

ini post purely my personal opinion, sharing insight dari apa yang aku alami beberapa tahun belakang ini, terutama dalam kehidupan kampus hehe, enjoy it, and let's discuss, sangat open dengan opini kalian juga :)

Baru kenal istilah ini beberapa hari yang lalu. Jadi secara awam in between itu sebutan golongan orang-orang antara. Antara si agamis dengan si duniawi, antara akademisi dengan si titip absen setiap hari,  antara si sederhana dengan si sosialita, antara yang suka nongki-nongki dengan yang kuliah-pulang-kuliah pulang, antara yang sibuk kemana-mana rapat dengan yang selonya kebangetan, antara yang si aktivis kontributif dengan yang lurus-lurus aja, dan antara-antara yang lainnya. Aku ga ngejudge salah satu golongan mereka adalah golongan baik dan yang satunya golongan buruk atau yang satu golongan bener dan satunya golongan salah. Karena hidup terlalu sempit kalau hanya dilihat dari kacamata kuda seperti itu.

In between itu orang-orang yang dia bisa adaptif di golongan-golongan yang disebutkan diatas, dalam artian, dia bisa ngobrol dan berinteraksi dengan si agamis tapi ada suatu masa dia juga bisa dengan si duniawi, tetapi dengan kadar yang tidak berlebihan atau tidak terpengaruh secara berlebihan. Jadi kayak it’s okay now im in your circle and I respect it but I also have my own principle and integrity. Inget own, karena setiap orang pasti juga punya their own integrity and principle. In between ini ngejelasin dimana golonganku berada, ini seriously baru sadar pas curhatanku ditanggepin Dina. Kalau ibuku tanggepannya bilang itu termasuk golongan ‘moderate’ ya ditengah-tengah, intinya kamu punya experience bertemu macem-macem golongan orang dan jenisnya.

6 Mei 2017

Day 5: Mengaitkan Target dengan Kehendak Allah


Dalam post kali ini saya tidak berbicara perempuan lagi hehe. sebenarnya ada satu post terakhir tentang perempuan yang saya simpan untuk besok karena kebetulan pada momen yang tepat. Oke pos kali ini purely saya tulis ulang disini karena terlalu bermakna dan singkat jika saya resensi. Pos ini bersumber dari buku karya M. Quraish Shihab dengan judul 'Lentera Al-Qur'an: Kisah dan Hikmah Kehidupan' dalam babnya berjudul Mengaitkan Target dengan Kehendak Allah.

Muhammad Al-Ghazali, seorang ulama Mesir kontemporer, meriwayatkan dalam bukunya Rakaiz Al-Iman (Tiang-Tiang Iman), sebuah dialog antara Ja'far Al-Shadiq (702-765 M) dan seseorang santri bernama 'Unwan yang ketika itu berumur 94 tahun.'

'Ayah siapakah engkau?' tanya Ja'far Al-Shadiq
'Ayah Abdullah,' jawab sang santri. 'Apa maksud kedatanganmu?'
'Semoga tuan berkenan mengajarkan sedikit ilmu tuan kepadaku.'
'Ilmu bukanlah sesuatu yang diperoleh melalui proses belajar mengajar. Tetapi, ilmu adalah cahaya yang dicampakkan Tuhan ke dalam jiwa mereka yang dikehendaki-Nya. Jika engkau menghendaki ilmu, wujudkan terlebih dahulu di dalam dirimu hakikat pengabdian kepada Allah.'
'Apakah hakikat pengabdian itu?'
'Ada tiga macam. Salah satunya adalah tidak memastikan keberhasilan target, tetapi selalu mengaitkannya dengan kehendak Allah.'

5 Mei 2017

Day 4: Pembentukan Watak melalui Perempuan



Banyak Pakar kepribadian yang berkata bahwa kepribadian seseorang terbentuk melalui banyak faktor: ibu, bapak, lingkungan, dan bacaan yang merupakan faktor-faktor utama. Peranan ibu dan bapak bermula sejak dalam kandungan dan berlanjut hingga dewasa atau kepribadian anak terbentuk. Ini karena semua mengakui adanya faktor hereditas yang menurun kepada anak melalui ibu dan bapak bukan hanya fisik tetapi juga psikis. Situasi kejiwaan ibu-bapak saat kandungan juga dapat mempengaruhi anak.

Kalau kita ingin membandingkan peranan ibu dan bapak maka sangat jelas perbedaannya. Walaupun demikian perlu digarisbawahi bahwa bapak tetap dituntut untuk terlibat langsung dalam pendidikan dan pembentukan watak anak-anak. Setiap sosok memiliki sifat, kepribadian, pengetahuan, serta pengalaman yang terbatas dan berbeda-beda sehingga tidak bijaksana membiarkan ibu saja yang memengaruhi anaknya secara penuh.

Bapak dalam konteks pembentukan watak dituntut oleh kitab suci Al-Qur'an untuk mendukung ibu sekaligus memerhatikan anak. Dalam konteks peranan ibu dan bapak, kitab suci Al-Qur'an mengibaratkan bapak sebagai petani yang menanam benih, sedangkan ibu diibaratkan lahan.
'Istr-istri kamu adalah ladang buat kamu' (QS al-Baqarah:223). Betapapun baiknya benih, jika lahannya gersang atau dibiarkan ditumbuhi alang-alang dan diserang oleh hama, buah yang tumbuh tidak akan memuaskan. Walaupun buah telah tumbuh, petani masih dituntuk untuk memerhatikannya, membersihkannya, dan mengemasnya dalam kemasan yang baik dan indah sebelum dibawa ke pasar atau dimanfaatkan.

4 Mei 2017

Day 3: Harakah dan Kemandirian Perempuan



Post ini saya buat dalam rangka janji saya dengan seorang teman, Chandra , janjinya yaitu 7 Days Qur'an Challenge, berhubung 2 post sebelumnya bisa menjadi #7daysQur'anChallenge juga maka tinggal 5 post Qur'an Challenge lagi yang harus saya penuhi. Beberapa pos kedepan mungkin akan banyak saya tulis topiknya masih seputaran tentang Perempuan dalam Islam, berhubung punya beberapa buku yang berkaitan dengan perempuan hehe. Dalam pos ini saya akan menuliskan pemahaman saya tentang Harakah dan Kemandirian Perempuan dari referensi buku berjudul 'Perempuan' karya M. Quraish Shihab.

'Akan dirahmati Allah, siapa yang mengetahui kadar dirinya'

Kesuksesan seseorang salah satu faktornya adalah pandangan yang bersangkutan tentang dirinya, yakni harakah dan martabatnya. Seseorang yang menilai dirinya melebihi kadarnya akan bersikap angkuh dan cenderung meremehkan orang lain, demikian pula yang rendah diri akan selalu merasa tidak mampu kemudian menyerah sebelum berjuang. Yang lebih parah bila seseorang tidak mengetahui kadar dirinya.

3 Mei 2017

Day 2: Kualitas Pribadi Muslimah


Setelah kemarin saya post resensi bab pertama: KedudukanPerempuan dalam Islam, untuk kali ini saya akan mencoba meresensi bab kedua: Kualitas Pribadi Muslimah.

Sebelum membicarakan topik ini terlebih dahulu perlu digarisbawahi bahwa tidak ada perbedaan antara seseorang dan yang lainnya dari segi kemanusiaan, baik perempuan maupun lelaki. Atas dasar ‘persamaan’ ini maka kita dapat memberikan gambaran tentang kualitas pribadi Muslimah dengan mengemukakan pandangan agama tentang kualitas manusia yang didambakannya. Setelah itu, dapat ditinjau perbedaan kedua jenis manusia tersebut dari kodratnya, guna menemukan kualitas pribadi muslimah.

Semua manusia diciptakan Allah dari debu tanah dan Ruh Ilahi. Apabila daya tarik debu tanah mengalahkan daya tarik Ruh Ilahi, ia akan jatuh tersungkur sehingga mencapai tingkat yang serendah-rendahnya, lebih rendah bahkan daripada binatang. Sebaliknya, bila Ruh Ilahi yang memenangkan tarik-menarik, manusia akan menjadi seperti malaikat. Tuhan tidak menghendaki manusia menjadi malaikat, tidak pula binatang, karenanya unsur kejadiannya harus dapat menyatu dalam dirinya. Saat itulah, diharapkan kualitasnya tercapai. Melalui debu tanah dan Ruh Ilahi tersebut Allah menganugerahkan manusia empat daya: